Panettone 3rd Plate

akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. part 3 kelar juga🙂 *amit2 ih dari oktober 2010 baru beres juni 2011*

😄

mian yaaa.. ah,, 8 hari lagi pengumuman snmptn~ wish us all the best ya!!

Hmmm…. yaudah sih,, lagi gatau mau ngomong apa~😄

enjoy this storyyyy~!!

3rd Plate : ~

Sebelumnya di Panettone~~

“Aaaah~ leganya~~” ujar Yeonhee dalam hati. Ia pun segera keluar dari bilik wc.

“BUAKH!!!” pintu yang dibukanya mengenai seorang laki-laki putih tinggi berwajah arab *???*

Mata mereka berdua saling bertatapan.

Waktu di wc itu terasa lebih lambat.

Suara flush wc terdengar lebih indah dari biasanya *???*.

Pikiran Yeonhee :

“OMO! GANTENG!!!!!”

Pikiran cowo putih tinggi berwajah arab :

“OMO! INI KAN WC COWO!!!”

“……………”

“………….”

“……………….”

1 menit kemudian, mata mereka yang makin kering memaksa mereka mengedipkan mata dan tersadar ke alam dimana suara flush wc tidak lagi terdengar indah.

“A…ah… Pe…permisi…” ujar Yeonhee sambil berjalan keluar wc dengan wajah tersipu-sipu.

Cowo berwajah afrika eh arab deng itu masih bengong.

***

“Haneeeeul~! Tadi aku ketemu cowo ganteng di WC~~~” ujar Yeonhee dengan background bunga-bunga yang dateng dari pasar bunga tegalega.

“Jinjja?? Kaya gimana orangnya?” tanya Haneul sambil mengelap mulutnya yang basah sehabis minum orange squash.

“Tinggi~ Putih~ Mukanya arab-arab gitu~ AAAAH!!! XD” jelas Yeonhee

“Ng..?  Cowo yang disana bukan? Yang lagi ngobrol sama Doojoon itu?” tunjuk Haneul.

“IYA! Ah!! Minta kenaliiiin!!!” Yeonhee riweuh sendiri. Keriweuhannya membuat Doojoon melirik ke arah meja mereka.

“Eh, eh, mereka jalan kesini…!! Jangan maceuh!” bisik Haneul

“Aaaaku gimana ini gimana?!! Haah fuuh haah fuuh~” Yeonhee mulai masang tampang so biasa aja.

“Haneul-ah, Yeonhee, kenalin, ini chef yang masak  Penne Filetto di Pomodoro pesenan Yeonhee” ujar Doojoon

“Son Dongwoon imnida…” ucapnya sambil tersenyum cool-cool gitu. Bikin Yeonhee tambah klepek-klepek.

“Choi….. Yeonhee…. Imnida..ah… Penne Filetto di Pomodoro-nya enak banget ….” Ucap Yeonhee juga.

“Ahaha, kamsahamnida.. Yeonhee-sshi” ucap Dongwoon sambil tersenyum lebar. Senyumnya itu membuat Yeonhee senyum-senyum sepanjang jalan pulang. Bahkan setelah mereka berpisah di persimpangan jalan Yeonhee tetap senyam-senyum sendirian.

“Haneul! Pokonya kamu selidikin Dongwoon! Kalo ada apa-apa kasih tau yaa~~!!” suruh Yeonhee sebelum berbelok ke arah rumahnya.

Haneul hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.

“Nee..Annyeooong~!”

****

Haneul’s POV

“Kupas terus iris-iris yellow onionnya!!” suruh Doojoon.

Bene!”  aku langsung mengambil yellow onion dan mengirisnya secepat mungkin.

“Yeonhee, ambil garamnya!! Jangan sampe kalah sama mereka!!” suruh Dongwoon menggebu-gebu.

“Benee!!!” jawab Yeonhee ga kalah menggebu-gebu.

Kami sibuk mondar-mandir dari kulkas ke preparation table untuk menyiapkan bahan-bahan masakan.

“Ini bawangnyaaa!! Terus diapain??” ujarku sambil berlari ke arah Doojoon.

“Sekarang cuci terus iris oregano, parsley, sama daun basil” suruhnya lagi sambil memanaskan wajan.

“Hah……………. Apa aja………….?” Oke, otak pentium ½ *emang ada?* aku kambuh.

Doojoon menghela nafas.

“oregano…” ia mulai menyebutkan bahan-bahannya.

“iya, terus..?”

“parsley”

“terus?”

“basil. Udah inget?” tanyanya pelan.

“Udah~” jawabku.

“Sekarang cepet ambil, cuci semuanya terus iris-iris!!” suruhnya.

“Beneeee!!!”

“Ya ampun… susah juga nyuruh orang yang ga bisa masak buat masak masakan segampang risotto, mana ga boleh bantu sedikitpun…” keluh Doojoon sambil menjatuhkan badannya di sofa.

“Ngahahaha~ untung Yeonhee bisa masak. Jadi tinggal kasih tau resepnya aja~” kata Dongwoon bangga sambil Hi-5 sama Yeonhee. Yeonhee langsung memalingkan wajahnya buat nyembunyiin nyengir kudanya.

“Haah~ udahlah kalian nyerah aja~ pasti kita yang menang, ya kan Dongwoon?” Tanya Yeonhee yakin.

“Pastinya~ hahaha” ujar Dongwoon ga kalah yakin.

“Gaa!! Ga bisa!! Pasti kita yang menangin tiket VVIP dari FunLand!!” bantahku sambil mengiris trio dedaunan ini penuh semangat.

“Kamu palingan cuma ngincer makanan gratisnya kaan?? Mau main apa disana?? Naik twister aja takut~” ejek Yeonhee.

“Kamu juga disana emang mau main sendiri? Dongwoon juga takut naik yang serem-serem~” balasku.

“Ya udah kita main yang ga serem aja~” balasnya lagi.

“Ya udah aku sama Doojoon juga mau makan aja yang banyak” balasku ga mau kalah.

Mata Yeonhee yang belo beralih menatap tajam dua lembar tiket berwarna biru yang tergeletak di atas TV.

“Woi woi, kan aku sama Doojoon yang menang undiannya… kenapa jadi kalian yang ribut sih? Cepet masak!” suruh Dongwoon.

“Iya, Neul.. sana cepet masak kalo mau makan!” suruh Doojoon sambil mendorong punggungku dan berjalan ke arah kompor.

Dapur Doojoon hari ini sangat panas dan berisik.

Ga terasa 20 menit berlalu, dan akhirnya selesai juga Tomato and Parmesan Risotto

buatanku ditambah bumbu khusus : perintah sama omelan Doojoon.

Risotto with Parmigiano Reggiano-nya Yeonhee

juga hampir bareng selesainya.

“Yah, walaupun tampilannya ga bagus-bagus amat…yang penting rasanya tetep pake resep aku, jadi pasti menang~” ujar Doojoon menghibur.

“Ya udah, gimana kalo kita makan dulu risotto masing-masing terus gantian nyicipin. Tapi ga boleh komentar apa-apa. Oke??” tanya Yeonhee.

“Okeh!!” aku langsung mengiyakan. Dan mengambil satu sendok risotto buatanku.

mmm…ternyata dibalik tampilannya yang harus diremedial ini rasanya enak banget~!!!😄

“Udah cukup? Sekarang kita tukeran” suruh Yeonhee dengan mata berbinar. Kayanya risotto dia enak banget nih… aku langsung menyambar risottonya.

Tampilannya rapih,, bagus,, ah.. rasanya juga enak…. Tapi lebih enak yang aku ah. *menghibur diri*

“Okeh cukup. Sekarang kita bawa ini ke juri-nya” ajak Doojoon.

“Bentar!” ujar Yeonhee tiba-tiba.

“Kenapa lagi?” tanyaku.

“Anter ke WC dulu…hehe.. wc yg d kamar kamu aja yaa?” ujarnya.

“Heeeh…dasar beser.. yaudah, ppali~!”

***

Doojoon’s POV

“BLAM” Haneul dan Yeonhee pergi ke kamar Haneul. Sekarang tinggal aku dan Dongwoon berdua di kamar yang sepi ini. Kami saling bertatapan dan….. *STOP!! STOP!! FF APAAN INI?!!*

Dongwoon beranjak duduk dan menyalakan TV. Aku mengikutinya dan duduk di sebelahnya.

“Ya..Doojoon-ah.. “ Ujarnya.

“Wae?”  tanyaku.

“Kamu sama Haneul itu sebenernya gimana?” Tanya Dongwoon sambil memindah-mindahkan channel TV. Aku sedikit kaget dengan pertanyaannya. “Bukan siapa-siapa woon,, sungguh,, cuma kamu yang ada di hatiku” HOEK PLAK

“Urineun….chingu..” jawabku pelan.

“Mwo?? jinjja??” tanyanya heran. Wajahnya berpaling dari TV.

“Ne.. Emang kenapa?” tanyaku lagi.

“Aniyo…aku cuma ngerasa kalian deket banget aja… Jadi aku kira kalian udah jadian~ haha” jelasnya, aku hanya tersenyum.

“Eh, Doojoon-ah.. Aku mau nembak Yeonhee~” ujarnya setengah berbisik.

“MWO? Jeongmal…? Kalian kan baru kenal sebentar…” kataku kaget.

“Hehe~ tapi udah aku suka aja sama dia dari waktu dia masuk ke wc cowo.. ” Katanya sambil tersenyum.

“Ga kecepetan?” tanyaku.

“Aniyo~ Yah.. kalo ga cepet-cepet nanti keburu diambil orang lain loh~” ujarnya sambil nyengir.

“…….Jadi…kapan mau nembaknya?” tanyaku.

“Kalo aku dapet tiket itu, aku mau nembak Yeonhee di funland~”

“Hmm.. hwaiting…” ucapku singkat.

******

“TING TONG” bel pintu kamar Gahi-noona berbunyi. Aku dan Dongwoon berdiri di depan pintu bertuliskan angka 01 sambil memegang masakan masing-masing. Yeonhee dan Haneul berdiri di belakangku.

Pintu terbuka. “Oh, Doojoon..Haneul.. ada apa bawa-bawa makanan gini? Kalian ga bisa bayar sewa bulan ini?” tanya Gahi-noona curiga.

“Aniyo… kita cuma mau minta eonni pilih masakan mana yang lebih enak..” ujar Haneul.

“Aah…boleh deh, nanti makanannya buat aku ya?” tanyanya celamitan melihat masakan kita yang wanginya aduhai~ *???*.

“Nee~” jawab Haneul. “Ayo dicoba, onnie~~”

Gahi noona mencicipi masakan Yeonhee dan Dongwoon dulu. Wajahnya terlihat terkejut dan sedikit tersenyum. Lalu sendoknya mengarah ke masakanku dan Haneul. Alisnya terangkat dan mulutnya mengatup seperti memikirkan sesuatu sambil melihat ke arahku.

“Noonaaa~ sekarang pilih mana yang lebih enaaak~~” ujar Dongwoon penuh harap.

“Nee~ hmmm.. yang mana yaaa??” pikirnya sambil melihat kedua masakan kami. Mata kami semua terfokus pada bibir Gahi noona.

“Ayo onnieee~” desak Haneul tak sabar.

“Ahhh, neee~ aku lebih suka yang ini~” tunjuk Gahi noona ke piring………………….

DONGWOON dan YEONHEE~!!

Mereka berdua langsung jingkrak-jingkrak dan berlari menuju kamarku, pasti mau ngambil tiketnya.

“Kamsahamnida noona. Maaf merepotkan.” Ujarku.

“Nee, makanan kalian semua enak ko. Cuma punya kalian berdua sedikit asin. Hehe.” Ujarnya sambil pamit masuk ke kamar membawa dua piring masakan.

Aku melirik ke arah Haneul. Dongwoon dan Yeonhee masih terlihat di depan lift lagi salto sambil ice-skating *???*.

“Haneul ah, mian.” Ucapku.

“Ng? Mestinya aku yang minta maaf” ujarnya.

“Hah? Wae?” tanyaku.

“Aku tadi masukin garam lagi ke nasinya….mian~” jawabnya.

“Waeyo??” tanyaku heran.

“Sebenernya tadi aku denger pembicaraan kalian yang di kamar~ hehehe”

END POV

*******

H-1 FUNLAND TICKET day. 18.55.

“Aduduh besok bawa apa aja yaa?” tanya Yeonhee sibuk merapikan isi tasnya.

“Molla~” jawab Haneul sambil terus memainkan game Doodle Jump di hemponnya.

“Aduduh besok bikin makanan ga yaaa?” tanya Dongwoon sibuk mengecek buku ‘1001 kisah hantu di taman bermain’ ‘1001 resep bekal ke taman bermain’.

“Molla.” Jawab Doojoon sambil memindah-mindahkan channel TVnya.

“Doojoon besok mau kemana?” tanyaku.

“Molla..” jawabnya.

“Doojoon besok mau ke Funland juga gaa??” tanya Yeonhee.

“Molla..”

“Doojoon masa libur ga kemana-mana??” tanya Dongwoon.

“Molla!! AH! Kalian kenapa pada disini semua sih?!” Doojoon ngamuk.

“Ya mian, abisnya kamar aku pemanas ruangannya mati..” jawab Haneul.

“Kenapa ga ke rumah Yeonhee??”

“Kan besok aku pergi,, lagian kan aku mau nginep disini.. apartemen kalian lebih deket ke Funland…” jawab Yeonhee.

“Kamu?”

“Aku juga nginep dong, masa kamu tidur bertiga ama dua cewe? Kan harus ada yang jagain~” jawab Dongwoon.

Doojoon menghela nafas panjang dan terus mengganti channel TV.

“OH!! Acara Shindong!!” ujar Dongwoon sambil mengambil remote dan memindahkannya ke channel yang berada di jalan lurus yang diridhoi tuhan. *eh*

“ah udah mau udahaaan….” Keluh Yeonhee.

“Jejejet~ jejejet~ *bekson*

“Yah, tak terasa sudah 30 menit saya menemani pemirsa semuanya, tetep sehat, tetep semangat, tetep makan biar kita bisa Gulutuk-gulutuk bareng lagi, poko’e maknyoooos~~~!”  *kamera ngeshoot resto*

“AH!! ITU KITA!” Yeonhee heboh.

“Gueeeh dizoom meeen!” ujar Haneul ga heboh-heboh amat.

“IH PONI GUE BOLONG MEN!” Dongwoon lebih heboh.

*SHOCK*

“Aissh… kalian berisik banget… udah sana pergi belanja buat makan malem” suruh Doojoon sambil mematikan TV.

“Aaaaah……” keluh Yeonhee dan Dongwoon bareng.

“Kalo mau makan, beli bahan-bahannya!”

“Uuh.. NEEEE!!!”

Yeonhee dan Dongwoon pergi ke supermarket terdekat. Rasanya langsung damai~ haha.

“Ah! Doojoon! Kemarin aku menang ini di tempat undian..mau aku kasih~” Haneul merogoh tasnya dan mengeluarkan sepasang gantungan HP berbentuk spatula dan wajan. “Taraaa~! Mau yang mana?” tanyanya.

“Aish..kirain dua-duanya buat aku..” ujar Doojoon iseng.

“Ah…. Boleh deh..nih…” ujar Haneul pasrah.

“Aniyo~ ddungdang~! Bercandaa…” Doojoon menepuk kepala Haneul dan mengambil satu gantungan. “Aku ambil yang spatula ya.. Gomawo..” ujarnya.

“Nee~”

******

“Dadaaaah! Kita berangkat yaaa!!” teriak Yeonhee sambil melambai-lambai dari dalam mobil sedan hitamnya Dongwoon.

“Nee! Hati-hati yaa! Oleh-oleeeh!” ucap Haneul. Doojoon yang masih mengantuk hanya melambaikan tangan. Saat mobil Dongwoon berbelok mereka langsung berjalan cepat ke dalam apartemennya. Walaupun hari ini cerah, yang namanya musim dingin tetap saja menusuk kulit.

“Doojoon ah…? Kenapa? Ga enak badan?” tanya Haneul cemas.

“Ani…cuma kurang tidur aja..” jawabnya sambil tersenyum.

“Jinjja..?” tanya Haneul lagi.

“Nee…  Siapa yang mandi duluan?” tanyanya sambil menekan tombol lift.

“Kamu aja…aku males mandi.. dingin~” jawab Haneul.

“Kalo ga mandi ga akan ke Funland night trip~” ujar Doojoon sambil mengeluarkan dua tiket Funland.

“AH! Tiket Yeonhee ama Dongwoon ketinggalan??” tanya Haneul panik.

“Ani! Ini aku beli lagi! Kan beda judulnya juga =___=”

“Oh.. WAH yang malem?! Iya deh mandiii~ yeyeyeye~” ujar Haneul senang. Doojoon tersenyum sambil menyembunyikan kotak berisi kalung berliontin lumba-lumba di saku sweaternya.

*****

17.00~

“TULULULUT~” telepon kamar Doojoon berbunyi. Saat Haneul dan Doojoon sedang googling tentang Funland Night Trip.

“Yoboseo?” angkat Doojoon.

“…….”

“Ah…apa ga ada yang lain??”

“…………”

“Sebentar..” Doojoon menutup mulut teleponnya dengan tangan.

“Haneul ah, aku disuruh gantiin temen yang sakit di resto..sampe jam 8an..gimana?” tanyanya.

“Eng….yaudah, gapapa, kan Funland Nightnya buka sampe jam 2 pagi..masih bisa jalan-jalan~” ujar Haneul.

“……..Gwaenchana?”

“Gwaenchana..”  Haneul mengangguk cepat. Padahal ga pengen, tapi mau gimana lagi~

“Ne, Hyung. Aku bisa, sampe jam 8 aja ya…Ne.”

Doojoon menutup teleponnya dan mengambil jaket yang disimpan diatas sofa. “Aku pergi dulu ya.. nanti aku jemput harus udah siap”

“Nee~ hati-hati ya” ujar Haneul sambil mengantarnya ke pintu depan.

“Hmmm…3 jam…ngapain ya??” pikir Haneul sambil mengunci pintu.

*******

“Aigoo~~ Siwon ganteng bangeeeet~~” ujar Haneul sambil menonton acara musik Outbox di CSTV. “Ah!! Yunho!! AAAH! XD” teriaknya histeris.

“Ireokung Jareokung~ o o o o o~~” ada SMS masuk.

“Ah, dari Doojoon”

‘Haneul-ah, arah kesana macet, aku tunggu di belakang resto aja ya, maaf bikin susah, ongkos taksinya nanti aku gantiin.’

“Waeeee?? Baru jam setengah 7..yaudah deh pergi sekarang, mungkin macet banget…” ujarnya sambil ganti baju dan memakai coat coklat tua. “Ah, minum dulu deh, eh?”.

Di lantai ada kertas putih kecil… Haneul mengambil dan membalik kertas itu. Kertas fotobox. Foto Doojoon dan perempuan cantik. Entah kenapa ia tidak suka melihatnya. Haneul menaruhnya lagi distu dan bergegas mengambil tas , mematikan TV dan mengunci pintu kamar Doojoon. Berangkat!

*****

Resto.

“Doojoon-ah, cari apa?” tanya seorang laki-laki sambil mengelap tangannya yang basah.

“Ah…Seungho-shi.. Hyung, liat hadphone aku ga?” tanya Doojoon lagi.

“Hm?? Ani… mungkin ketinggalan di mobil?” jawabnya.

“Tadi aku simpen sini ko… ah… kemana ya??”

“Udahlah, nanti lagi carinya, ada pesenan tuh… Aku pulang ya”

“Ah, ne.. hati-hati”

******

Doojoon’s POV

“Wae wae wae!??!! Kenapa penataannya buyatak gini heh?!!!” teriak Jokwon sunbaenim nyaring.

“Ah, jwiseonghamnida, sunbaenim…” ucapku. Sejak Hpku hilang tadi, perasaanku jadi sangat tidak enak.

“Aissh… sini biar aku yang ganti. Kamu pulang saja sana!” ujarnya ketus sambil merebut tempat masakku.

“Ne..jwiseonghamnida…” ucapku sambil membungkukkan badan dan kembali ke ruang staff.

“Kena marah Kwon sunbaenim ya?” tanya Choi Saemi, chef part-time di bagian dessert, saat aku membuka locker.

“Ne.. Perasaan aku ga enak gara-gara Hpku ilang…” jawabku.

“Hm? HP yang ada gantungan spatula yang dari tempat undian ya??” tanya Minho yang ada di sebelah Saemi.

“NE! Kamu liat??” tanyaku penuh semangat.

“Liat sih, tadi kalo ga salah dibawa Seungho hyung..kirain dia pinjem hp kamu…” jawab Minho lagi sambil melipat baju chefnya. Aku melihat jam tangan, masih jam 7.

“Seungho….? Kamu tau alamatnya??”

“Ne, deket sini ko.. Mau pinjem motor aku biar cepet?” tawarnya.

“Boleh?” Minho mengangguk dan melempar kunci motornya padaku. “Helmnya ada di motornya”

“Gomawo! Ah, kalau ada cewe yang kesini cari aku, suruh tunggu ya” suruhku.

“Nee~ hati hati!” ucap mereka bersamaan.

END POV

******************

Haneul’s POV

“Huaaa…maceeet….” Keluhku dalam taksi.

“Ireokung jareokung~ o o o o o~” ada sms! Doojoon.

“Haneul, macet ya? Aku tunggu di rumah temenku aja ya? Ini alamatnya…..ashgshgdsauyd, nanti langsung masuk aja, gerbangnya ga dikunci ko..” <-males ngarang alamat.

“Ah, ini kan deket sini… Ajusshi! Tolong anter ke alamat ini aja” ujarku sambil menunjukkan HP pada supir taksi. Taksi pun memutar ke alamat yang kami tuju.

“Nah ini alamatnya…” kata supir taksi.

“Oh, nee.. ini uangnya. Kamsahamnida..” aku bergegas keluar dari taksi.

“Omaigat… gede banget rumahnya….” Ujarku dalam hati. “apa bener langsung masuk aja?” aku mengintip ke dalam gerbang. Sepi. Tapi gerbangnya ga dikunci sih. Yaudah deh masuk.

“Byeolbit~ dalbit~” ada telepon~

“Oh! Jungmin-oppa, yoboseyo?” angkatku.

“HANEUL AH KAMU DIMANA?!!” teriaknya sampai aku harus melemparkan hp ke seberang jalan agar suaranya tidak merusak telinga.

“Lagi di jalan~ kenapa?” jawabku santai.

“Kamu tau ga tadi ada apa di TV?!” tanyanya masih marah.

“Aaaah! Oppa nonton juga ya acara gulutuk kuliner~! Aku ga kobe yaaa? Hahaha” celotehku.

“PABO!! Kamu udah lupa sama si maniak serangga?! Apa jadinya kalo dia tau kamu ada di restoran itu!?” teriaknya lagi.

“Ah…mian oppa..aku lupa.. tapi ada Doojoon ko..”

“Aiiissh… dasar ga bisa dibilangin. Pokonya hati-hati! Udah, aku mau belajar lagi, besok UAS! TUTUTUTUTUT” telepon terputus. Aku memperhatikan taman depan rumahnya, luaaaaas banget.

“Eh? Ko mobil Doojoon ga ada? Jangan-jangan salah rumah?”  belum sempat aku melihat layar HP, ada seseorang yang membekapku. Lalu semuanya jadi gelap. Tubuhku tidak bisa digerakkan.

Aku hanya bisa berteriak dalam hati. “Doojoon ah!! Toloooong!”

END POV

****************

To be continueeeeed!!!

pendek banget ya?? padahal ngetiknya dari oktober ampe juni~~ TT^TT

komeeeeeeen!!

Twitter: @amELIamew

One thought on “Panettone 3rd Plate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s