2 Hours

Cast: Kim Kibum (Shinee)

          Lee Michan (ocs)

 

Author: ichinose

 

Nb: italic =  flashback

 

Enjoy !!

 

Aku masih terdiam, berlutut disini. Diatas tanah coklat yang masih basah ini. Hujan sudah semakin deras mengguyur kota Seoul, tapi entah kenapa aku masih belum mau beranjak dari sini

 

“Michan, would you be my girlfriend?” tanya seorang namja di hadapanku ini. Namja yang sudah cukup lama kusukai juga

 

“I would.” jawabku singkat, membuat sebuah lengkungan indah menghiasi bibir tipisnya. Menambah ketampanan namja yang kucintai ini, Kim Kibum.

 

Masih teringat jelas bagaimana ia menyatakan perasaannya padaku. Betapa merah wajahku saat itu. Siapapun pasti senang, jika orang yang kita cintai ternyata memiliki perasaan yang sama seperti kita.

 

Dan tiba tiba otakku memutar semua memori tentangnya tanpa bisa kuhentikan

 

“Aku tau bagaimana perasaanmu sekarang. Menangislah jika itu memang membuatmu lebih baik. Tapi ingatlah, Lee Michan yang kukenal adalah gadis yang kuat. Waktumu 2 jam untuk menangis. Dan setelah itu kau harus menunjukkan senyuman terindahmu itu lagi. Aku yakin orangtuamu tidak akan senang melihatmu seperti ini”

 

Bahkan terngiang suaranya saat ia berusaha menghiburku tepat ketika kedua orangtuaku meninggal karena sebuah kecelakaan pesawat yang langsung merenggut nyawa mereka. Suaranya sudah seperti kaset yang selalu berputar secara otomatis di otakku

 

Haha, konyol memang saat dia bilang waktuku hanya 2 jam untuk menangis, sempat aku sangat kesal padanya saat itu. Apa dia tidak punya perasaan, bagaimana bisa aku menumpahkan semuanya hanya dalam 2 jam.

 

chukkaeyo.. Akhirnya yeoja chinguku diterima juga di jurusan seni musik. Suatu saat aku mau kau ciptakan dan nyanyikan sebuah lagu untukku!”

 

“lalu apa yang kudapatkan, setidaknya kau harus membayar oppa!”

 

“aku akan membayarnya. Mm… Dengan ini.” dia langsung mendaratkan bibir tipisnya di keningku, lembut, penuh dengan kasih sayang.

 

“berjanjilah kau akan menungguku sampai lulus oppa, dan kita akan mengadakan show di sebuah panggung besar sebagai sepasang musisi sukses”

 

“ne, aku berjanji”

 

Bukankah janji adalah hutang? tapi janji terakhirnya itu, yang tidak sempat dia penuhi. Oppa, aku sudah semester akhir sekarang, hanya menunggu hari sampai kelulusanku, tapi kenapa kau meninggalkanku.

 

Dan otakku terus berputar mundur ke kenangan kenangan lainnya

 

sudah pernah aku katakan untuk tidak terlarut dalam sebuah kesedihan kan? Karena Lee Michan yang kukenal adalah gadis kuat, yang bisa mengalahkan siapapun dengan tekadnya.”

 

“tapi Donghae oppa meninggalkanku oppa. Tidakkah dia sadar hanya dia satu satunya keluarga yang kumiliki. Kenapa dia meninggalkanku juga? Apa dia ingin bersama Appa dan Eomma lebih cepat? Apa dia tidak suka lagi tinggal di dunia ini bersamaku?!”

 

“Lee Michan, dengar aku. Tidak ada yang pernah menginginkan kecelakaan itu. Aku tau apa yang kau rasakan. Tapi aku hanya punya waktu 2 jam untuk menyaksikanmu menangis, setelah itu aku mau lihat senyumanmu lagi.”

 

Dia selalu pakai cara itu. Dan selalu berhasil untuk membuatku tidak bersedih terlalu dalam.

 

oppa, hanya kau yang kumiliki saat ini, berjanjilah tidak akan pergi meninggalkanku.”

 

“tidak akan. Aku berjanji untuk selalu menemanimu. Dan aku juga berjanji untuk selalu menghadirkan sebuah senyuman terindah di wajahmu”

 

Itu yang ia katakan, hal yang tak pernah ku lupakan. Janji yang sekarang ia tinggalkan. Janji yang dia ucapkan di tepat satu tahunnya hari jadi kami.

 

Kurogoh saku blazer hitamku. Kutemukan surat disana. Sepucuk surat yang digulung rapih dan diikat dengan pita berwarna biru.

 

Mungkin aku adalah orang paling jahat, karena meninggalkan seorang yeoja yang sangat mencintaiku sendirian. Aku yakin saat ini dia pasti masih setia menunggui makamku. Mungkin dia masih mengutuk ku sekarang, dia pasti sangat membenciku.

Aku adalah orang paling bodoh, yang memberikan janji janji yang tidak bisa aku penuhi. Dan dia saat ini disini, hadir di pemakamanku pasti untuk menagih semua janji itu.

Maaf, ya aku tau itu pasti sangat tidak cukup untuk sekedar membuat mu tersenyum. Tapi aku mohon Lee Michan, yeoja yang kucintai, maafkan aku. Saranghaeyo Lee Michan.

Akan kusampaikan pada orangtua dan oppa mu, kalau kau adalah yeoja yang sangat kuat. Yang bisa melakukan apapun sendiri. Yang selalu optimis dan selalu tersenyum. Jadi sekarang kuberikan kau waktu 2 jam untuk menangis.

Mianhae Lee Michan, saranghaeyo

 

“Bodoh, kau bodoh Kim Kibum kau pikir bisa menebus semua kesalahanmu hanya dengan sepucuk surat?” sudah tidak ada siapapun disini. Jadi mungkin aku bisa bebas berteriak.

 

“kau bilang aku kuat. Setidaknya harusnya kau lebih kuat, seharusnya kau bisa bertahan menghadapi kanker itu bodoh!” air jernih itu mulai menetes. Kugigit bibir bawahku, guna menahan tangisanku sebisa mungkin. Biarpun aku tau itu sia sia, sakit hatiku terlalu dalam

 

“aku tidak peduli Kibum. Kau sudah pergi sekarang. Aku bisa menangis sepuasku” tiba tiba air hujan yang sedari tadi membasahi badanku seperti berhenti. Apa ini? Jelas jelas masih hujan disini.

 

Aku mendongakkan kepalaku dengan air mata yang masih mengalir deras, dan menemukan seorang namja yang tengah memayungiku.

 

“siapa kau? Pergilah kalau kau datang hanya untuk mengasihaniku.” ucapku dengan nada sinis.

 

“aku orang yang Kibum percaya untuk menjaga waktu menangismu. 2 jam, itu yang dia katakan, setelah itu kau harus berhenti” balasnya dingin. Apa apaan ini? Bahkan di hari kematianmu kau masih saja menyebalkan Kibum!

 

“bahkan disaat seperti ini, saat kau meninggalkan ku sendirian disini kau masih bisa menentukan waktu menangisku Kibum!! Kau sungguh menyebalkan! Kau bodoh dan menyebalkan! Kau pikir siapa yang akan menangisimu lebih dari 2 jam!” teriakku histeris, aku tidak peduli kalau orang dibelakangku ini akan menatapku aneh. Tapi aku hanya bisa menangis sekarang.

 

Entah bagaimana tiba tiba pria yang tadi memayungiku telah berada disampingku, berlutut, mensejajarkan posisinya denganku.

 

Dalam sekejap aku bisa merasakan tangan kekarnya merengkuh tubuhku.

 

“menangislah. Dan berjanji setelah waktumu habis kau akan berhenti. Mulai sekarang, aku Cho Kyuhyun akan menggantikan Kibum. Untuk memastikan kau hanya menangis selama 2 jam.” dan akupun menumpahkan semuanya di dadanya, dalam pelukan hangat namja yang bahkan belum kukenal ini, tapi aku tau, Key akan selalu memberikanku yang terbaik.

 

-end-

twitter: @ichinoseedya

2 thoughts on “2 Hours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s