Accidentally in Love [Part 3]

Accidentally In Love – Part 3

Author: @tyasung

Cast    : Kris (EXO M), Baekhyun (EXO K), Suho (EXO K),

Shim Se Kyoung, Shim Hyo Lim, Song Ye Rin

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating            : General

~~~~~~~~~~~~~

Se Kyoung’s POV

“Neomu yeppoda, Kyoung-ah~” ucap Baekhyun saat menjemputku di apartemen.

“Gomawoyo, oppa..”

Kami dalam perjalan ke acara reuni SMA Baekhyun. Sebenarnya hari ini aku merasa tidak terlalu sehat, tapi aku sudah berjanji untuk menemaninya pergi.

Sesampainya di sana, seorang namja menghamiri Baekhyun. “Baekhyun! Ahh, sudah lama sekali kita tidak bertemu, ya! Hahaha..” sahut seseorang yang sepertinya teman dekat Baekhyun saat di SMA dulu.

“Hey, dimana Kris?” tanyanya lagi pada Baekhyun.

Baekhyun melihat ke sekeliling sebentar, “Mungkin dia masih dalam perjalanan.. Ah, perkenalkan ini Shim Se Kyoung.”

“Aigoo, pacarmu? Haha.. Kenalkan, aku Kyongsoo. Do Kyungsoo,” ucapnya sambil lalu menjulurkan tangannya yang aku sambut sambil tersenyum ramah.

Selama di pesta Baekhyun kebanyakan berdiri berbincang bersama teman-temannya. Aku yang sama sekali tidak mengerti dengan pembicaraan mereka dan memilih duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dengan tempat Baekhyun berada.

“Aih, seharusnya aku tidak pake heels kemari,” gerutuku sembari mengusap-usap daerah mata kakiku yang pegal dan mulai lecet.

Entah sudah berapa kali aku menghela napas bosan di sini. Menurutku pesta ini lebih terasa seperti pesta bisnis yang biasa appa hadiri dibandingkan pesta reuni.

Sudah lumayan lama aku duduk di sini. Mataku mencari Baekhyun, tapi yang aku lihat malah Kris yang sedang dikerumuni wanita-wanita cantik. Ternyata dia sudah sampai.

“Ah, apa dia sepopuler itu?” gumamku pelan dan saat itu pula mata kami bertemu. Sesegera mungkin aku alihkan pandanganku. Aku putuskan untuk pergi ke beranda mencari udara segar.

/////\\\\\

Author’s POV

Se Kyoung melihat sekeliling memastikan kalau tidak ada siapapun di beranda. Dengan perlahan ia lepas sepatu high heels-nya.

“Aih, aku memang tidak akan bisa memakain high heels,” rintih Se Kyoung saat melihat lecet di pergelangan kakinya.

“Kenapa malah berdiri di sini?” tegur Kris yang ternyata sudah ada di belakang Se Kyoung dari tadi.

Se Kyoung menghela napasnya lalu berbalik. “Aku hanya ingin mencari udara segar di sini.”

Kris menengadah melihat langit gelap, “Saat mendung seperti ini?”

“Ya apa boleh buat, aku kepanasan di dalam. Kau sendiri sedang apa di sini?”

“Mengikutimu,” jawab Kris santai.

Se Kyoung membulatkan kedua matanya. “Kau stalker, ya?”

Tawa Kris meledak begitu saja. “Hahahaha.. Rasa percaya dirimu besar juga ya. Aku kemari hanya mau memberimu ini,” ucap Kris sembari menyerahkan sebuah kantong plastik berisi sepasang sepatu flat.

“Ah, ani, ani. Aku tidak mau menerima pemberianmu lagi,” tolak Se Kyoung.

“Lagi? High heels itu ‘kan bukan aku yang membelikannya. Jadi aku masih berhutang padamu.”

High heels ini memang bukan Kris yang membelikan, tapi teman Kris, Junmyeon, memberikannya secara cuma-cuma karena Kris adalah teman baiknya. Hal inilah yang membuat Se Kyoung kurang nyaman.

Kris berjongkok di depan Se Kyoung, meraih kaki Se Kyoung.

“Ya, apa yang kau lakukan?!” ucap Se Kyoung sedikit risih namun wajahnya memerah.

“Sstt..” Kris mengeluarkan dua buah plester luka, membukanya, lalu memasangkannya di kedua pergelangan kaki Se Kyoung.

“Selesai,” ucap Kris berdiri. “Sekarang pakai sepatu ini saja. Jangan memaksakan sesuatu yang kau tak suka,” lanjut Kris lalu berbalik, berjalan masuk kembali ke gedung.

Se Kyoung menjulurkan tangannya, menarik blazer hitam yang dikenakan Kris. Kris berhenti lalu berbalik ke arah Se Kyoung.

“Go.. gomawoyo, Kris-ssi,” ujar Se Kyoung pelan sambil menundukkan kepalanya, malu.

Kris mendekat. “Apa? Aku tak mendengarnya. Bisa kau ulangi lagi?”

Se Kyoung mengangkat kepalanya menatap Kris kesal. “Terimakasih,” ulangnya singkat.

Lagi-lagi terdengar tawa Kris. “Sama-sama, Se Kyoung-ssi,” balas Kris yang lalu mengecup bibir Se Kyoung singkat.

Kris melepaskan blazernya, lalu memakaikannya di bahu Se Kyoung. “Jangan paksakan diri untuk pergi kalau sedang tak enak badan,” lanjut Kris lalu berjalan masuk kembali ke gedung.

\\\\\/////

“Kyoung-ah, gwaenchanayo?” tanya Baekhyun heran karena melihat Se Kyoung diam selama perjalanan pulang.

“Hm? Aniyo, mungkin hanya kelelahan..” jawab Se Kyoung sedikit salah tingkah teringat kejadian saat di reuni tadi.

“Geuraeyo? Masuklah, dan langsung beristirahat. Jangan sampai sakit, arachi?” ucap Baekhyun sembari mengusap kepala Se Kyoung lembut.

Se Kyoung mengangguk pelan, lalu masuk ke apartemennya.

Sudah pukul 3 dini hari dan Se Kyoung masih belum bisa tidur. Di pikirannya masih saja terulang perlakuan Kris semalam. “Aigo, aigoo! Kenapa aku harus memikirkan hal itu?!”

Ia menarik selimut menutupi tubuhnya lalu memejamkan mata sekuat mungkin. “Tidur! Tidur!” ujarnya terus mensugesti dirinya agar cepat tidur.

/////\\\\\

Piip Piip Piip

Bunyi termometer di dalam mulutnya. “39,2 derajat celcius,” gumam Se Kyoung lemas.

Ia meraih ponselnya dari meja kecil di samping ranjang, lalu menghubungi Ye Rin, memberitahu keadaannya dan akan bolos kerja sampai keadaannya membaik. Walaupun Ye Rin sempat mengomeli Se Kyoung sebentar, ia berjanji akan datang untuk menjenguk atasan tercintanya itu.

Se Kyoung sudah memastikan kalau keadaannya akan memburuk sejak pukul 5 dini hari dan ia belum bisa memejamkan matanya. Akhirnya ia putuskan untuk bangun dan memasak ramyeon untuk sarapan pagi.

DRRT DRRT DRRT DRRT

Baekhyun – Byun calling..

“Yeoboseyo?”

“Kyoung-ah! Kau sakit?” terdengar suara Baekhyun sangat khawatir.

“Aniyo, gwaenchana. Aku hanya sedikit flu. Oppa tau dari mana?”

“Aku tadi ke kantormu, lalu Ye Rin bilang kau sakit, jadi tidak masuk kerja..”

“Ah, ye. Aku hanya butuh istirahat lebih, oppa.”

“Jeongmal? Aku akan datang ke apartemenmu. Mungkin siang ini.”

“Gomawoyo, oppa..”

“Ne~”

\\\\\/////

Se Kyoung menghabiskan hampir setengah harinya hanya berbaring di sofa ruang tengah, menonton televisi yang acaranya pun tidak jelas. Ia terus menekan tombol-tombol remotnya sampai ia bosan.

“Aigo.. Parasetamol pun aku tidak punya..” gumamnya kesal pada diri sendiri. Sekarang ia hanya akan diam berbaring di sofanya dan menunggu bantuan datang.

TING TONG~ TING TONG~

Se Kyoung bangun dari baringannya dengan sekuat tenaga dan berjalan ke arah pintu.

“Eonni!” seru Ye Rin saat Se Kyoung membukakannya pintu. Ye Rin langsung masuk menerobos begitu saja dengan barang bawaan yang sangat banyak tanpa menghiraukan lelaki yang tadi memberinya tumpangan.

“Kau memang tidak bisa menjaga dirimu, ya?” ujar Kris yang masih berdiri di depan pintu.

“Aku sedang tidak ingin berdebat. Kau mau masuk atau diam di sana saja?” tanya Se Kyoung dingin berbanding terbalik dengan wajahnya yang sangat terasa panas saat ini.

“Eonni, sudah kuduga kalau kau bahkan tidak punya parasetamol! Ini cepat makan buburnya lalu minum obat dan segeralah tidur!” titah Ye Rin yang sedang sibuk menyiapkan mangkuk untuk bubur yang sudah ia masak terlebih dahulu di dapur kantor Se Kyoung.

Se Kyoung menghampiri Ye Rin yang sedang sibuk di dapur. “Ya, kenapa kau bisa datang bersama orang itu?” bisik Se Kyoung.

Ye Rin melirik ke arah Kris sekilas. “Ah, Kris oppa? Aku tadi bertemu dengannya saat di apotek, lalu dia memberiku tumpangan sampai sini. Apa eonni memberitahunya kalau eonni sedang sakit?”

“Ani, wae?”

“Geuraeyo? Dia dengan tepat menebak kalau parasetamol yang kubeli untukmu. Ah, aku juga heran kenapa dia bisa mengenalku. Apa eonni mengenalnya?” jelas Ye Rin.

“Ye, dia sepupunya Baekhyun. Dia juga datang ke pembukaan butik di Gangnam, jadi mungkin dia melihatmu di sana..” jawab Se Kyoung sambil melihat Kris yang sedang duduk dengan santai di ruang tengah apartemennya.

“Ah, pantas aku merasa pernah melihatnya tapi tidak tahu dimana..”

“Rin-ah, aku mau mandi dulu,” ucap Se Kyoung yang hanya dibalas anggukan oleh Ye Rin.

/////\\\\\

“Eonni, semua obatmu aku letakkan di dekat kulkas. Jangan sampai lupa untuk meminumnya. Banyak pekerjaan menunggu di kantor,” celoteh Ye Rin sambil mengenakan sepatunya.

“Ne~~” jawab Se Kyoung malas.

“Se Kyoung-ssi, aku pergi mengantarnya dulu,” ucap Kris yang sama sekali tak ditanggapi Se Kyoung.

Kris dan Se Kyoung tidak berinteraksi sama sekali dari tadi. Se Kyoung sangat ingin menanyakan masalah semalam, tapi rasa gengsinya lebih tinggi dari rasa ingin tahunya.

Satu jam kemudian bel apartemen Se Kyoung kembali berbunyi. “Ah, mungkin Baekhyun,” ujar Se Kyoung lalu bangkit dari duduknya.

Ia menghela napasnya dalam saat tahu siapa yang datang.

“Ada apa lagi? Ada yang ketinggalan?” tanya Se Kyoung.

Kris menggeleng. “Boleh aku masuk?”

Dengan terpaksa Se Kyoung mempersilahkan Kris masuk.

“Aku kemari karena Baekhyun tak bisa datang menjengukmu,” ucap Kris memulai pembicaraan.

“Jeongmal? Tadi dia bilang kalau dia mau datang,” balas Se Kyoung.

“Ye. Dia ada rapat mendadak, jadi dia memintaku untuk datang menggantikannya.”

Se Kyoung menatap Kris heran sekaligus tidak percaya. “Hah.. konyol sekali. Jangan coba-coba membohongiku, Kris-ssi. Aku tahu ia pasti menghubungiku kalau ia tak bisa datang. Bukan malah menyuruh orang lain untuk menggantikan dirinya.”

“Kau bisa menghubunginya sekarang kalau kau mau,” ucap Kris yang lalu memberikan ponselnya kepada Se Kyoung.

Se Kyoung mengambil ponsel Kris lalu menghubungi Baekhyun.

“Yeoboseyo? Kris, kau sudah bersama Se Kyoung?”

“Oppa, ini aku, Se Kyoung..”

“Ah, Se Kyoung-ah mianhaeyo. Tiba-tiba ada rapat yang harus aku hadiri, jadi aku meminta Kris untuk menemanimu sampai rapatku selesai. Jeongmal mianhae..”

“Ah, geuraeyo? Gwaenchana, oppa. Aku sudah merasa baikan..”

“Syukurlah kalau begitu.. Kyoung-ah, aku harus kembali ke rapatku. Sampai nanti, ya~!”

“Ye, oppa. Hwaiting~!”

Se Kyoung mengembalikan ponsel tersebut pada Kris.

“Masih tidak percaya?” ledek Kris.

Ia menggeleng. “Terimakasih. Terimakasih telah datang.”

Kris mendudukan dirinya di sofa ruang tengah Se Kyoung lalu menyilangkan kakinya. “Kau kenapa?”

“Ani,” jawab Se Kyoung yang terlihat sedikit lemas.

“Aku datang kemari untuk membantumu, jadi katakan saja kalau kau membutuhkan sesuatu,” lanjut Kris menatap Se Kyoung dari duduknya.

Mereka sama-sama terdiam selama 1 jam. Kris dan Se Kyoung hanya diam di tempat mereka masing-masing sambil menonton televisi yang lumayan menyita perhatian mereka. Saat acara tersebut selesai mereka sama-sama menghela napas.

“Acaranya lumayan bagus..” ucap Kris mencoba membuka pembicaraan.

Se Kyoung hanya menggangguk sambil tersenyum tipis lalu berjalan ke arah dapur. “Kau mau minum apa? Atau makan sesuatu yang hangat? Aku bisa memasakkanmu ramyeon jika kau mau..”

Kris akhirnya bangkit dari duduknya dan menghampiri Se Kyoung di dapur. “Sudah berapa kali aku katakan untuk tidak memaksakan diri. Kau duduk sa—… Kau kenapa?”

“Gwaenchanayo, mataku memang sensitif pada debu..” jawab Se Kyoung sambil mengusap matanya pelan.

Kris menahan tangan Se Kyoung lalu mendudukkannya di kursi makan. Ia berlutut di hadapan Se Kyoung sambil masih memegangi tangan wanita di depannya itu.

“Sekarang jawab aku, ada apa denganmu?”

Se Kyoung menarik napasnya dalam. “Aku hanya terkadang berpikir apa Baekhyun oppa benar-benar serius menerima perjodohan ini..”

“Soal Baekhyun ternyata. Maaf karena malah aku yang ada di sini..”

“Aniyo, aku memang terkadang sebal dengan sifatmu yang seenaknya, tapi kau cukup membantuku setiap aku membutuhkan seseorang. Lagipula, Baekhyun oppa yang menyuruhmu kemari menggantikannya. Mau bagaimanapun aku harus berterimakasih padamu, Kris-ssi..”

Kris menghela napasnya sambil mengusap tangan Se Kyoung yang ada di genggamannya. “Apa kau menyukai Baekhyun?”

Se Kyoung mengerutkan dahinya, entah kenapa merasa aneh dengan pertanyaan yang seharusnya sudah ia ketahui jawabannya. “… tentu saja.”

“Kalau begitu kau harus yakin dengannya..”

“Aku yakin dengannya. Aku yakin kalau ia akan bisa menjadi pendampingku.. tapi, menggenggam tanganku saja belum pernah..”

Kris langsung sontak melepaskan genggamannya pada tangan Se Kyoung.

“Haha, apa kau merasa tidak enak? Lalu kenapa kau bisa begitu mudah menciumku semalam?” ucap Se Kyoung spontan tanpa ia sadari.

Namja beralis tegas itu mengalihkan pandangannya, tak berani menatap Se Kyoung. “Itu karena aku kasihan padamu yang terlihat kesepian..”

Tak lama terdengar tertawa kecil Se Kyoung namun terdengar menyedihkan. “Bahkan kau pun mengasihaniku..”

Se Kyoung berdiri dari duduknya diikuti Kris. “Sudah seharusnya aku menolak perjodohan ini. Aku sekarang benar-benar bingung kenapa aku mau menjalaninya. Apa aku terlihat begitu menyedihkan sampai jodohpun harus dicarikan..”

“.. kemana Baekhyun oppa di saat aku kesepian? Di saat aku sakit? Saat sedang bersamanya pun aku merasa bahwa ia tak pernah benar-benar bersamaku,” lanjut Se Kyoung yang mulai terisak.

“Se Kyoung-ssi,” tegur Kris yang tidak dihiraukan oleh Se Kyoung yang sekarang sedang duduk di atas sofa sambil memeluk kedua lututnya.

“Aku bahkan merepotkanmu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalahku..” Se Kyoung mulai meracau lagi.

Kris menghampirinya lalu memeluknya dari samping. “Jujur saja aku di sini karena aku menginginkannya—“

“Karena kau kasihan melihatku kesepian ‘kan?” potong Se Kyoung.

“Cukup,” Kris menarik tubuh Se Kyoung untuk menatapnya. “Apa kau tidak sadar kalau selama ini aku menyukaimu? Aku bisa menciumu lebih dari semalam kapanpun aku mau kalau aku tidak harus menahan diriku, kalau aku tidak harus mengetahui fakta kalau kau dijodohkan dengan Baekhyun yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri!”

Se Kyoung terdiam tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

“Aku bisa saja membiarkan diriku mati karena rasa sakit saat kecelakaan, tapi tidak, aku mendengar suaramu dan saat itu aku berpikir aku harus hidup agar bisa terus melihatmu..”

Kris tidak menunggu respon dari Se Kyoung langsung memeluknya dengan erat seakan tidak mau melepasnya lagi.

TING TONG~ TING TONG~

Mereka berdua sama-sama terkejut dan langsung menjauh menjaga jarak.

“Aku akan bukakan pintu,” ujar Kris lalu berdiri berjalan ke arah pintu.

Saat tiba di pintu depan, betapa terkejutnya Kris mendapati pintu yang tidak tertutup rapat dan Baekhyun yang sepertinya mendengar percakapannya dengan Se Kyoung barusan.

“Se Kyoung-ah, odiga?” sahut Baekhyun yang menerobos masuk begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan Kris.

\\\\\//////

“Eonni, bukankah bagian lengannya terlalu terbuka untuk pakaian musim dingin?” tanya Ye Rin sambil memperhatikan desain yang sedang mereka kerjakan bersama.

Ye Rin yang tidak mendapatkan jawaban dari atasannya itu segera menghampiri Se Kyoung di mejanya. “Eonni, waeyo? Apa kau sakit lagi? Sudah tiga hari ini kau terlihat tak bersemangat..”

Se Kyoung menatap ponselnya kosong, “Kemana dia?”

“Ne?” tanya Ye Rin yang lagi-lagi tidak dihiraukan Se Kyoung.

Akhirnya Ye Rin menyerah dan kembali ke pekerjaanya, tapi tak lama kemudian Se Kyoung menghampirinya. “Rin-ah, bagaimana menurutmu kalau ada seorang lelaki yang pergi menghilang begitu saja setelah menyatakan perasaannya?”

“Ne? Apa Baekhyun oppa sudah melamarmu, eonni? Apa dia pergi begitu saja setelah melamarmu?”

“Ah, aniyo! Ini bukan tentangku, ini kejadian yang menimpa teman sekolahku dulu..”

“Hmm, jeongmalyo? Aku tidak berpengalaman banyak soal cinta, tapi menurutku pria yang seperti itu adalah pria pengecut, atau dia hanya ingin main-main saja denganmu, ah.. maksudku temanmu, eonni,” jawab Ye Rin yang sudah tahu kalau masalah itu adalah masalah Se Kyoung, bukan teman sekolahnya.

Se Kyoung lagi-lagi termenung entah memikirkan apa.

Ye Rin yang khawatir dengan keadaan Se Kyoung akhirnya memutuskan untuk menghubungi Baekhyun.

Tok Tok..

“Ne..” ujar Se Kyoung berjalan ke pintu ruangannya.

Sebuket besar bunga mawar merah menyambut matanya saat membuka pintu. “Anyeong~” sapa Baekhyun yang menampakkan dirinya dari balik buket tersebut.

“Oppa, gomawoyo..” Se Kyoung menerima buket bunga kesukaannya itu.

Baekhyun masuk dan melihat ruangan Se Kyoung yang lumayan berantakan. “Kau sedang sibuk?”

Se Kyoung menggeleng, “Aniya, aku hanya belum sempat membereskan ruanganku..”

“Bagaimana kalau kita makan siang di luar?” ajak Baekhyun yang dijawab anggukan dari Se Kyoung.

//////\\\\\\

Kris meletakkan cangkir tehnya di meja, meraih blazer hitamnya dan berdiri.

“Mau kemana kau?” tanya Junmyeon.

“Aku akan pulang ke Kanada,” jawab Kris singkat.

Junmyeon mengerutkan keningnya heran, “Waeyo? Kenapa mendadak sekali?”

“Besok tanggal 2,” jawab Kris singkat sambil menatap keluar jendela.

“Ah, aku pikir kau sudah bisa move on dari batu nisan itu.”

Kris menundukkan kepalanya, “Aku hanya menepati janjiku padanya..”

“Sun Ah akan menderita jika kau begini terus. Kau memang berjanji padanya untuk tidak akan lupa pada hari jadi kalian, tapi apa kau akan begini terus sampai kau mati?”

Kris diam tak bisa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.

“Aku yakin Sun Ah akan bahagia kalau kau juga bahagia di sini..”

“Bagaimana kalau kebahagianku adalah dirinya?”

Junmyeon menggeleng, “Aku bisa dengan jelas melihat kalau kau sudah bisa melepaskan Sun Ah. Terlihat jelas saat kau bersama si wanita “heels” itu.”

“Hah.. jangan bercanda.. Aku memang menyukainya, tapi aku tidak akan bisa memilikinya, jadi untuk apa aku perjuangkan?”

“Ya, sejak kapan Wu Yi Fan yang aku kenal bisa sepesimis ini? Kau tidak mau kehilangan wanita yang kau cintai untuk yang kedua kalinya ‘kan?”

Kris menghela napas pendek, “Aku bahkan sudah kehilangannya sebelum aku memilikinya..”

“Dia sudah punya pacar, ya?”

“Bahkan calon suami. Dia dijodohkan dengan Baekhyun,” jawab Kris sambil tertawa miris.

“Baekhyun? Maksudmu, Byun Baekhyun sepupumu itu?”

“Tentu saja. Dia juga sudah tahu kalau aku menyukai Se Kyoung.”

Lagi-lagi Junmyeon terkejut. “Mworago? Kenapa bisa?”

“Dia tak sengaja mendengar pengakuan cintaku..”

“Lalu, apa dia mengatakan sesuatu padamu?”

Kris menggeleng. “Belum, tapi aku yakin dia tidak akan membiarkan aku merebut Se Kyoung darinya. Terlihat jelas dari tatapannya padaku.”

“Ya, kalau sudah begini masalahnya, aku rasa aku tak akan ikut campur. Aku akan dukung semua keputusanmu. Hanya saja, aku tidak mau melihatmu kalah sebelum bertempur, Kris!” ujar Junmyeon sambil menepuk bahu Kris pelan.

\\\\\/////

Se Kyoung mengaduk sup jagung yang ada di depannya. Terlihat tidak bernafsu makan.

“Se Kyoung-ah, waeyo? Kau terlihat lemas,” tanya Baekhyun yang sedaritadi memperhatikan sikap Se Kyoung.

Gadis itu hanya menggeleng pelan sembari tersenyum tipis meyakinkan Baekhyun.

“Kyoung-ah, aku tahu mungkin kita belum terlalu lama berhubungan, tapi aku rasa aku ingin membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Aku tidak akan memaksa, tapi aku harap kau mau mempertimbangkannya,” ujar Baekhyun yang lalu berlutut dihadapan Se Kyoung dengan sebuah kotak berisikan cincin berlian di dalamnya.

Lamaran dadakan ini tentu saja membuat Se Kyoung terkejut, tapi apa yang dikatakan Baekhyun benar, mereka memang harus segera memutuskan dimana perjodohan ini akan berakhir.

Se Kyoung menerima cincin tersebut yang berarti sebuah ‘Ya.’ Baekhyun bangkit, memasangkan cincin tersebut di jari manis Se Kyoung lalu memeluknya dengan erat. Para pengunjung restoran tersebut yang ternyata telah memperhatikan mereka berdua pun menepukkan kedua tangan mereka dengan gembira.

“Gomawo, Se kyoung-ah, gomawo..” ucap Baekhyun yang dijawab anggukkan pelan dari Se Kyoung.

 

~TBC~

*bow* terimakasih yang udah ngikutin sampai part ini, yang udah mau komen juga makasiiih~😀 FF ini kayaknya bakal tamat di part 4, jadi harap sabar menunggu yaa~ seperti biasa, diharapkan kritik/saran untuk FF ini ya, readers.. gomawo *bow*

8 thoughts on “Accidentally in Love [Part 3]

  1. Kriiisssss….you must fight for your love..
    Just go get her.. Im so confused if im to be se kyoung here,those boys are so perfect,but please choose that you loved so much..
    I hope u choose Kris instead of baekhyun..kkkk
    Cant wait for next chapter..
    Soon please..

  2. Huahhhhhhh ….. Hiks hiks …. Se kyung mau married sama baekhyun ….. ( bkn sama kris ) …. Hiks ….
    Kris dulu pernah di tinggal mati kekasih nya ya ?
    Kasian … Kris …. Lg 2 sedih …. Hiks …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s