Accidentally In Love [Part 2]

 Accidentally In Love – Part 2

By       : @tyasung

Cast    : Kris (EXO M), Baekhyun (EXO K), Suho (EXO K), Shim Se Kyoung, Shim Hyo Lim

Genre : Romance

~~~~~~~~~~~~~~

Author’s POV

“Wu Fan?” gumam Se Kyoung pelan beberapa saat setelah seorang perawat memberikan benda-benda milik Kris yang ditemukan di pakaiannya.

Se Kyoung sekarang sedang membaca tanda pengenal lelaki yang ia kenal bernama Kris itu.

Tak lama, beberapa polisi mendatangi Se Kyoung yang masih duduk di kursi tunggu di depan ruang rawat Kris.

“Apa agassi keluarga korban?” tanya salah satu polisi pada Se Kyoung.

“Ne.. Ah, apa aku boleh tahu bagaimana kecelakaan ini terjadi?”

Sang polisi mengangguk. “Menurut beberapa saksi, ada pengendara mabuk yang mengendarai mobilnya secara serampangan dan menabrak mobil korban yang sedang terparkir dengan korban yang masih berada di dalam mobilnya.”

“Tapi, aku hanya tidak melihat mobil atau orang lain berada di tempat kejadian..”

“Ah, kami butuh waktu yang lumayan lama untuk mengeluarkan korban dari mobilnya. Saat itu beberapa petugas sudah memindahkan mobil si pelaku untuk pemeriksaan selanjutnya. Agassi mungkin baru datang saat para petugas baru berhasil mengeluarkan korban dari mobilnya,” jelas sang polisi dengan tegas.

Se Kyoung mengangguk mengerti. Para polisi pun membungkukkan badannya lalu pergi.

Se Kyoung kembali duduk, masih tak percaya dengan kejadian ini. Ia masih belum menghubungi Byun ahjussi ataupun Baekhyun. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana paniknya mereka nanti.

Tiba-tiba Se Kyoung tersadar dari lamunannya ketika seorang perawat menegurnya.

“Agassi, anda sudah bisa melihat korban.”

“Geurae? Ne, kamsahamnida,” jawab Se Kyoung yang lalu berdiri sembari memasukkan barang-barang milik Kris ke tas tangannya.

Kedua tangan Se Kyoung seketika bergerak menutupi mulutnya saat memasuki ruang UGD dimana Kris terbaring lemah.

Se Kyoung duduk di samping ranjang sambil tetap memperhatikan keadaan Kris yang memprihatinkan. Ia mendapat beberapa jaitan di dahi dan juga bahunya yang sepertinya terkena pacahan kaca yang lumayan banyak. Sedangkan tangan kanan dan beberapa jarinya digips dan dibungkus dengan perban tebal.

Sebuah amplop ronsen di atas meja pasien menarik perhatian Se Kyoung. Ia meraih amplop tersebut lalu diterawangnya lembaran ronsen tersebut.

Se Kyoung mengerutkan dahinya karena ia kurang mengerti dengan hal kedokteran seperti ini, tapi ia tahu kalau ini adalah hasil ronsen tulang rusuk Kris yang sepertinya tak terlihat baik-baik saja.

“Ah,” Se Kyoung dikejutkan dengan kedatangan dokter dengan beberapa lembar kertas di tangannya.

“Apa Kris baik-baik saja?” tanya Se Kyoung khawatir.

Sang dokter menghela napas pelan, “Untuk sekarang kami belum bisa memastikan, tapi kami yakin kalau ia akan pulih dengan cepat.”

“Lalu.. apa ada yang salah dengan tulang rusuknya?”

“Soal itu.. kami melihat retakkan yang tidak terlalu parah di tulang rusuk sebelah kanannya. Walau begitu, pemulihan ini mungkin tidak akan sebentar,” jawabnya lalu meraih hasil ronsen yang Se Kyoung letakkan di ranjang dan melihatnya.

Sekarang giliran Se Kyoung yang menghel napas. Dalam benaknya ia terus bertanya kenapa hal ini bisa sampai terjadi dan kenapa ia harus berada di situasi ini.

/////\\\\\

Se Kyoung’s POV

“Oppa, maaf karena aku baru memberitahumu.. Aku terlalu panik—“

Baekhyun mengusap kepalaku lembut, “Gwaenchana, Kyoung-ah. Aku bersyukur karena kaulah yang menemukan Kris, bukannya orang lain.”

Aku memutuskan untuk menghubungi Baekhyun setelah mendengar penjelasan dokter tadi. Baekhyun tidak datang bersama Byun ahjussi karena beliau sedang ada pekerjaan di Cina untuk beberapa hari dan Baekhyun pun tidak memberitahu ayahnya tentang kejadian ini karena takut ayahnya khawatir.

“Ah, bagaimana dengan pekerjaan oppa?”

Baekhyun menggeleng, “Ani, hal ini lebih penting dari pekerjaanku. Bagaimana denganmu? Kau belum sampai ke kantormu, ‘kan?”

Seketika aku teringat janjiku di kantor. Buru-buru aku rogoh tas tanganku mencari ponselku, memeriksa panggilan dan pesan masuk. “Ye Rin sama sekali tidak menghubungiku..”

Ku tekan tombol warna hijau di ponselku saat melihat kontak Ye Rin dan nada sambungpun berbunyi.

“Yeoboseyo?” terdengar Ye Rin menjawab.

“Ah, Ye Rin-ah! Bagaimana? Bagaimana?” seruku tak sabar.

Ye Rin menghela napas, “Eonni, kau harus sangat berterimakasih padaku.”

“Waeyo? Apa kau berhasil membuat janji lagi dengan Tuan Kim?”

“Ani..”

“Mwo..? Waeyo? Aigo, Ye Rin-ah..”

Lagi-lagi Ye Rin menghela napasnya. “Tapi aku berhasil membujuknya untuk memberi kita potongan sebesar 15%. Aku hebat, ‘kan?”

“Jinjja, Ye Rin-ah, jeongmal gomapta..” ucapku benar-benar merasa beruntung karena telah memilih Song Ye Rin sebagai asistennya.

“Aku akan mentraktirmu besok,” lanjutku sebelum memutuskan telepon.

\\\\\/////

Lima hari berlalu setelah kecelakaan itu terjadi. Baekhyun menghubungiku dini hari tadi memberitahuku kalau Kris sudah sadarkan diri. Aku datang menjenguknya, bukan karena aku peduli padanya, tapi karena aku menghormati Baekhyun.

“Annyeong~” sapaku pada Baekhyun saat memasuki ruang rawat Kris.

Aku letakkan parsel buah yang aku bawa di meja tunggu ruang tersebut lalu menghampiri Baekhyun yang sedang duduk di samping ranjang Kris.

“Karena Kris sudah sadarkan diri sekarang, aku pikir dia harus berterimakasih padamu, jadi aku menyuruhmu untuk datang. Apa aku mengganggu pekerjaanmu, Se Kyoung-ah?”

Aku menggeleng, “Aniyo, kebetulan aku sedang kosong hari ini.”

“Se Kyoung-ssi, aku sudah mendengar semuanya dari Baekhyun. Jeongmal gomawoyo. Aku tidak tahu kalau saat itu kau tidak melihatku,” ucap Kris dari ranjangnya.

“Gwaenchana, aku melakukan hal itu karena aku mengenalmu. Yah, hanya sekedar membantu..”

Tiba-tiba kami dikejutkan oleh deringan ponsel Baekhyun. “Aku tinggal sebentar, gwaenchana, Kyoung-ah?” ujar Baekhyun meminta izin untuk menjawab panggilan.

Aku mengangguk ringan sambil tersenyum sebelum Baekhyun meninggalkan ruangan.

“Kau benar yakin dengannya?” celetuk Kris.

Aku menoleh ke arahnya. “Ne?”

“Apa kau benar-benar menyukai Byun Baekhyun?” lanjutnya dengan penekanan di bagian ‘menyukai.’

“Itu bukan urusanmu, Kris-ssi.”

Aku dengar ia tertawa kecil.

“Wae? Apa yang lucu?” ucapku kesal.

Ia menggelengkan kepalanya. “Ani, hanya saja.. sikapmu itu.. jujur sajalah.”

“Ya, kau tidak mengenalku, jadi jangan seenaknya menilaiku sembarangan,” balasku kesal lalu beranjak dari kursiku.

Kris meraih tanganku dengan tangan kirinya yang bebas. “Jangan bohongi perasaanmu, Se Kyoung-ssi. Aku akui aktingmu barusan lumayan bagus.”

Aku tarik tanganku kasar lalu berjalan ke pintu. Saat itu pula Baekhyun membuka pintunya. “Kyoung-ah, sudah mau pergi?”

“Ah, ye.. aku harus ke Gangnam,” jawabku beralasan.

“Apa perlu kuantar?” tawar Baekhyun yang segera aku tolak dengan gelengan.

“Gwaenchana, oppa, aku membawa mobilku. Aku pergi dulu, ya.”

“Ne, terimakasih karena telah menyempatkan untuk datang kemari, Kyoung-ah.”

/////\\\\\

Author’s POV

Tiga bulan berlalu. Dalam rangka pembukaan cabang butik barunya di Gangnam, Se Kyoung sangat sibuk sampai-sampai waktunya untuk bertemu Baekhyun berkurang. Sebenarnya ia bisa saja bertemu dengan Baekhyun sepulangnya dari Gangnam, tapi ia hanya terlalu lelah untuk harus terus mendengar dering ponsel Baekhyun di setiap pertemuan mereka.

Se Kyoung memijat dahinya, kelelahan. “Ye Rin-ah, apa aku boleh mengambil cuti untuk 2 hari saja?”

Ye Rin melihat atasannya itu dengan heran. “Waeyo eonni? Kaulah bos di sini, bukan aku..”

“Ah, ye..” jawab Se Kyoung sambil kembali menatap layar komputernya.

“Eonni, kalau aku boleh memberi saran.. jangan ambil cuti dulu untuk beberapa hari ini.. pembukaan butik baru akan dilaksanakan minggu depan, ‘kan? Jadi—“

“Arasseo, arasseo, Rin-ah. Oleh karena itu aku meminta izin padamu, kau pasti punya jawaban yang pas untuk menolak permintaanku itu.”

Ye Rin mendecakkan lidah sembari menggelengkan kepalanya heran dengan sifat atasannya itu.

“Eonni, adikmu datang..” celetuk Ye Rin membuat Se Kyoung mengalihkan pandangannya dari layar komputer.

“Eonni~” rengek Hyo Lim saat memasuki ruanganku.

Se Kyoung berdiri menghampiri adik semata wayangnya itu. “Wae geurae?”

“Kau ingat lelaki bernama Sehun yang aku ceritakan minggu lalu?”

Se Kyoung menjawab dengan anggukan singkat.

“Kau tahu betapa aku menyukainya?”

Lagi-lagi Se Kyoung hanya menjawab dengan anggukan singkat.

“Kau tahu ‘kan kalau kami sudah berpacaran selama sebulan?”

“Ye, aku tahu. Lalu apa masalahnya? Langsung saja ke inti masalahnya, Lim-ah, aku sedang lelah.”

Hyo Lim memanyunkan bibirnya. “Ia memutuskan aku.. dan eonni tahu apa penyebab ia memutuskanku?”

Se Kyoung menggeleng malas, “Ani, aku sama sekali tidak tahu.”

“Ia menyukai wanita lain yang berusia 4 tahun lebih tua darinya! Aku curiga kalau ia mengencani wanita yang sudah besuami..”

Helaan napas keluar dari bibir Se Kyoung, “Hanya itu?”

“Apa eonni tidak punya reaksi yang lebih baik daripada itu? Adikmu ini sedang patah hati, kenapa eonni tidak mencoba untuk menghiburku?” gerutu Hyo Lim sembari berjalan ke arah kursi kerja Se Kyoung.

“Aku bosan selalu menghiburmu setiap kau patah hati. Toh kau akan segera melupakan mantan-mantanmu itu,” jawab Se Kyoung santai.

Hyo Lim menggerutu tidak jelas lalu duduk dan melihat pekerjaan eonni-nya di layar komputer. “Apa ini desain terbaru eonni?”

“Rencananya aku akan merilis pakaian itu saat pembukaan cabang baruku di Gangnam. Apa kau mau menjadi modelnya?”

Ye Rin yang sedari tadi menjadi saksi bisu di ruangan itu membuka  mulutnya, “Benar! Apa kau mau jadi model kami Lim-ah?”

“Apa aku secantik itu?” ucap Hyo Lim sambil mengibas rambutnya.

“Jangan besar kepala dulu, kami memlihimu hanya untuk mengurangi jumlah pengeluaran kami kali ini,” bantah Se Kyoung.

“Arasseo. Apa aku dibayar?”

Se Kyoung menatap Hyo Lim dengan sinis. “Kenapa kau begitu matrealistis, huh?”

“Aigo, eonni kenapa kau pelit sekali? Aku ini ‘kan masih pengangguran..” rengek Hyo Lim manja.

“Ara, ara. Kau mau berapa?” Se Kyoung menyerah.

Hyo Lim terlihat berpikir sejenak. “Aku tidak mau uang. Aku ingin eonni membuatkanku sebuah gaun untuk pernikahanku nanti..”

Kedua mata Se Kyoung dan Ye Rin membelalak. “Kau? Akan menikah?” tanya Ye Rin.

“Ya, bukankah kau baru saja putus dengan Sehun? Mau menikah dengan siapa?” tambah Se Kyoung.

Gadis berusia 22 tahun itu tersenyum jahil. “Aku memang tidak akan menikah dalam waktu dekat ini, tapi mungkin saja ‘kan aku akan mendahului kalian..”

Ye Rin mendengus, “Pentingkan karir untuk menunjang kehidupan di masa depan.”

“Tapi untuk apa berkarir kalau memiliki suami yang kaya raya?” balas Hyo Lim.

“Ya, mana calon suami kaya rayamu? Bagaimana kalau sampaii tua nanti tidak ada yang berminat denganmu karena sikap matrealistismu itu, Lim-ah?”

“Eonni, seharusnya kau tenang saja, masih ada yang lebih tua dari pada eonni dan bahkan belum punya rencana untuk menikah, hihi..” ledek Hyo Lim sembari melirik ke arah Se Kyoung.

“Aku masih 25 tahun. Kenapa kalian yang lebih muda daripada aku sudah meributkan masalah pernikahan, sih?” sela Se Kyoung.

“Eonni, bukankah eonni sudah dijodohkan dengan Baekhyun oppa? Berarti eonni akan menikah tidak lama lagi, ‘kan?” tanya Hyo Lim.

Se Kyoung menghela napas berat. “Aku tidak mau bergantung pada perjodohan itu. Aku dan dia sama-sama menjalaninya tanpa terbebani masalah pernikahan.”

Hyo Lim mengangguk mengerti. Ia meraih tas tangannya dari meja kerja Se Kyoung lalu mengeluarkan sebuah botol berisi jus jambu kesukaan kakaknya.

“Ini,” ucap Hyo Lim menyerahkan botol tersebut pada Se Kyoung. “Eomma menitipkannya padaku.”

“Gomapta. Sekarang kau akan kemana?” tanya Se Kyoung yang melihat adiknya sudah berdiri merapihkan pakaiannya.

“Entahlah, mungkin berburu lelaki kaya,” jawabnya dengan nada bercanda sebelum keluar dari ruangan Se Kyoung.

Sesaat setelah Hyo Lim keluar ruangan, Se Kyoung dan Ye Rin sama-sama menghela napas lelah.

\\\\\/////

Akhirnya tiba juga hari pembukaan butik cabang Gangnam milik Se Kyoung. Hampir semua undangan sudah datang memenuhi bangunan satu lantai itu. Setelah bekerja keras selama beberapa hari, akhirnya Se Kyoung, Ye Rin dan dengan bantuan beberapa staf bisa menyelesaikan semua persiapan tepat waktu.

“Oppa!” seru Se Kyoung saat melihat Baekhyun memasuki butiknya.

Baekhyun melambaikan tangannya lalu berjalan menghampiri Se Kyoung.

“Chukkae~ kau hebat Kyoung-ah,” puji Baekhyun yang lalu memberikan sebuket bunga mawar putih untuk Se Kyoung.

“Aa~ gomawoyo, oppa,” balas Se Kyoung senang menerima buket tersebut.

“Aku dengar Hyo Lim menjadi model untuk desain terbarumu?”

“Ah, ye.. aku rasa Hyo Lim cocok sekali dengan desainku kali ini,” jawab Se Kyoung.

“Sepertinya kau benar..” balas Baekhyun sambil melihat sosok Hyo Lim yang baru keluar dari belakang panggung dan berjalan dengan indahnya di atas panggung memamerkan gaun merah marun yang sederhana namun terkesan glamor dan elegan.

Se Kyoung melihat adiknya mendapatkan banyak perhatian dari tamu-tamu yang datang. “Aku benar-benar harus membuatkannya gaun pengantin,” gumam Se Kyoung pelan.

“Eomma, apa aku terlihat aneh saat di panggung tadi?” tanya Hyo Lim di belakang panggung.

“Aniyo, kau terlihat sangat mengagumkan, Lim-ah. Eomma dan appa sangat bangga pada kalian berdua..”

Se Kyoung datang menghampiri mereka berdua. “You did a great job!” ucap Se Kyoung senang yang lalu memeluk adiknya itu.

“Tentu saja! Aku memang multi-talented. Apa eonni baru menyadarinya?” bangga Hyo Lim.

“Se Kyoung-ssi,” panggil seseorang dari pintu backstage.

Hyo Lim yang menyadarinya langsung menyikut lengan Se Kyoung lalu melirik ke arah pintu dimana seorang pria tinggi memakai tuxedo.

“Kris?” ucap Se Kyoung bingung melihat seseorang yang sengaja tak ia undang datang. Se Kyoung lalau berlari kecil menghampirinya.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Se Kyoung langsung mengintrogasi Kris yang bahkan belum mengatakan tujuannya memanggil Se Kyoung.

Kris menghela napasnya. “Sebegitu bencinyakah kau padaku?”

Se Kyoung tidak menjawab melainkan hanya menolehkan kepalanya tak ingin menatap pria tinggi di depannya itu.

“Aku kemari karena Baekhyun yang mengajakku. Sekarang aku memanggilmu karena aku ingin menanyakan dimana Baekhyun. Tidak lebih.”

“Bukankah Baekhyun oppa ada di depan tadi?” jawab Se Kyoung masih tidak mau menatap Kris.

“Geuraeyo? Gomapseumnida, Se Kyoung-ssi,” balas Kris yang langsung pergi dari hadapan Se Kyoung.

\\\\\/////

DRRRT DRRRT DRRRT

“Yeoboseyo?” Se Kyoung menjawab panggilan teleponnya masih setengah sadar.

“Kyoung-ah, apa kau baru bangun?” terdengar suara Baekhyun.

Se Kyoung langsung bangun dari tidurnya. “Ah, aniyo.. oppa wae? Ada apa?”

“Hari Minggu nanti aku akan ada acara reuni SMA. Uhm, apa kau mau datang bersamaku?”

“Ah, tentu saja. Aku akan datang bersamamu, oppa.”

“Jeongmal? Gomawoyo, Kyoung-ah~”

“Ne, sampai jumpa hari Minggu, oppa~!”

Se Kyoung memutuskan panggilannya lalu kembali berbaring, berpikir, hubungannya dengan Baekhyun semakin lama semakin dekat, dan ia sekarang sudah memantapkan hatinya untuk menerima perjodohan ini.

/////\\\\\

“Eonni, hari ini kau ada jadwal untuk menghadiri undangan dari Bang sajangnim,” Ye Rin membaca lembaran yang berisi jadwal Se Kyoung minggu ini.

“Jam berapa?” tanya Se Kyoung malas.

Ye Rin melihat jam tangannya. “Kira-kira 2 jam lagi.”

“Mwo?” sontak Se Kyoung langsung berdiri dari duduknya. “Ya, kenapa kau baru memberitahu sekarang? Aku tidak punya sepatu yang bisa aku gunakan di pesta nanti.”

“Haah.. aku sudah memberitahumu semalam. Aku selalu merasa aneh denganmu, eonni. Kau seorang perancang busana yang hebat, tapi sama sekali tak punya high heels karena tidak biasa menggunakannya..” balas Ye Rin.

“Aih, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu, Song Ye Rin!”

“Kalau tidak salah, ada toko sepatu dua blok dari sini. Kenapa tidak coba cari di sana saja?” usul Ye Rin santai.

Se Kyoung langsung beranjak dan meraih tas tangannya. “Aku pergi dulu, beritahu aku kalau ada apa-apa.”

Sesampainya di toko sepatu tersebut, Se Kyoung seperti hilang arah. Ia tak tahu sepatu mana yang pantas untuk ia gunakan di pesta nanti. Gaunnya saja belum ia tentukan.

“Agassi, apa anda sudah menentukan pilihan anda?” tanya seorang pegawai toko pada Se Kyoung yang terlihat frustasi.

Se Kyoung mengambil sepasang sepatu untuk diberikan kepada pegawai toko tersebut. “Tolong yang ukuran 38.”

Tak lama pegawai yang tadi datang kembali dengan membawa sepatu pesanan Se Kyoung.

Se Kyoung segera mencobanya sembari melihat bayangan dirinya di cermin. “Apa ini cocok denganku?” gumam Se Kyoung pelan.

“Menurutku tidak.”

Mata Se Kyoung langsung tertuju pada Kris yang ia lihat dari bayangan di cermin. “Kau? Sedang apa di sini?”

Kris menghela napasnya dalam. “Apa pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutmu setiap melihatku?”

Se Kyoung diam tak menjawab ataupun berbalik menghadap Kris.

“Toko sepatu ini milik temanku. Aku kesini hanya sekedar mengunjunginya.”

Kris berjalan ke rak sepatu yang ada tidak jauh dari Se Kyoung berdiri, lalu mengambil sepasang sepatu dari rak tersebut dan memberikannya ke pegawai toko tadi.

Setelah pegawai toko tadi kembali dengan sepatu yang Kris minta, Kris membawanya ke Se Kyoung. “Bagaimana dengan yang ini? Tidak terlalu meriah, tapi juga tidak terlalu sederhana, cocok dengan image-mu.”

Se Kyoung menerimanya tanpa sepatah kata, lalu mencobanya. Nyaman. Itu yang ia rasakan saat menggunakan high heels setinggi 7 cm pilihan Kris.

Kris tersenyum lalu melambaikan tangannya untuk memanggil salah satu pegawai toko. “Aku ambil yang ini.”

“Tunggu! Aku yang bayar,” ucap Se Kyoung saat melihat Kris mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompetnya.

“Bukankah aku harus bertanggung jawab karena aku telah seenaknya memilihkanmu sepatu?” tanya Kris ringan sambil memberikan lembaran uang kertas tadi ke kasir.

“Tapi aku yang akan menggunakannya, jadi biar aku saja yang bayar!”

“Sudahlah, anggap saja ini bentuk terimakasihku karena kau telah menolongku di kecelakaan waktu itu.”

“Tetap saja! Lagipula kau ‘kan sudah berterimakasih saat di rumah sakit,” balas Se Kyoung sambil mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya.

“Kris? Kau masih di sini?” tiba-tiba seorang namja keluar dari ruangan di belakang kasir.

“Ye, aku ingin membeli sepasang heels ini..” jawab Kris dengan santai.

Namja itu menghampiri kami. “Membeli?” ia melirik ke arah Se Kyoung lalu kembali ke Kris. “Yeojachingu-mu?”

Kris tidak menjawab melainkan hanya tersenyum kecil.

“Ani! Aku bahkan tak mengenalnya!” elak Se Kyoung pada namja yang sepertinya adalah teman Kris.

“Kalau kau tidak mengenalnya, kenapa ia mau membelikanmu heels itu?” tanyanya lagi menggoda Se Kyoung.

“Sudahlah, dia memang bukan pacarku,” sela Kris akhirnya.

“Jeongmalyo? Ah, padahal aku hampir loncat kegirangan mengetahui sahabatku ini sudah bisa membuka hatinya lagi..”

Kris menatap namja yang bernama Kim Junmyeon itu. “Jangan bahas itu kalau kau masih mau hidup besok.”

Junmyeon tertawa sambil menepuk bahu Kris beberapa kali. “Ya, kenapa kau selalu menganggapku serius?”

Se Kyoung yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka, diam-diam memperhatikan perubahan ekspresi Kris. Ia terlihat sedih dan marah.

~TBC~

Terimakasih yang ngikutin sampe part 2 ini *bow*. Sebenernya mau dibikin jadi 2 part, tapi kayaknya bakal kepanjangan banget kalau disatuin disini K jadi tunggu & baca sampe tamat yaaah~ :> terimakasih juga yang udah kasih komen *hug* :3

8 thoughts on “Accidentally In Love [Part 2]

  1. Eonnie😄
    Chapter 1 aku baca di Exo Fanfic😄 udah comment juga ^^
    FF-nya daebak eonnie, aku suka ^^
    Itu Hyo Lim?? Ckckck…
    Se Kyoung kenapa sih kok gak suka gitu sama Kris -.-”
    Eonnie, Se Kyoung sama Kris aja.. Ya Ya Ya??
    Feelnya lebih dapet kalo Se Kyoung sama Kris hehehehe…
    Chapter 3-nya cepetan ya thor! Aku tunggu lho hehehe ^^

  2. Hai…..aq reader baru nih …. Lam kenal ya …. Aq tau blog kamu dr blog tetangga wkt baca part 1 nya ….
    Senenggggg bgt ada part baru nya …. Soalnya penasaran bgt siapa yg accident …..
    Hem aq lebih suka kris – se kyoung ….. Hehe
    Kris suka ya ma se kyoung?? Tp ga enak ma keluarga byun? Ckckc kasian kris……. lanjutttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s