Accidentally In Love [Part 4]

Accidentally In Love – Part 4

Author: @tyasung

Cast    : Kris (EXO M), Baekhyun (EXO K), Suho (EXO K),

Shim Se Kyoung, Shim Hyo Lim, Song Ye Rin

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : General

~~~~~~~~~~~~~

Author’s POV

Beberapa kartu ucapan selamat mulai mendatangi kantor Se Kyoung, memenuhi meja kerjanya.

“Belum menikahpun sudah sebanyak ini yang datang, bagaimana nanti kalau eonni sudah resmi menjadi nyonya Byun.. haha,” celetuk Ye Rin.

Se Kyoung tak menjawab melainkan hanya menatap kosong meja kerjanya.

“Eonni, apa kau yakin dengan keputusanmu untuk menikah dengan Baekhyun oppa? Kau terlihat..—“

Se Kyoung berdiri dari duduknya. “Aku harus mencarinya,” ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangannya.

/////\\\\\

“Selamat datang..” sambut seorang pegawai saat Se Kyoung memasuki toko sepatu milik Junmyeon, teman Kris.

Se Kyoung dengan ragu mendekati pegawai wanita tersebut. “Apa aku bisa bertemu dengan Kim Junmyeon-ssi?”

“Ah, kebetulan sekali Tuan Kim baru saja pergi meninggalkan toko, agassi.”

“Geuraeyo? Kira-kira kapan ia akan kembali?”

“Maaf, kami tidak tahu kapan Tuan Kim akan kembali, yang kami tahu Tuan Kim pergi bersama temannya.”

“Temannya?” tanya Se Kyoung yang dibalas anggukan oleh pegawai tersebut.

Tak lama terdiam, Se Kyoung membungkukan badannya pelan lalu berjalan ke luar toko. Ia sangat yakin kalau teman yang dimaksud oleh pegawai barusan adalah Kris.

\\\\\\//////

Se Kyoung’s POV

“Kenapa kau tidak mendesain sendiri gaun untuk pernikahanmu nanti, Kyoung-ah?” tanya eomma yang sedang menemaniku berkunjung ke salah satu butik ternama untuk membeli gaun pernikahanku. Ya, membeli, bukan memesan ataupun membuat.

“Aku rasa aku tidak ingin gaunku nanti menjadi salah satu percobaanku, eomma. Aku ingin mengenakan gaun yang didesain oleh orang yang memang sudah benar-benar profesional,” jelasku.

Eomma hanya mengangguk mendengar penjelasanku. Sebenarnya, bukan itu alasan sesungguhnya. Sudah berkali-kali aku coba mendesain gaun untuk pernikahanku nanti, tapi sama sekali tak ada goresan di kertas sketsaku.

“Ah, Baekhyun-ah,” ucap eomma saat melihat Baekhyun memasuki ruang ganti gaun pengantin.

Aku melihatnya dari pantulan cermin di hadapanku. Senyumnya mengembang melihatku. “Neomu yepodda, Kyoung-ah..”

“Jeongmalyo?” balasku sambil tersenyum masih memandangnya dari cermin.

“Tapi aku pikir kau pasti akan lebih cantik lagi jika mengenakan gaun desainmu sendiri, Kyoung-ah..”

“Aku pikir gaun ini lebih cantik daripada gaun-gaunku selama ini, jadi aku memilihnya..” balasku lagi sambil berputar di depan cermin.

Baekhyun berjalan mendekat dan meraih tanganku, “Gomapseumnida, Kyoung-ah..”

/////\\\\\

Author’s POV

“Bagaimana dengan yang ini?” tunjuk Baekhyun pada sebuah contoh model undangan pernikahan.

“Ah, menurutku yang mana saja bagus, oppa..” jawab Se Kyoung terlihat tak bersemangat.

“Gwaenchana? Kau terlihat tidak bersemangat. Apa mau kita lanjutkan besok saja?”

Se Kyoung menggeleng. “Aniyo, oppa.. Maafkan aku. Aku hanya sedang tidak fokus.”

Sebenarnya masalah yang masih mengganggu pikiran Se Kyoung adalah masalah yang sama sejak beberapa minggu lalu. Ia masih menunggu kabar dari Kris.

“Oppa, apa kau tahu dimana Kris?”

Baekhyun jelas sekali tak bisa menyembunyikan ekspresi tidak sukanya atas pertanyaan Se Kyoung.

“Dia kembali ke Kanada. Waeyo?”

“Ke Kanada? Sejak kapan?” tanya Se Kyoung lagi.

“Sekitar tiga minggu yang lalu. Aku dengar ia ingin mengunjungi tempat penting baginya.”

Se Kyoung terlihat sangat penasaran dan ingin bertanya lagi, tapi Baekhyun yang menyadari hal itu langsung berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

\\\\\/////

“Ah, wanita “heels”!” seru Junmyeon yang melihat Se Kyoung memasuki toko sepatunya.

Se Kyoung langsung segera menghampiri namja tersebut.

“Junmyeon-ssi, apa aku mengganggu? Aku ingin menanyakan—“

“Kris?” potong Junmyeon yang dijawab anggukan pelan oleh Se Kyoung.

Junmyeon menghela napasnya singkat. “Anak itu kenapa susah sekali mendengarkan orang,” gumamnya pelan.

“Ah, sangat tidak sopan sekali aku tidak mempersilakan kau duduk. Kita bicara di ruanganku saja, ya?” tawar Junmyeon sembari berjalan ke sebuah pintu yang menghubungkan ruangan kerjanya dan toko.

Se Kyoung masuk sambil memperhatikan sekitarnya, tak sengaja melihat sebuah foto Junmyeon dan Kris di atas meja Junmyeon. “Kalian sangat akrab, ya?”

“Hm?” Junmyeon menoleh ke arah Se Kyoung dan lalu menyadari maksud pertanyaan Se Kyoung. “Lebih dari akrab. Silakan duduk,” jawab Junmyeon yang lalu meletakkan secangkir teh hangat di meja tamunya.

“Jadi, ada apa mencari Kris?” tanya Junmyeon membuka pembicaraan.

Wanita berambut ikal itu sempat menatap kosong tehnya sebelum menjawab, “aku tidak tahu, aku hanya ingin bertemu..”

“Bertemu saja? Kenapa tidak tanya sepupunya saja?”

“Tentu. Soal itu, Baekhyun tidak memberiku jawaban yang jelas, jadi aku kemari.”

Junmyeon meraih ponselnya dari saku blazernya, menekan beberapa digit nomor dan meletakkan ponsel itu di telinganya.

“Odiya?”

“…”

“Ada yang mencarimu,” ucap Junmyeon yang lalu memberikan ponselnya pada Se Kyoung.

“Ya, Junmyeon!” terdengar suara yang sangat Se Kyoung rindukan.

“Odiya?”

Tak ada jawaban untuk beberapa saat. “Untuk apa mencariku?”

“Ingin bertemu,” jawab Se Kyoung jelas.

“Aku sedang di Kanada sekarang.”

“Ara. Kenapa kau tidak memberitahuku?”

Junmyeon yang merasa perbincangan mereka sudah semakin serius, akhirnya memutuskan untuk keluar ruangan dan meninggalkan Se Kyoung dengan ponselnya.

“Hah, sudah kuduga Baekhyun tidak membicarakan tentang kepergianku sama sekali..”

“Kris, tiga minggu lagi aku akan menikah dengan Baekhyun oppa.”

“… Geuraeyo? Lalu kenapa kau mencariku?”

“Ani, aku hanya ingin memberitahumu secara langsung..”

“Akan aku usahakan untuk datang ke pernikahan kalian nanti.”

“Aku akan menunggumu,” balas Se Kyoung yang lalu memutuskan panggilannya.

Ia menegakkan tubuhnya lalu meneguk teh hangat yang sudah dingin dari cangkirnya.

“Kenapa kalian tidak jujur saja, sih?” celetuk Junmyeon yang ternyata mendengar perbincangan mereka dari luar ruangan. Walaupun hanya mendengar sebagian dari Se Kyoung, tapi ia tahu sekali bagaimana jawaban Kris.

“Junmyeon-ssi, terimakasih atas panggilannya. Aku harus kembali ke kantorku.”

\\\\\/////

Dua minggu berlalu begitu saja dan segala persiapan pernikahan Se Kyoung dan Baekhyun sudah benar-benar selesai.

“Eonni, aku mengkhawatirkanmu,” ucap Ye Rin yang sedang mengukur ulang gaun pengantin Se Kyoung.

“Aku baik-baik saja, Rin-ah. Waeyo?”

Ye Rin menghela napasnya. “Eonni apa yang kau pikirkan selama ini? Lihat lingkaran hitam di matamu, ukuran pinggangmu pun sangat berkurang. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini.”

“Aku kan memang sedang diet, Rin-ah, haha. Kau berlebihan sekali..”

“Jangan berbohong. Aku tahu kau sama sekali tidak suka berdiet, ‘kan? Apa ini karena namja yang bernama Kris itu?” pertanyaan yang sangat tepat sasaran.

Se Kyoung menunduk. “Aku menyukai pria lain, padahal sebentar lagi aku akan menikah. Aku jahat sekali, ya?”

“Sudah kuduga. Kenapa eonni tidak batalkan saja pernikahan ini? Jujurlah pada Baekhyun oppa..”

“Aku sudah sangat berusaha untuk melupakan perasaanku, Rin-ah, tapi semakin keras aku mencobanya, semakin sulit aku melupakannya.”

“Eonni, maaf jika perbuatanku lancang, tapi aku akan menghubungi Baekhyun oppa untuk datang kemari. Eonni harus menyelesaikan masalah ini,” Ye Rin meraih ponselnya lalu menghubungi Baekhyun.

/////\\\\\

“Terimakasih Ye Rin-ssi telah menghubungiku.”

Ye Rin mengangguk pelan, “Aku akan meninggalkan kalian berdua untuk bicara,” ucapnya sebelum menutup pintu ruangan kerja Se Kyoung.

“Oppa mianhae,” ucap Se Kyoung membelakangi Baekhyun.

Baekhyun menghampiri Se Kyoung lalu memeluknya dari belakang, “Aku tahu hal ini akan terjadi.. Sebaiknya kau lupakan saja Kris.”

Se Kyoung melepas tangan Baekhyun yang melingkar di pinggangnya. “Bagaimana oppa tahu?”

“Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian saat Kris di apartemenmu,” jawab Baekhyun tanpa melihat sedikitpun ke arah Se Kyoung yang sama sekali tidak memberinya jawaban.

“Aku tidak ingin mengatakannya kepadamu, tapi Kris hanya menjadikanmu pelampiasannya. Kau mirip dengan Hwang Sun Ah, kekasihnya yang sudah meninggal. Aku tahu kalau ia menyukaimu sejak pertama kali aku mengunjungi rumahmu. “Aku melihatnya..,” begitu katanya saat melihatmu pertama kali.”

Se Kyoung tidak berbicara sepatah katapun saat mendengar penjelasan Baekhyun. “Gomawoyo atas penjelasanmu, oppa. Tapi kurasa aku tidak akan percaya begitu saja kalau tidak mendengar dari mulutnya sendiri.” Terdengar sekali kesedihan dari ucapannya barusan.

“Mian, tapi aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengannya, Kyoung-ah.”

“Waeyo?”

“Karena aku tahu, betapa kau menyukainya..”

Se Kyoung menatap Baekhyun tidak percaya. “Aku akan menikah dengan oppa seminggu lagi, tapi oppa masih belum mempercayaiku?”

“Aku akan mempertemukan kalian setelah kau menikah denganku, Kyoung-ah. Maaf, aku benar-benar harus melakukan ini,” balasnya lalu meninggalkan ruang kerja Se Kyoung.

Se Kyoung meraih ponsel dari saku blazernya lalu menekan beberapa digit nomor. “Ye Rin, odiya?”

“Aku di bawah, waeyo eonni?”

“Kembalilah ke kantor, aku harus pergi ke suatu tempat.”

“Ah, ara, aku akan naik.”

Sesampainya di atas, Ye Rin melihat atasannya itu sedang memasukkan beberapa barang pentingnya ke dalam tas. “Eonni mau pergi kemana?”

“Mencari Kris, tentu saja.”

“Mwo? Apa itu hasil pembicaranmu dengan Baekhyun oppa tadi?”

Ia menggeleng, “Tentu saja tidak. Aku salah menilainya selama ini. Aku tidak akan lari dari pernikahanku, jadi, jangan bilang siapa-siapa soal kepergianku ini, arachi?”

“Eonni kapan kau akan kembali?”

“Secepatnya,” jawab Se Kyoung yang lalu hilang di balik pintu. Ye Rin hanya bisa menghela napasnya melihat tingkah Se Kyoung.

\\\\\/////

“Se Kyoung-ssi, apa kau sudah lama menunggu? Aku langsung kemari saat sekertarisku memberitahuku kalau kau datang kemari.

Se Kyoung menggeleng pelan, “Aku kemari ingin meminta bantuanmu, Junmyeon-ssi. Tolong bawa aku bertemu dengan Kris.”

Junmyeon sempat terdiam beberapa saat setelah mendengar permintaan Se Kyoung, “Apa kau yakin? Aku tidak yakin kalau ia mau menemuimu, Se Kyoung-ssi.”

“Tentu saja tanpa memberitahunya. Maaf karena permintaan ini akan membuatmu repot, tapi aku harus bertemu dengannya sebelum hari pernikahanku.”

“Kau akan menikah?”

“Ya, tepatnya seminggu lagi.”

Lelaki berambut hitam itu menegakkan tubuhnya. “Kau tidak mengirimiku undangan?”

“Segera. Jadi, bagaimana?” jawab Se Kyoung setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul empat sore.

“Ah, aku akan pesan tiket untuk malam ini juga,” ujar Junmyeon yang lalu langsung duduk di depan layar komputernya.

\\\\\/////

Empat belas jam kemudian, tepat pukul enam pagi, Se Kyoung dan Junmyeon berdiri di depan sebuah pintu apartemen bernomorkan 413.

“Kenapa diam? Kita kan sudah sampai.. haahh,” ucap Junmyeon yang terlihat sangat lelah karena sepanjang perjalanan dibuat tak bisa tidur oleh pertanyaan-pertanyaan Se Kyoung.

Se Kyoung sendiri juga heran kenapa keraguan menghampirinya di saat ia sudah tinggal selangkah lagi untuk bertemu Kris. Ia takut, tapi tidak tahu apa sebenarnya yang ia takuti.

Ting Tong..

Se Kyoung menatap tajam ke arah Junmyeon yang baru saja menekan bel pintu.

“Wae? Aku hanya membantumu,” jawab Junmyeon sambil menaikkan kedua bahunya.

“Who’s that?” tiba-tiba terdengar suara dari intercom.

Se Kyoung dengan cepat menarik Junmyeon dan member isyarat untuk menjawab intercom tersebut.

“Kim Junmyeon. Cepat buka pintunya, aku mengantuk.”

“Another surprise from Kim Junmyeon,” terdengar Kris menggerutu dari intercom.

Tak lama pintu terbuka, “Anyeong~” sapa Junmyeon.

“Siapa yang kau bawa?” tanya Kris. Terdengar suaranya yang baru bangun tidur.

Kris melirik ke belakang punggung Junmyeon dan air mukanya langsung berubah.

“Good morning, Mr. Wu. Can we come in?” ucap Se Kyoung sambil membuka tudung sweaternya.

/////\\\\\

“Kalian mau minum apa?” tanya Kris dari dapurnya.

“Can I use your room, Kris? Jetlag really makes me sick,” tanya Junmyeon sambil membuka mantel hijau gelapnya.

Kris hanya menghela napas lalu mengangguk ringan membiarkan sahabatnya itu beristirahat.

“Jadi, Se Kyoung-ssi, orange juice or milk?” tanya Kris lagi.

“Orange juice, please.”

Segelas orange juice dan piring berisi dua lembar roti panggang Kris letakkan di meja tamu yang penuh dengan beberapa kaleng minuman bersoda dan minuman berakohol kosong.

“Kau pasti belum sarapan, ‘kan?” tebak Kris. Se Kyoung hanya mengangguk pelan lalu meminum orange juice nya.

“Apa Baekhyun akan datang menyusulmu?”

“Ehm,” gumam Se Kyoung hampir tersedak karena pertanyaan Kris barusan. “Ia bahkan tak tahu kalau aku kesini.”

Kris mengangguk mengerti, “Lalu, ada keperluan apa kau jauh-jauh kemari?”

“Hanya ingin memastikan sesuatu..”

“Aku masih belum tahu apa aku bisa datang ke pernikahanmu atau tidak,” Kris melipat kedua tangannya di dadanya.

Se Kyoung menggeleng, “Bukan. Bukan hal itu yang ingin aku pastikan. Aku.. ingin bertanya tentang Hwang Sun Ah..”

“Darimana kau—Ah, pasti Baekhyun yang memberitahumu. Sun Ah sama sekali tak ada hubungannya denganmu. Dia hanya bagian dari masa laluku..”

“Mungkin aku terlalu ikut campur urusanmu, tapi jujur saja pernyataan Baekhyun oppa kemarin menggangguku..”

Kris menghela napasnya lalu bangkit dari duduknya, “Kau memang sangat mirip dengannya, dan aku menyukaimu karena hal itu. Apa itu yang kau dengar dari Baekhyun?”

“Ye. Jadi hal itu benar..” ucap Se Kyoung sambil menggenggam erat gelas di tangannya.

“Jujur saja, awalnya memang itu yang aku rasakan, tapi saat aku tahu kau akan dijodohkan dengan Baekhyun.. perasaan ingin memilikimu tiba-tiba muncul begitu saja. Entah iri atau apa, tapi feeling ku mengatakan bahwa kau tidak akan bahagia dengannya..”

“Lalu kenapa kau pergi begitu saja? Membuatku memutuskan sesuatu yang aku saja tak tahu apa keputusan itu baik untukku atau tidak.”

Kris mendekat dan berlutut di hadapan wanita yang entah sejak kapan menyayanginya. “Mianhae, tapi hanya itu yang bisa aku lakukan untuk keluarga Byun yang telah membesarkanku dengan baik..”

Tangan Se Kyoung meraih wajah Kris. “Kau telah membuatku jatuh, jatuh ke lubang yang sangat dalam dan aku harap bukan Baekhyun oppa lah yang akan menyelamatkanku..”

“Maafkan aku,” Kris melepas tangan Se Kyoung lalu memeluknya.

Se Kyoung membalas pelukannya dengan erat tak ingin melepasnya barang sedetikpun.

“Jangan.. tinggalkan aku.. jebal..” bisik Se Kyoung terdengar lemah.

Kris tertawa kecil, “Bukankah aku yang seharusnya bicara sperti itu? Kau yang akan menikah, bukan aku.”

”Your phone is ringing!” seru Junmyeon dari kamar Kris tiba-tiba.

“Kau istirahatlah dulu, arraseo?” ucap Kris pada Se Kyoung sebelum meninggalkannya ke kamar.

Tak lama Kris keluar dari kamarnya dengan ponsel di tangannya. “Aku yakin sekali Baekhyun sedang mencarimu.”

“Biarkan saja..” jawab Se Kyoung singkat tanpa terlihat takut atau ragu sedikitpun.

Lagi-lagi Kris tertawa kecil.

“Ah, bagaimana rambut baruku?” tanya Kris sambil mengusap-usap rambutnya yang ia cukur pendek.

Se Kyoung memperhatikannya sejenak lalu menghela napasnya, “I hate it. Waeyo?”

“Haha, aku dengar orang yang patah hati biasanya akan memotong rambutnya.”

“Patah hati? Oh, really?” jawab Se Kyoung dengan nada menyindir.

“Jinjja, for real.” Kris menatapnya dengan lembut. Mencoba meyakinkan Se Kyoung.

“Aku lapar,” ucap Se Kyoung tak mau terlihat salah tingkah. Ia langsung melahap selembar roti panggang di depannya dengan cepat.

\\\\\/////

Kris’s POV

“Kemana Junmyeon oppa pergi?” tanya Se Kyoung yang sedang merebahkan tubuhnya di atas pangkuanku.

Aku terdiam sejenak, “Junmyeon sedang me— tunggu, sejak kapan kau memanggilnya oppa?!”

“Ia memintaku untuk memanggilnya begitu saat kami masih di pesawat. Wae?”

“Ani, hanya saja.. Kau memanggil Junmyeon dengan oppa, begitupun dengan Baekhyun. Apa kau tahu kalau kami bertiga itu berusia sama?”

“Arasseo-yo, Kris oppa~!”

Well, then, Kris just a way better,” jawabku yang sontak merasa aneh dengan embel-embel ‘oppa’ itu.

Teng~ Tong~

“Sepertinya Junmyeon oppa sudah kembali. Biar aku bukakan pintunya,” ujar Se Kyoung bangkit.

“Tunggu, biar aku saja,” Aku menahan tangan Se Kyoung. “Kau masuklah ke kamar sekarang.”

Tanpa bertanya kenapa, Se Kyoung langsung berjalan memasuki kamar.

Aku melihat Junmyeon yang tidak sediri di depan pintu apartemennya lewat intercom sebelum membukakan pintu.

“Apa kabar, sepupu?”

“Ah, dimana kau bertemu Junmyeon?” tanyaku sambil berjalan masuk mengikuti Baekhyun yang sudah terlebih dahulu masuk.

“Aku melihatnya sedang berjalan ke arah apartemenmu.”

“Ah.. geurayo.. Kau ingin minum apa?”

Well, I just am wondering, why didn’t you answer my call?

Ah, you called? Aku sedang di kamar mandi tadi,” otakku terus berputar untuk mengakali keberadaan Se Kyoung di sini.

Baekhyun duduk di sofa di mana Kris melihat sweater Se Kyoung menggantung.

“Apa Se Kyoung kemari?” tanya Baekhyun saat melihat sweater Se Kyoung.

Aku tertawa pelan, “Apa kau melihat Se Kyoung di sini?”

Baekhyun meraih sweater kuning tebal dan memperlihatkannya padaku.

“Wae? Semalam temanku meninggalkan sweaternya di sini,” aku ambil sweater tersebut dan memberikannya kepada Junmyeon.

“Ah, aku kira sweater itu milik Se Kyoung..”

Aku buru-buru menggeleng, “Sweater seperti itu ‘kan tidak hanya dijual di Korea..”

Untuk beberapa saat kami terdiam. Aku menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang akan ia ajukan.

“Ah, baiklah. Aku kemari hanya untuk mengantarkan ini,” ia meletakkan sebuah undangan pernikahan yang terbungkus rapih dengan plastik. “Aku akan mengirimimu satu ke kantormu nanti, Junmyeon. Aku ingin kalian hadir di pernikahanku.”

“Kenapa tidak kau kirim saja undangannya?” tanyaku.

“Aku ingin menyampaikannya langsung padamu. Sekalian menjenguk sepupu kesayanganku ini,” jawabnya sambil menepuk pundakku. “Ah, ya, abeoji sepertinya ingin bertemu denganmu. Aku harap kau mengunjunginya di Seoul.”

/////\\\\\

Author’s POV

Kris membuka pintu kamarnya dan melihat Se Kyoung yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.

“Sepertinya kau harus pulang, Se Kyoung-ah,” Kris duduk di samping Se Kyoung.

“Arasseo, aku akan pulang asal kau ikut denganku,” jawab Se Kyoung.

Kris menghela napasnya berat. “Aku janji akan ke Seoul, tapi tidak bersamamu.”

“Ah, baiklah… Aku akan pulang besok. Hari ini biarkan kami menginap di sini, ya? Aku tak tega melihat Junmyeon oppa yang sepertinya masih terkena jetlag..”

“Ye, kau boleh menggunakan kamar ini selama kau di sini,” ucap Kris yang lalu mengecup kening Se Kyoung sebelum meninggalkan kamar.

Se Kyoung termenung, memikirkan bagaimana ia akan menjalani pernikahannya dengan Baekhyun nanti.

Keesokan harinya Junmyeon dan Se Kyoung berangkat dengan pesawat pukul 7.45 pagi

“Sampai jumpa di Seoul, Kris,” ucap Junmyeon sebelum berjalan masuk ke bandara.

Se Kyoung memeluk Kris dengan erat, “Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku.”

“Haha, baiklah, sampai jumpa di Seoul. Jaga dirimu baik-baik, arachi?” Kris melepaskan pelukan Se Kyoung lalu mengecup bibir Se Kyoung dengan lembut.

/////\\\\\

“Eonni kau akan menikah besok!! Cepat pulang atau eomma akan panggil polisi!!” Hyo Lim berteriak di hadapan ponselnya. Ia kesal karena kakak satu-satunya itu malah menghilang entah kemana di saat orang-orang sibuk dengan pernikahannya.

“Yah! Aku di sini kenapa kau harus berteriak seperti itu!” seru Se Kyoung yang ternyata baru saja masuk ke rumah.

Hyo Lim memijat dahinya pelan, “Aigo, aku tidak tahu kalau orang bisa begitu santai menghadapi hari pernikahannya besok. Dari mana saja kau eonni? Eomma sudah mengamuk sedari tadi.”

“Aku hanya sedang ingin makan es krim. Kau mau?” jawab Se Kyoung ringan sambil menawari Hyo Lim es krim rasa vanilla di tangannya.

“Aigo..” eluh Hyo Lim lagi.

“Kau semakin mirip eomma, Hyo Lim-ah. Tenang saja, aku tidak akan kabur.”

Se Kyoung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya, menghela napas berkali-kali mengingat besok adalah hari pernikahannya.

DRRRT DRRRT DRRRT

Tangan Se Kyoung meraba-raba kasurnya mencari ponselnya yang bergetar.

“Kris?” gumam Se Kyoung heran.

“Yeoboseyo?”

Ah, aku tahu ini gila, tapi apa kau mau menemuiku di pintu bandara Incheon besok pukul 9 pagi?

~TBC~

Miannn~!! >.< super ngaret dan masih juga belum tamat -,-“ janji tinggal 1 chapter lagi lalu tamat!😀 harap bersabaaaar~ *bow*

3 thoughts on “Accidentally In Love [Part 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s