2

Pass By Me [Drabble]

Drabble pertama >.<v

Minho’s POV

Aku suka melihatmu, berjalan pulang, melewati tempatku. Tempatku berjualan makanan cemilan, tempatnya kecil-kecilan, punya oemmaku. Kau suka melewati jalan ini, karena kutahu apartemenmu di ujung jalan ini. Aku selalu melihatmu bersama seorang namja, namjachingumu. Aku tahu, itu namjachingumu karena kau selalu terlihat bahagia bila berjalan bersamanya. Melewatiku.

Continue reading

Advertisements
0

Rainy Story (The next chapter of ‘because,its you’)

Warning: cerita ini tak sungguh-sungguh terjadi. Jika ada kesamaan cast, itu hanya kebetulan semata. Cerita ini lanjutan dari because, it’s you . Cerita ini dibuat untuk temanku yang tergila gila pada Minho ‘shinee’. Anyway, enjoy this.

(Choi Minho POV)

“Ya!” panggilku pada gadis didepanku.

Gadis yang tengah meregut hatiku. Lee Jihyun.

“Mwo?” ujarnya lembut seraya membalikan badannya.

“Dasar tak sopan. Jadi kau mengajakku hanya untuk ini?” tanyaku seraya mengangkat kantung belanjaan ditanganku.

“Ne.” jawabnya dengan sunggingan senyum diwajahnya.

“Mwo? Wihomhe! Kulaporkan pada polisi.” Ujarku seraya menyamakan langkahku denganya yang tertinggal.

Ia pun menatapku. Wajahnya berkerut menantangku. Aku hanya mendengus padanya dan tertawa.

“Jangan kaget bila kau mendengar berita di TV nanti malam. Seorang yeoja memaksa namjanya untuk membawakan kantung belanja sehingga tangan sang namja pegal-pegal.” Ujarku.

“Aigo oppa! Mana mungkin seperti itu. Lagipula kita sudah sampai.” Ujarnya seraya membuka pintu gerbang.

Aku pun memasuki pekarangan rumahnya. Ia pun mempersilahkan aku masuk kedalam rumah. Aku pun bergegas menuju dapur. Kutaruh belanjaannya diatas meja.

“Aya….” Seruku pelan seraya terduduk di kursi meja makan.

Jihyun pun menghampiriku dan memberiku segelas jus. Kuteguk jus yang ia berikan padaku.

“Gomawo.” Ujarku seraya meletakkan gelas diatas meja.

Continue reading

5

Secret Story {Chapter 2 – End}

Title : Secret Story – Chapter 2

Author : retnowulan (Freelance)

Length : Twoshot

Last Part : Secret Story – Chapter 1

Genre : Tragedy (?)

Cast : – Choi Yoo Young a.k.a. Choi Minho’s sister

–      Lee Jinshin a.k.a. Lee Jinki’s sister

–      Kim Shingo a.k.a. Kim Kibum’s brother

–      All Shinee member

–      A sligt of Go Hara

Disclaimer : I don’t own anybody. Shinee belong to SME. Go Hara belong to KARA. Choi Yoo Young, Lee Jinshin, and Kim Shingo just in imagination.

Continue reading

7

Secret Story {Chapter 1}

Title : Secret Story – Chapter 1

Author : retnowulan

Length : Twoshot

Genre : Tragedy (?)

Cast : – Choi Yoo Young a.k.a. Choi Minho’s sister

–      Lee Jinshin a.k.a. Lee Jinki’s sister

–      Kim Shingo a.k.a. Kim Kibum’s brother

–      All Shinee member

–      A sligt of Go Hara

Disclaimer : I don’t own anybody. Shinee belong to SME. Go Hara belong to KARA. Choi Yoo Young, Lee Jinshin, and Kim Shingo just in imagination.

Continue reading

0

(Oneshot) Present – Next story of Love Waltz

(Hwang Yooshin POV)

Hari itu ia datang padaku. Ia pun mengatakan akan menjagaku sesuai pesan saudariku. Hwang Yoojin. Dan ia benar melakukannya. Kupikir hanya dimulut semata. Kim Yong hwa, mantan kekasih saudariku itu pun memperbaiki hubungannya denganku. Ia pun memutuskan hubungannya dengan Miseul setelah mengetahui kematian Yoojin. Aku girang sekali mendengarnya. Aku memang tak pernah menyukai Miseul. Sejak awal mengenalnya, aku tahu ia bukan yang terbaik bagi saudariku. Dan benar saja, ia merebut Yong hwa dari tangan Yoojin. Namun, aku heran mengapa Yoojin tak pernah membenci Miseul. Yoojin memang gadis yang begitu baik. Aku tak tahu siapa yang terbaik bagi Yoojin, Yong hwa atau Jonghyun. Artis yang kudengar sedang naik daun itu. Aku tahu semua sifat Yong hwa. Tentu saja, ia sudah menjalin hubungan dengan saudariku selama 2 tahun. Yong hwa memang baik. Sedangkan Jonghyun? Aku tak pernah tahu. Yoojin memang sering menceritakannya diselang waktu kami sedang bersama. Ia menceritakan Jonghyun dengan semangatnya. Menurutku Jonghyun itu seram. Masa ia selalu menguntit Yoojin? Namun herannya, saudariku itu nyaman saja dengannya. Terlebih lagi disaat ia sedih saat mengetahui Yong hwa berhubungan dengan Miseul. Dari sana aku bisa tahu kalau Jonghyun adalah pria yang baik. Hebat malah. Karena mampu membuat saudariku tersenyum dan tertawa disaat ia merasa sedih. Jujur, aku tidak bisa melakukan hal itu. Usahaku menghiburnya selalu gagal. Dan kebaikan Jonghyun sudah terbukti sekarang. Ia benar-benar menjagaku. Ia juga selalu menjengukku. Membantuku dalam segala hal. Kadang hatiku merasa tersentuh. Apa ia selalu melakukan ini pada Yoojin? Ia pasti bahagia sekali, karena Jonghyun selalu melakukannya dengan sempurna. Lalu, sebulan setelah saudariku meninggal, ia mempromosikanku pada managemen SM. Dan dalam kurun waktu 2 bulan, aku sudah melakukan debut. Bayangkan! 2 bulan melakukan trainee. Singkat sekali. Aku jamin, tak banyak artis yang melakukan trainee sesingkat aku. Selain itu, 1 bulan sebelum aku melakukan debut, aku telah resmi menjadi Yeojachingunya Jonghyun. Aku senang sekali karena pria sebaik Jonghyun bisa menjadi namjachinguku. Aku jamin akan ada berjuta gadis yang menginginkan posisiku. Namun, ada satu hal yang sangat kusayangkan. Terkadang, Jonghyun suka melakukan hal yang membuatku sedih. Ya… membuatku pedih.

“Jonghyun oppa, kau harus berjanji menyaksikanku perform hari ini kan?” Ujarku padanya saat kami berada di backstage dan aku mampir ke Ruang Shinee.

Tak ada respon.

“Jonghyun oppa..!!” panggilku lagi dengan nada yang lebih keras.

“Oh.. mwo? Minhae. Whaeyo?” tanyanya setelah berhasil kupanggil.

“Jonghyun oppa ini, sendari tadi aku memanggilmu.” Ujarku sedikit kesal.

“Ne, mianhae. Mengapa kau tak memanggilku Jonhyunie?” tanyanya heran.

“Oppa ini bicara apa sih? Oppa akan menonton performku hari kan?” tanyaku lagi.

“Mwo? Tentu saja. Tentu saja aku akan menontonmu Yoojin.” Ujarnya.

Yoojin? Apa maksudnya.

“Yoojin? Oppa, aku ini Yooshin.” Ujarku kesal.

Ia pun tampak kaget. Semua mata didalam ruangan itu pun memandang kami. Kupandang jonhyun oppa dengan sedih. Taemin pun menghampiriku dan mengelus pundakku. Ia pun mengajakku duduk di sofa yang tak jauh dari Jonghyun oppa. Kutundukkan kepalaku. Aku tahu, bayangan Yoojin dari dulu hingga sekarang tak akan pernah hilang dari hidup Jonghyun. Jonghyun oppa tak pernah berhenti mencintai Yoojin. Setiap waktu, setiap detik, ia selalu saja melamun. Dan aku tahu apa yang ia lamunkan. Selain itu di ponsel dan dompetnya, ia menyimpan begitu banyak foto Yoojin. Tak ada satupun fotoku. Padahal aku yeojachingunya.

Continue reading

0

(Twoshot) Love Waltz- It’s chapter 2

(Kim Jonghyun POV)

Waktu sudah menunjukan pukul 5 lebih 15. Sekarang Yoojin pasti ada di taman dekat apartemen. Aigo..!! aku ingin sekali melihatnya, memotretnya, tapi aku tak bisa. Ia pasti membenciku karena hal bodoh yang kulakukan tadi di cassette center. Aya..!! aku tak mau. Aku pun tersandar disofa. Kutatap foto Yoojin yang kucetak sebelum pulang ke Dorm tadi. Manis sekali. Apa aku masih bisa melihatnya lagi? Kuambil Yoojin’s Picsbook Story yang kubuat khusus untuknya. Kutempelkan foto itu disalah satu halamannya. Aya… aku ingin memilikinya! Kuraih bantal dan kututup wajahku dengan bantal tersebut. Aku berteriak dan memaki diriku sendiri. Aku kesal sekali. Aku tahu, Taemin, key, dan Onew hyung yang baru pulang pasti bingung melihatku. Mereka pasti bertanya pada Minho dan Minho menjawab tak tahu, karena tadi aku bisa mendengar dengan jelas, ia berkata:

Continue reading

0

(Twoshot) Love Waltz – It’s chapter 1

(Kim Jonghyun POV)

Kurapatkan syalku dengan leherku. Udara malam ini dingin sekali. Hujan saat sore tadi telah sukses membuat jalan trotoar ini menjadi licin. Kuperhatikan langkahku dengan seksama. Takut jika nanti aku bisa jatuh terpeleset sewaktu waktu. Mulutku pun tak hentinya mengeluh. Aku kesal dengan semua orang yang ada didalam Dorm. Kesal pada Key dengan mulutnya yang tidak bisa berhenti mengoceh. Kesal dengan Taemin yang manja. Kesal dengan Onew hyung yang tidak mau mengalah padaku. Dan lebih kesal lagi pada Minho yang meminta tolong padaku dengan mata yang tak hentinya lepas dari game Winning Eleven. Kupercepat langkahku menuju gedung apartemenku. Selain udara malam yang dingin mulai menusuk tengkukku, bila aku terlambat memberikan pesanan anak-anak manja itu, bisa-bisa aku tidak dibukakan pintu. Ini nih menderitanya seapartemen dengan orang-orang yang moodnya mudah berubah. Aku pun berusaha berjalan dengan benar. Namun, dengan bawaan yang bervariasi ditangan dan trotoar yang licin, aku tak dapat mengontrol berat badanku sendiri. Perlu perjuangan keras untuk bisa berjalan dengan cepat dan hati-hati di trotoar seperti ini. Fuh… Berjuanglah Kim Jonghyun! Gedung apartemen sudah didepan mata. Hanya beberapa langkah lagi dan….

Continue reading