0

Paper Ship

Author: ichinose

Casts: Kim Kibum (shinee), Zephyrine Melodie Delacroix (ocs), Choi Sulli f(x) , Seo Joo Hyun (SNSD)

Genre : Romance ?

Enjoy !!

Pria pirang itu masih setia memandangi gadis manis yang berjarak hampir 2 meter darinya. Dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah buku sketsa dan pinsil gambar.

Continue reading

Advertisements
0

Additional Part ~Park Chan Ji~

*Park Chan Ji’s POV

“Ah, mianhae” ucap lirih seorang gadis berambut pendek saat kami tidak sengaja bertabrakkan di toko CD langgananku. Apa dia menangis?

“Ani, gwaenchanha, aku yang salah” jawabku sambil memperhatikan matanya yang sedikit membengkak karena menangis.

“Gwaenchanhayo? Kalau boleh aku tahu, mengapa kau menangis agassi?” tanyaku khawatir melihatnya.

“Aku tidak apa. Maaf, aku belum mengenalmu” jawabnya sambil menghapus air matanya.

“Baiklah, kalau begitu kita kenalan dulu. Park Chan Ji imnida. Sekarang giliranmu agassi?” ucapku memperkenalkan diriku.

“Choi Soo Young imnida, tolong jangan panggil aku agassi lagi, panggil saja aku Soo Young” jawabnya seraya tersenyum simpul.

“Soo Young-ssi, apa kau bersedia menceritakan masalahmu padaku?” tanyaku ramah.

“Apa kau tidak keberatan?” ia balik bertanya padaku.

“Tentu saja tidak, bagaimana kalau kita pergi ke kedai kopi langgananku?” tawarku.

Setibanya di kedai, aku memesan hot chocolate, begitupun dengannya.

“Hm, kau bisa mulai bercerita sekarang” ucapku membuka percakapan.

“Hari ini adalah hari jadiku bersama pacarku, aku memintanya untuk bertemu di restoran Babtols siang tadi, setelah 2 jam menunggu, akhirnya dia datang, tapi dia tidak sendiri, dia menggenggam tangan seorang gadis. Aku tidak mengenal siapa wanita itu. Tapi tiba-tiba dia memperkenalkan wanita itu sebagai kekasihnya yang baru tanpa memperdulikan persaanku dia memutuskanku dan meninggalkanku begitu saja. Aku tidak mengerti kenapa ia bisa begitu tega padaku, padahal kami sudah berpacaran selama 3 tahun” jelasnya lalu ia kembali menangis.

“Hei, kenapa kau menangis lagi? Air matamu terlalu berharga untuk menangisi pria brengsek itu” ucapku mencoba menenangkannya.

“Sebrengsek apapun dia, aku masih mencintainya, walaupun sekarang aku sangat ingin menghilangkan perasaan ini” jawabnya masih terisak.

“Kau harus yakin bahwa kau bisa melupakannya. Aku akan membantumu untuk melupakannya” ujarku mantap.

Dia terlihat bingung dengan apa yang aku katakan barusan, “Maksudmu?” tanyanya.

“Ya, aku akan membantumu untuk melupakannya, agar kau tak menangis lagi. Mungkin kita bisa berteman?” jawabku.

Soo Young hanya mengangguk dan tersenyum lembut. Cantik..

“Gomawo Chan Ji” ucapnya.

“Choenmaneyo Soo Young ah~” akhirnya kami bertukar no telepon dan e-mail.

***

Bel sekolah berbunyi, semua murid memasuki kelasnya masing-masing termasuk aku.

“Hei Chan Ji ah~ bantu aku untuk mengerjakan kimia ya! Aku benar-benar muak dengan pelajaran itu” panggil teman dibelakangku, Ri Jung.

“Haha, baiklah Ri Jung ah~ tapi kau temani aku bertemu dengan teman wanitaku besok ya?“ jawabku, sekalian memintanya menemaniku bertemu dengan Soo Young besok sepulang sekolah.

Hwang seonsaengnim memasuki kelas dengan seseorang dibelakangnya, mungkin murid baru pindahan dari luar.

“Selamat pagi, kita kedatangan murid baru, dia baru pindahan dari Daegu. Silahkan perkenalkan dirimu, dan kau boleh duduk disebelah Shin Ri Jung” ujar seonsaengnim.

“Annyeonghaseyo, choneun Cho Kyuhyun imnida” ia memperkenalkan dirinya.

“Ah, ternyata anak ini yang bernama Cho Kyuhyun” gumamku dalam hati sambil melihatnya berjalan kearah kursi kosong disebelah Ri Jung. Aku pernah membaca namanya di sebuah koran bahwa dia memenangkan olimpiade matematika.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi.

“Hey Ri Jung ah~ kau mau ikut kami makan es krim di kedai es krim yang baru dibuka itu tidak?” tawar Ri Ra pada Ri Jung yang terlihat gelisah sedari tadi.

Dia hanya menggeleng dan berjalan meninggalkan kami.

“Baiklah, ayo kita pergi sekarang, ppalli!” ucap Min Young bersemangat.

Sepulangnya dari kedai es krim, aku langsung bergegas pulang. Aku ingin menghubungi Soo Young. Karena aku takut mengganggu akhirnya aku mengiriminya sms.

To: Soo Young agassi~

Tuesday, July 6, 2010 4:33 PM

Bagaimana kabarmu Soo Young ah?

Continue reading

3

Oemona..!! [One Shot]

Cast :

-Krystal ‘F(x)’

-Jessica ‘SNSD’

-Choi Seung Yun

(Krystal’s POV)

Aku melangkahkan kakiku dengan sebal. Dimalam sedingin ini, bisa-bisanya Jessica unnie menyuruhku membeli sabun cuci piring. Apa tidak bisa besok saja? Aku kan banyak tugas. Aku pun berjalan lemas kearah minimarket dengan mulut yang tak hentinya menggerutu. Kubuka pintu minimarket dan bergegas mencari apa yang kucari. Sekalian mencari camilan untuk menemaniku belajar. Saat semua bahan kudapatkan, aku pun bergegas kearah kasir. Kukeluarkan belanjaanku dari dalam keranjang.

“Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu?” ujar seseorang.

“Ne.” ujarku seraya mendongakkan kepalaku kepadanya.

Saat-saat indah mulai menjalar dalam tubuhku. Aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Wajahnya manis. Dari belakang, sorot cahaya lampu menyinarinya dengan terang. Seakan – akan tuhan menunjukan padaku, ‘Hai umatku! Inilah orang tampan’. Aku tak dapat mengedipkan mataku. Aku sangat menikmati saat-saat indah seperti ini hingga ia membuyarkan lamunanku.

“Hai, kau masih disana.” Candanya.

“Eh, ne. Mian.” Ujarku gelagapan.

“Ini saja?” tanyanya mulai mengambil belanjaanku.

“Aniyo. Eh…., maksudku Ne. Maksudku cukup ini saja.” Ujarku gugup.

Ia hanya tertawa kecil melihat tingkahku. Aku menunduk malu.

“Mian, bukankah ada ajumna disini? Eh, maksudku ajumna penjaga atau pemilik atau siapa..” ujarku semakin gugup.

“Ajumna pemilik minimarket ini?” tanyanya terus tersenyum.

Aku mengangguk kecil. Kutundukkan kepalaku karena takut ia melihat wajahku yang merah merona karenanya.

“Mulai sekarang aku kerja sambilan disini.” Jelasnya.

Aku girang sekali. Berarti sekarang aku akan sering bertemu dengannya.

“Oh, begitu.” Ujarku dengan senang yang ditahan.

Ia tersenyum padaku seraya memasukan belanjaanku kedalam kantung.

“Hm… kalau aku boleh tahu, namamu siapa?” tanyaku malu-malu.

Ia tersenyum padaku. Aku menatapnya dengan tatapan, ‘Ya tuhan…! Jangan tatap aku dengan tatapan itu!’.

“Choi Seung Yun.” Ujarnya.

Aku tertawa kecil mendengarnya.

“Whaeyo?” tanyanya.

“Aniyo. Cuma saja, seperti nama seorang yeoja.” Ujarku.

“Lalu kau pikir aku ini apa?” Ujarnya ramah seraya memberikan belanjaanku.

“Ah, Mian. Namaku Krystal. Tampaknya aku harus segera pulang. Unnieku pasti menungguku.” Ujarku hangat.

“Ne. silakan kembali lagi kesini.” Ujarnya ramah.

“Ne. Gasahamnida.” Ujarku sopan.

Aku pun bergegas keluar dari minimarket. Rasa dingin yang tadi kurasa hilang sudah terbawa rasa bahagia yang menjalar didalam tubuh ini. Ia tampan sekali. Dari semua namja yang pernah kulihat, kukenal, bahkan yang menyatakan perasaannya padaku, tak ada yang setampan ia. Paras seperti itu sangat jarang sekali kulihat. Wajah yang lonjong, kulit yang kuning, alis yang tajam, bibir yang tebal namun berkesan seksi, badan yang sigap. Sungguh ia idaman semua wanita. Aku pun melangkah dengan girang memasuki apartemenku. Kubuka pintu tempatku tinggal. Didalam sudah ada wajah Jessica unnie yang menatapku dengan jengkel. Tapi aku tak peduli. Perasaan di dadaku seakan sudah memutuskan urat takutku.

Continue reading