Paper Ship

Author: ichinose

Casts: Kim Kibum (shinee), Zephyrine Melodie Delacroix (ocs), Choi Sulli f(x) , Seo Joo Hyun (SNSD)

Genre : Romance ?

Enjoy !!

Pria pirang itu masih setia memandangi gadis manis yang berjarak hampir 2 meter darinya. Dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah buku sketsa dan pinsil gambar.

Sesaat kemudian tangannya sudah sibuk menggambar sketsa wajah gadis manis yang tengah ia pandangi. “Neomu yeppo,” bisiknya di sela sela aktifitasnya.

Bukan hal yang sulit bagi pria itu untuk melukis wajah seseorang. Tidak memakan waktu lama, ia sudah bisa menyelesaikan sketsa wajah gadis itu. Semburat merah di langit barat sudah mulai tampak. Menandakan siang akan segera beralih dan malam akan menggantikan tugasnya. Gadis manis itu beranjak dari duduknya.

“Aku harus mengenalnya.” ucap pria pirang itu seketika saat gadis itu beranjak.

——————————————–

“Mel, aku tadi lihat Seunghyun, tapi dia bersama Bom.” ucap seorang gadis pada sahabatnya.

“Dia bukan urusanku lagi Seo.” jawab gadis yang dipanggil Mel itu.

“Omo, mian, aku benar benar tidak tau,Melodie.”

“Nan gwaenchana Seohyunnie. Aku hanya sedikit kecewa, tapi sebentar juga hilang.” balas Melodie sambil tersenyum.

Seohyun tau benar biarpun Melodie tersenyum, bukan berarti dia sudah benar benar melupakan Seunghyun. Seohyun dan Melodie memang sudah lama bersahabat. Terlebih lagi mereka kini kuliah di universitas yang sama juga. Jadi, Seohyun selalu bisa menebak arti dari setiap ekspresi Melodie.

——————————————–

Sungai Han kini menjadi tempat favorit Melodie. Membiarkan rambutnya terurai tertiup angin sore dan duduk memandangi matahari terbenam juga sudah menjadi rutinitas barunya. Sejak hubungannya dengan Seunghyun berakhir, Mel menjadi gadis yang pemurung.

Tiba tiba sesuatu yang melintas di permukaan sungai Han mampu menarik perhatiannya. Sebuah perahu kertas.

Sejenak ia memandangnya, entah kenapa ia ingin melihat perahu itu lebih dekat. Mel pun meraihnya dari permukaan air.

Open it?” ia mengendikkan bahunya. Perlahan dia buka lipatan perahu kertas itu.

Gadis manis yang membuatku melukis wajahnya di kanvasku.

Mel tersenyum kecil membacanya. Belum sempat ia kembali duduk, tiba tiba di hadapannya melintas lagi sebuah perahu kertas, perahu yang sama. Mel kembali membuka lipatannya.

Tersenyumlah, senyumanmu indah. Membuatmu lebih cantik daripada kemarin saat kau murung.

Lagi lagi perahu kertas itu mampu membuat Mel tersenyum kembali. Dan datanglah sebuah perahu kertas ketiga. Yang dengan cepat diambil olehnya

Aku ingin mengenalmu, Miss. Bolehkah?

Senyuman manis Melodie semakin mengembang. Dia langsung menghadapkan badannya ke arah sumber aliran air. Tapi ia tidak menemukan siapapun disana.

Betapa terkejutnya Mel, karena saat ia menghadapkan kepalanya ke arah sebaliknya, sebuah buket bunga sudah ada di hadapannya. Bunga lily yang cantik yang diatur berselang seling dengan bunga mawar.

“Kim Kibum, panggil aku Key. Boleh aku mengenalmu?” ucap pria itu sambil tersenyum mengulurkan tangannya.

——————————————–

“Zephyrine Melodie Delacroix, kenapa kau ingin mengenalku?” tanya Melodie sambil membalas uluran tangan Kibum.

“Aku hanya merasa kau berbeda. Aku penasaran padamu. Hey, namamu bagus, tidak seperti nama orang Korea kebanyakan. Aku bisa memanggilmu apa?”

“Berbeda? Karena ini? Karena ini?” tanya Melodie sambil menunjuk bola matanya dan rambutnya.

Mel memang memiliki bola mata yang berwarna abu abu kebiruan, dan rambut coklat keemasan tanpa di cat. Penampilan yang tidak umum bagi kebanyakan gadis Korea.

“Aku bukan asli orang Korea. Ibuku memang asli dari sini. Tapi ayahku adalah seorang berkewarganegaraan Perancis. Dia adalah seorang sutradara, dan ibuku adalah seorang fashion designer,tapi aku lebih suka disini. Mereka menikah dan tinggal disana. Kau cukup memanggilku Melodie” lanjutnya.

“Ya, aku tau penampilanmu memang bukan asli Korea. Tapi yang aku pikir beda selain itu adalah sorot matamu. Kemarin, saat aku pertama kali melihatmu, kau begitu terlihat sedih.” jawab Key.

“Begitulah. Tidak sulit bagiku untuk menyayangi seseorang. Tapi sulit, sangat sulit bagiku untuk melupakannya. Dan bahkan kami sudah merencanakan untuk bertunangan, tapi dia membatalkan semuanya. Mungkin memang wanita yang kini bersamanya lebih dia cintai daripada aku.” jawab Mel.

Key melihat sorot mata itu lagi, sorot mata sedih yang kembali ditunjukkan Melodie. Setetes air mata sudah menetes dari pelupuk mata indahnya.

“Maaf kau jadi mendengarnya.” lanjut Melodie singkat sambil menyeka air matanya.

“Tidak apa. Lagipula tujuanku mengenalmu adalah untuk membuat sebuah senyuman di wajahnmu. Aku tak suka kau murung. Let’s be friend. Dan aku akan selalu menghiburmu” ucap Key sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

Melodie berpikir sejenak sebelum mengiyakan permintaan Key. Tapi senyuman ramah Key membuatnya yakin kalau Key memang orang baik. Mel pun melingkarkan jari kelingkingnya di kelingking Key. Sejak saat itu, Melodie dan Key menjadi dekat. Sangat dekat bahkan.

——————————————–

“Mel, kau kenapa sih? Dari pagi kau tersenyum sendiri terus. Apa kau sedang jatuh cinta?” tanya Seohyun kepada sahabat baiknya itu.

“Aniyo. Aku hanya berpikir kalau selama ini aku bodoh jika terus memikirkan Seunghyun. Padahal ada seseorang yang selalu bersedia menghiburku, dan selalu ada disisiku kapanpun.” ucap Mel sambil tetap mengembangkan senyumnya.

“Kau dan Key, kalian berdua memang orang terbaik yang selalu peduli padaku.” ucap Melodie sambil berniat untuk memeluk Seohyun.

Sejenak Seo membalas pelukannya, tapi sesaat kemudian.. “Tunggu, Key? Nugu? Kau tidak pernah menceritakannya kepadaku.” ucap Seo dengan nada yang sedikit tinggi.

“Wah, mian.. Aku lupa, sebulan lalu Key mengajakku berkenalan. Dia bilang dia selalu melihatku sedih. Dan sudah sekitar 2 bulan ini kami selalu bertemu di sungai Han.” jawab Melodie polos, tidak memperhatikan ekspresi Seohyun.

“Baguslah, aku senang jika kau sudah bisa melupakan Seunghyun. Bagaimana?”

“Bagaimana apa?” tanya Melodie dengan wajah lugunya.

“Tampan tidak? Apa kau menyukainya?”

“Mwo? Aniyo! Dia hanya teman. Tapi… Dia memang tampan.” jawab Melodie dengan senyuman di akhir kalimatnya.

——————————————–

“Mel, mau pergi ke Lotte World bersamaku?” tanya Key.

“Ne? Kenapa tidak disini saja?”

“Ayolah, pasti seru. Selagi belum sore. Lagipula kita sudah menghabiskan setiap hari disini kan?” bujuk Key.

Akhirnya Melodie pun setuju. Mereka segera berangkat menggunakan mobil Key. Sejak mereka dekat memang Key selalu menjemput Melodie di kampusnya dan menghabiskan waktu bersama.

——————————————–

“Mel, kau mau naik apa?” tanya Key.

“Apa ya? Roller coaster?”

“Kajja!” seru Key sambil menarik tangan Melodie tiba tiba, membuat gadis itu nyaris tersungkur. Untung saja Mel masih bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya.

Setelah puas bermain, mereka duduk di sebuah bangku disana. Berbincang tentang kesenangan mereka hari ini, dan tentang kuliah masing masing.

“Mel, maaf kalau aku terlalu terburu buru. Tapi, aku rasa aku menyukaimu, sebenarnya sejak pertama aku melihatmu. Maukah kau menjadi yeojachingu ku?” tanya Key to the point.

“Harus kujawab sekarang?”

“Aku akan menunggu, tapi aku harap secepatnya.” jawab Key.

Menjelang sore, mereka beranjak pulang.

——————————————–

“Seo, Key menyatakan perasaannya kemarin. Saat kami ke Lotte World, dia menyatakan perasaannya. Dia memintaku untuk menjadi pacarnya.”

“Lalu kau jawab apa? Kau mau, kan?” tanya Seohyun dengan wajah antusiasnya.

“Tidak kujawab, belum. Aku butuh waktu. Key sudah tau tentang masalahku dengan Seunghyun. Aku tau dia pasti mengerti.”

“Yasudah, itu pilihanmu. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi sahabat yang terbaik untukmu.”

“Terimakasih, Seo” ucap Mel sambil mengembangkan senyuman indahnya.

——————————————–

“Bagaimana? Apa kau sudah tau jawabannya? Aku tidak bermaksud mendesakmu, aku hanya tidak bisa berhenti memikirkan ini. Maaf.” ucap Key sambil menatap Melodie lekat di manik matanya.

“Gwaenchana. Aku bisa mengerti. Aku juga sudah memikirkannya, tidak mungkin perkenalan kita, pertemuan kita disini, setiap hari tetap membuatku merasa biasa saja padamu. Kau sudah menjadi seseorang yang spesial bagiku.”

Sejenak Key mengembangkan senyumannya.

“Tapi kau tau, sejak pertama aku mengenalmu, aku sudah pernah berkata, ‘tidak mudah bagiku untuk melupakan seseorang’. Bukan berarti aku tidak suka juga padamu, hanya saja terkadang aku masih sering tiba tiba teringat Seunghyun.” lanjut Melodie.

“Aku mengerti. Tapi bolehkah kau beri aku kesempatan untuk mencoba, aku ingin membuatmu benar benar mencintaiku. Dan aku yakin aku bisa.” ucap Key sambil mengenggam lembut kedua tangan Melodie.

“Baiklah.” Key langsung memeluk Melodie dengan lembut. Membuat gadis itu sedikit terkejut, tapi Mel membalas pelukan Key.

——————————————–

Setiap hari kini Mel sudah tidak pernah sedih lagi, menghabiskan waktu bersama Key merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi Melodie dan Key. Saat Melodie atau Key ada tugas pun, seringkali mereka kerjakan bersama.

Sudah 3 sebulan sejak mereka memutuskan untuk mencoba menjadi sepasang kekasih. Sore ini mereka habiskan di tempat favorit mereka berdua. Sungai Han.

Tidak ada perbincangan, keduanya hanya saling menutup mata, menghadap sungai, membiarkan hembusan angin sore menyapu lembut helaian rambut mereka.

“Aku ingin begini lebih lama. Menikmati angin sore dengan gadis yang kucintai. Saranghaeyo, Melodie.” Key membuka matanya dan langsung menghadapkan wajahnya ke Melodie. Begitu juga Melodie.

Mereka tersenyum, sebuah senyuman tulus dari keduanya. Matahari sore yang mulai terbenam, meninggalkan bayangan kemerahan di langit terang sore itu.

Beberapa lampu sudah terlihat menyala, membuat cahaya keemasan terpantul dari permukaan air yang tenang. Hari semakin malam, udara dingin juga semakin menusuk, Key dan Melodie akhirnya memutuskan untuk pulang.

——————————————–

“Key, kemana saja kau? Appa sudah menunggumu sejak tadi.” tanya seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayah Key.

“Menungguku? Appa tidak salah? Bukannya biasanya Appa selalu sibuk dengan urusanmu sendiri? Dan mana Eomma? Apa dia belum bisa meninggalkan bisnisnya dengan para ahjumma-ahjumma tukang gosip itu demi anaknya sendiri?”

“Key, ayolah, ada yang ingin Appa bicarakan denganmu.”

Biarpun kata-kata Appanya begitu ramah, tapi tetap saja Key merasakan sesuatu yang lain.

To the point saja, aku lelah” jawab Key dengan sinisnya.

“Appa membutuhkan bantuanmu, Key. Perusahaan Appa sedang goyah, hanya keluarga Sulli yang bisa membantu kita. Jadi Key, Appa mohon…”

“Aku untuk menikah dengan Sulli, atau bertunangan, pernikahan bisnis? Perjodohan? Aku kira kebodohan dan kekonyolan perjodohan hanya ada dalam film. Ternyata orangtuaku bahkan memikirkan untuk melakukannya. Astaga, apa yang salah dengan pikiranmu?!” tanya Key sinis kepada appanya.

“Key! Jaga bicaramu! Appa lakukan ini untuk kebahagiaanmu juga! Appa tidak mau tau, kau harus terima perjodohan ini!!” bentak tuan Kim. Amarahnya sudah tak terkalahkan lagi dengan sikap Key.

“Kau menyuruhku melakukan ini itu sejak aku kecil, dan apa kau peduli denganku? Dengan kebahagiaanku? Hanya Halmeoni yang selalu ada untukku, dimana kalian?! Kali ini, perjodohan? Ini menyangkut masa depanku, biarkan aku tentukan sendiri!”

“Key! Kau tidak punya pilihan! Apa yang membuatmu berpikir untuk menolaknya, hah?! Seorang wanita? Wanita lain? Key, kau tau aku bisa menemukan siapapun, semudah aku menghancurkannya. Kalau kau mau aku bisa melakukannya.”

Tiba tiba seorang pria berbadan tegap datang menghampiri appa Key. Dia memberikan selembar foto padanya.

“Jadi dia? Memang manis. Zephyrine Melodie Delacroix, hah? Nama yang indah. Kau tentu tidak mau kan sesuatu yang buruk menghapus senyum indahnya?”

Tiba-tiba pikiran Key melayang, 5 bulan lalu, saat ia masih sering memandangi Melodie, dia tidak suka melihat Melodie sedih.

“Jangan sentuh dia. Aku terima perjodohan ini, akan aku lakukan dengan caraku. Dan hanya sampai perusahaanmu kembali stabil. Dan, camkan! Jangan pernah ada pernikahan, aku tidak butuh banyak membuang waktu.” ucap Key ketus, kemudian beralih ke kamarnya.

——————————————–

“Maafkan aku Mel, aku harus melakukannya.”

Pria pirang itu kemudian melangkahkan kakinya untuk menghampiri gadis yang dicintainya.

“Key, kau lama sekali! Aku sudah menunggumu.” sapa Melodie ramah kepada pria yang mulai dicintainya itu.

“Mel, aku ingin kita putus. Cukup disini. Aku bosan.”

“Apa maksudmu Key? Kau yang bilang akan menghiburku, selalu ada untukku. Kau bercanda kan?” Melodie terlihat sangat gugup kini.

Sebenarnya Key tidak tega melakukan ini pada Melodie, tapi dia harus. “Memang. Tapi, jika aku bosan, apa yang bisa aku lakukan, hah?” jawab Key dengan wajah yang sangat dingin. Tanpa ekspresi apapun, bukan karena ia menghayati perannya, tapi ia mencoba menahan rasa sakit melihat gadis yang dicintainya itu menitikkan air mata.

“Baiklah, aku sibuk. Aku harus pergi.” lanjutnya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Melodie.

——————————————–

Ini sudah sebulan sejak Key memutuskan hubungan mereka. Lagi, Melodie menghabiskan setiap sorenya untuk melamun di tepi sungai Han, duduk menyepi seorang diri.

Key, yang merindukan saat-saat mereka bersama, menghabiskan waktu berdua, mengunjungi sungai Han juga sore ini.

“Key?”

Key yang merasa ada yang memanggil namanya menoleh, dan menemukan sosok gadis yang dicintainya disana.

“Ah kau, mwoya? Aku tak punya banyak waktu untuk meladenimu. Jadi pergilah, menjauh dariku. Biarpun kau melihatku, jangan pernah sapa aku, dan aku juga akan melakukan hal yang sama.” ucap Key dingin.

Melodie berniat meninggalkan tempat itu, tanpa sepatah kata pun. Air mata nya yang sedari tadi dia tahan mengalir begitu derasnya kini.

Apa yang Key lakukan benar benar tidak sesuai dengan hatinya. Hati Key menolak untuk terus menyakiti Melodie. Akhirnya, ia melangkah, menghampiri Melodie, mendekap erat gadis itu dari belakang.

Tentu perlakuan Key sangat membuat Melodie bingung, bagaimana bisa tadi dia menyuruh Melodie pergi tapi sekarang malah memeluknya. Melodie berontak, dia tidak mau dipermainkan seperti ini.

“Tetaplah seperti ini Mel, untuk sebentar saja. Kalau aku melepaskan mu sekarang, aku yakin kau tak akan pernah kembali.”

“Key! Lepaskan aku!”

“Bersabarlah Mel, aku janji setelah semua ini selesai, aku akan kembali kepadamu. Aku akan jelaskan semuanya. Aku berjanji.”

Melodie berusaha berontak sekuat tenaga. Dan akhirnya dia sudah bisa melepaskan pelukan Key.

“Aku akan pergi, menjauh, dan tidak akan menemuimu sama sekali, seperti yang kau inginkan Key. Selamat tinggal, aku tidak akan pernah mengingat kejadian ini, aku tidak akan pernah mau mengingat kalau aku mengenalmu”

Melodie beranjak, pergi dari tempatnya. Meninggalkan Key yang hanya bisa diam mematung melihatnya semakin menjauh.

——————————————–

Menetap di Seoul hanya akan membuat Melodie selalu mengingat semua hal tentang Key, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Paris, meninggalkan semua tentang Key.

——————————————–

“Maaf kalau aku mengganggumu. Aku hanya mau berpamitan, aku akan kembali ke Paris. Dan tidak tau kapan akan kembali, aku hanya ingin minta maaf kalau selama ini aku banyak salah padamu. Annyeong.” ucap Melodie kepada Key.

Lagi lagi di tepi sungai Han. Memang tidak mudah, karena sungai Han adalah tempat dimana mereka menyimpan banyak kenangan

——————————————–

6 tahun kemudian

Bukan waktu yang mudah bagi Key melewatkannya tanpa Melodie. Dia selalu bekerja keras untuk membangkitkan kembali perusahaan ayahnya, dan seperti permintaannya, tidak pernah ada pernikahan dan menjalankan semua sesuai caranya.

Key tidak pernah berpikir untuk mencintai Sulli. Sama sekali tidak. Dia hanya berpura pura sebisanya, meneruskan sekolah bisnisnya dengan serius, dan mengambil alih bisnis ayahnya. Hingga perusahaannya mampu untuk bangkit kembali dan ayahnya akan melepaskannya.

Memutuskan perjodohan dengan Sulli adalah impian terbesarnya. Karena ia telah berjanji untuk kembali kepada Melodie setelah semua ini selesai.

6 tahun membuat semuanya berubah. Perusahaan appa nya yang sempat goyah, kini malah menjadi salah satu perusahaan tersukses di Seoul. Key memutuskan perjodohannya, setelah membayar semua hutang kepada keluarga Sulli.

“18 Juli. 6 tahun yang lalu kita masih bersama, bahkan ini adalah hari spesial, dimana kau benar benar menerimaku sebagai kekasihmu. Tapi apa yang bisa aku perbuat kini, kau sudah melupakanku, melupakan semua, melupakan kalau kita pernah kenal.” gumam Key, di tepi Sungai Han. Memutar kembali semua memori indah yang pernah mereka lalui dulu.

——————————————–

Kini, Key hanya menghabiskan waktunya setiap sore di tepi sungai Han, seperti dulu, saat ia masih sering memandangi Melodie.

Sore ini, Key merasa melihat seseorang yang sudah tak asing lagi bagi matanya. Biarpun dari dalam mobil, Key tetap tidak akan pernah bisa melupakan sosok itu.

“Apakah aku bermimpi? Apakah dia benar benar Melodie? Dia sudah pulang. Astaga, gadis yang kucintai telah kembali.”

——————————————–

3 buah perahu kertas kecil yang berjalan mengikuti arus air secara bersamaan itu menarik perhatian Melodie .

Dia membuka lipatannya perlahan.

Gadis manis yang membuatku melukis wajahnya di kanvasku  

Tersenyumlah, senyumanmu selalu indah daripada saat kau murung  

Aku ingin mengenalmu, Miss. Bolehkah?

Melodie tersenyum kecil, saat ia membalikkan wajahnya, sebuah buket bunga yang indah telah ada di hadapannya, diisi bunga lily dan mawar yang berselang seling.

Dan semuanya kembali bermula disini. Awal yang baru untuk suatu hal yang baru.

END

 twitter: @ichinoseedya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s