[JiHyuk] Hmmmm…….~

Author: @gildaaa_

Genre: JiHyuk scene, Romance, Family

Main Casts:

  • Jang Ji Eun (you can imagine she is YOU)
  • Lee Hyuk Jae / Eunhyuk
Additional casts :
  • 2PM’s members
  • Miss A members
  • Super Junior members

Hari ini sangat menyebalkan! Bayangkan, dapat kelompok belajar yang individualisme-nya tinggi, jadwal kuliah yang berubah-ubah seenaknya, dan sekarang, di dorm, setelah datang capek-capek, kekasihku asyik berduaan dengan sahabatku sendiri! Komplit sudah penderitaanku!

Padahal dia sudah menyadari kehadiranku, tapi mungkin sahabatku, Sohee, lebih menarik daripada aku jadilah aku ditinggal. Mereka sedang membuat entah apa di dapur bersama Sungmin oppa dan Ryeowook oppa. Untuk mengusir bosan, aku iseng melihat handphone milik kekasihku. Aku melihat fitur pesan miliknya. Rata-rata semuanya dariku tapi ada beberapa pesan mantan kekasihnya yang mengiriminya pesan semangat untuk musikalnya.

From: Jina🙂

Eunhyuk oppa, semangat untuk musikalmu. Maaf aku tidak bisa menonton seperti yang kujanjikan waktu itu, aku sibuk persiapan konser Cube >< aku janji kalau sempat lain kali aku akan datang menontonmu! Fighting~ ♥

MWOYA?! Dia mengundang Jina eonnie untuk menonton musikalnya sedangkan dia tidak mengundang aku! Kenapa? Apa dia tidak mau disemangati oleh kekasihnya sendiri? Atau dia memang masih menyukai Jina eonnie?

Kepala, wajah, dan mataku langsung panas. Aku simpan handphone yang berisi sms laknat itu di meja dan segera pergi meninggalkan dorm. Diluar aku bertemu Donghae oppa. Aku titip pesan kepadanya jika aku hanya pergi keluar sebentar. Untungnya Donghae oppa tidak bertanya macam-macam dan membiarkanku pergi. Ketika diluar, aku baru sadar handphone-ku tertinggal tapi aku tidak memperdulikannya toh tidak akan ada yang bisa mengangguku. Tapi untungnya aku membawa serta iPod putihku. Segera aku pasang headset dan memilih Shuffle Playlist sambil menunggu bis. Aku memutuskan untuk pergi ke JYP Entertainment, menemui oppa-ku.

Ten2Five – You

Lagu ini kutemukan ketika sedang asyik mencari-cari lagu di Google. Sebenarnya ini Band dari Indonesia namun mereka membuat lagu berbahasa inggris.

You did it again

You did hurt my heart

I don’t know how many times

You… I don’t know what to say

You’ve made me so desperately in love

And now you let me down

 You said you’d never lie again

You said this time would be so right

But then I found you were lying there by her side

 You.. You turn my whole life so blue

Drowning me so deep, I just can reach myself again

You.. Successfully tore my heart

Now it’s only pieces

Nothing left but pieces of you

 You frustated me with this love

I’ve been trying to understand

You know I’m trying I’m trying

 You.. I don’t know what to say

You’ve made me so desperately in love

And now you let me down

 You said you’d never lie again

You said this time would be so right

But then I found you were lying there by her side

You.. You turn my whole life so blue

Drowning me so deep, I just can reach myself again

You.. Successfully tore my heart

Now it’s only pieces

Nothing left but pieces of you

Lagu ini sangat amat menunjukkan perasaan yang aku rasakan sekarang. Apa rasanya dibohongi oleh kekasih sendiri? Entah berapa kali selama hubungan kami, dia membuatku memiliki perasaan seperti ini. Rasanya ingin putus dan melupakannya. Seakan dia tidak pernah datang ke dalam kehidupanku. Tapi, tidak bisa. Hidupku sudah terlalu bergantung padanya. Entah bagaimana jadinya jika aku tidak bersamanya.

Dia yang membimbingku, menemaniku, membuatku tersenyum, menangis, tertawa. Menemaniku menjalani kesibukkanku diselang kesibukkannya juga. Tapi dibalik sifatnya yang sangat perhatian, dia juga perhatian kepada perempuan lain. Walaupun aku tahu dia memberikan perhatian yang berbeda tapi tetap saja dia memberikan perhatian! Kadang aku hanya ingin mengurungnya bersamaku, agar dia tidak bisa melihat orang lain selainku. Sedikit terobsesi memang, tapi aku sudah terlanjur jatuh ke dalam jurangnya dan tidak berniat keluar, malah berniat mengajaknya masuk bersamaku.

Beberapa lagu menemaniku sampai ke halte berikutnya. Aku turun dan berjalan menuju gedung JYP. Masih dengan headset ditelingaku tentunya. Aku tidak memikirkan bagaimana khawatirnya dia di dorm mengetahui aku tidak ada. Atau mungkin dia tidak menyadari aku tidak ada? Biarkanlah.

**

Dorm, lantai 11.. Eunhyuk POV

Selesai membuat es buah bersama Sohee, Sungmin hyung dan Ryeowook, aku bergegas menuju ruang tv dan menghampiri kekasihku, Ji Eun. Tapi tidak melihatnya, bukan tadi dia sudah datang ya?

“Mungkin ke toilet…” ujarku.

Cklek. Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Donghae. Berarti dia tidak ada di kamar mandi. Aku mencari ke kamarku sendiri, tidak ada. Ke kamar Kyuhyun dan Sungmin, tidak ada. Ke kamar Yesung dan Ryeowook, hanya menemukan Yesung hyung sedang tidur. Aku mencari ke seluruh ruangan di dorm namun tidak ada dia dimanapun. Apa mungkin ke dorm atas? Ketika hendak menelfon, aku kaget melihat sms dari Jina sedang dibuka. Jangan-jangan…dia membacanya! Astaga! Segera aku telfon handphone-nya.

Bwara Mr. Simple, Simple..

Ringtone handphone miliknya berdering dari salah satu tas. Tasnya ditinggal beserta handphone dan isinya. Kemana dia?

“Mencari Ji Eun? Tadi dia bilang…hanya pergi keluar tapi tidak tahu kemana…” kata Donghae.

Feelingku tidak enak. Aku takut terjadi apa-apa dengannya. Dia sebelumnya tidak pernah lupa membawa handphone-nya kemanapun dia pergi. Feelingku mengatakan, dia membaca sms dari Jina dan pergi keluar. Apa mungkin dia cemburu?

“Sejak kapan?” tanyaku lagi.

“Hmm…sejam yang lalu,” ujar Donghae sambil melihat jam tangannya.

Tidak mungkin ia pergi selama itu tanpa membawa handphone-nya. Aku langsung mengambil jaket dan kunci mobilku lalu bergegas keluar.

“Aku mau mencarinya!”

**

Gedung JYP, Ji Eun POV

Akhirnya sampai, di depan gedung aku bertemu dengan Miss A yang sepertinya akan pergi. Aku membungkuk menyapa mereka.

Annyeonghaseyo…

“Wah, Ji Eunnie! Annyeong! Mencari Wooyoungie?” tanya Fei eonnie.

“Nde, 2PM ada di dalam kan?”

“Ada, mereka sedang latihan. Masuk saja langsung ke dance room lantai 2!” katanya lagi.

Arraseo.. gomawo, eonnie!

“Ji Eun eonnie! Wah, tumben kemari!” Suzy menghampiriku.

“Mau bertemu dengan oppa sendiri tidak boleh? Huuuu~” cibirku.

“Boleh, eonnie. Hahaha… Ya sudah, aku tinggal ya! Kami telat jadwal! Annyeong!” ujar Suzy dan setengah berlari menuju van.

Annyeong!

Aku segera masuk dan naik ke lantai 2. Beberapa kali aku membungkuk kepada staff, manager ataupun beberapa trainee yang melewatiku. Aku memang sudah mengenal sebagian besar JYP Entertainment karena sejak Wooyoung oppa jadi trainee aku selalu main kesini. Sampai di ruang dance, ketika aku hendak membuka pintu, Junho oppa mendahuluiku membuka pintu dari dalam.

“Oh! Ji Eunnie! Mencari Wooyoung?” tanya Junho.

“Eh, Junho-ya! Nde…dia ada?”

“Wooyoung hyung, ada adikmu!” teriak Junho.

Nugu? Ah! Uri Ji Eunnie…” Wooyoung oppa datang dan langsung memelukku.

“Kangen oppa…

Nado, Ji Eunnie…

Aku tidak sadar kalau pipiku sudah basah karena air mata. Aku hanya terus memeluknya.

“Hey… ada apa? Ada masalah?” tanya Wooyoung oppa sambil menghapus air mataku.

“Hanya… sedang mengalami hari yang buruk dan aku kangen oppa…

“Cerita di atap ya? Kkaja…” Wooyoung oppa menggiringku sampai ke atap gedung. Dia menarik kursi dan kami duduk disitu. Dia merangkulku dan aku bersandar pada bahunya. Dia dengan lembut mengelus-elus rambutku.

“Hariku sangat buruk…” aku mulai curhat.

Wae?

“Kelompok belajarku kerjanya individualisme semua, lalu tadi tidak jadi kuliah padahal aku sudah bangun pagi-pagi sekali. Lalu tadi di dorm, Eunhyuk oppa asyik dengan Sohee, Sungmin oppa, dan Ryeowook oppa. Dan ketika aku memeriksa handphone Eunhyuk…hiks,” aku mulai menangis, “Ada sms dari Jina eonnie…

Aku memeluk pinggang Wooyoung oppa dan menangis lagi.

“Sms? Emang apa isi smsnya?”

“Eunhyuk…mengundang Jina eonnie ke musikalnya…hiks..padahal aku sendiri tidak…hiks..diundang…hiks…” putus sambungku.

Jinjja? Jina? G.Na??” Wooyoung oppa terdengar kaget. Aku hanya mengangguk.

Aigoo, mungkin dia tidak mau menganggu kuliahmu…”

“Aku kan bersedia menyediakan waktu untuknya, kenapa dia seperti ini…” Aku terus menangis, “Apa dia tidak mau aku tonton? Hiks…”

“Tidak begitu, Ji Eunnie… Mungkin dia hanya tidak sengaja mengundangnya… Uljima…” Wooyoung oppa terus menenangkanku.

“Aku… ingin putus saja…”

**

Author POV

Sementara itu Eunhyuk masih berkeliling mencari Ji Eun. Terlihat kekhawatiran dari air mukanya. Dia yakin Ji Eun salah paham tentang sms dari Jina. Eunhyuk bingung mau mencari Ji Eun kemana. Dia sudah mencoba ke apartemen Ji Eun, Han River, Handel and Gretel bahkan taman tempat pertama kali mereka bertemu sudah Eunhyuk datangi tapi dia tidak kunjung menemukan Ji Eun.

“Ji Eunnie… sayang… odiga…?” Eunhyuk menyenderkan dahinya di alat setir di hadapannya. Merasa putus asa.

“Ah! Wooyoung! Wooyoung!” eunhyuk langsung mengambil handphone-nya dan menelfon Wooyoung. Cukup lama Eunhyuk menunggu sampai akhirnya terangkat.

Yeoboseoyo? Eunhyuk hyung?

“Nde, Wooyoung-ah, Ji Eun bersamamu?”

“Ah, mianhae hyung. Ini Junho, Wooyoung hyung memang sedang bersama Ji Eun. Tadi Ji Eun kesini tapi kemudian mereka pergi berdua…”

“Pergi kemana?”

“Sependengaranku sih ke atap gedung, hyung.

“Gedung…JYP?

Nde, hyung.

Ah, arraseo. Gomawo, Junho-ya.

Cheon, hyung.

Tanpa basa basi lagi Eunhyuk langsung menutup telfon dan langsung mengendarai mobilnya menuju gedung JYP.

**

Atap gedung JYP, Hyujin POV

“Mwo? Putus? Kau jangan terlalu cepat mengambil keputusan Ji Eunnie…” ujar Wooyoung oppa, “Eunhyuk hyung pasti punya alasan dari masalah ini…”

“Tapi aku lelah oppa… lelah harus terus tersenyum dan berpura-pura tidak sakit hati melihat dia dengan wanita lain. Lelah harus berpura-pura tentang hubungan ini, lelah melihatnya tersenyum karena tingkah laku perempuan lain…”

“Itu kan hanya sebuah pekerjaan, kau juga harus mengerti…”

“Aku mengerti, oppa, tapi aku sudah lelah. Terlalu lelah untuk mencoba mengerti terus…”

“Itu sudah resiko menjalani hubungan dengan seorang artis. Eunhyuk hyung seorang artis terkenal, kau juga seorang model yang cukup di kenal di Korea. Eunhyuk sudah mencoba mengerti tentang keadaanmu, begitu juga kau seharusnya, Ji Eunnie… aku tidak mau kalian begitu cepat memutuskan sesuatu tapi akhirnya kalian menyesalinya…”

Aku diam dan mencerna kata-kata Wooyoung oppa. memang ada benarnya semua perkataan itu. Aku takut aku akan menyesal apabila nantinya aku berpisah dengannya. Aku masih terlalu menyayanginya…

“JI EUN!” suara seperti Eunhyuk memanggilku dengan lancang.

Aku dan Wooyoung oppa menoleh. Eunhyuk berdiri di ambang pintu dengan wajah kelelahan. Dadanya tidak berhenti naik turun mengatur nafas. Lalu muncul Junho yang sepertinya ikut berlari. Dia juga terlihat mengatur nafasnya.

“Ji Eun, kita harus bicara…” ujarnya Eunhyuk.

Wooyoung oppa hendak berdiri namun aku menahannya, “Oppa… apa aku sanggup?”

“Kalian sudah dewasa, bicarakanlah dengan baik dan jangan menggunakan emosi… apapun keputusan kalian, kuharap itu yang terbaik… ya?” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk. Aku melepas pelukanku di pinggangnya dan Wooyoung oppa pergi setelah mengacak-acak rambutku lembut.

“Aku ada di ruangan tadi jika kamu mencariku…”

Wooyoung oppa berjalan menghampiri Eunhyuk dan menepuk bahunya. Sepertinya Wooyoung oppa membisikkan sesuatu kepada Eunhyuk yang diikuti anggukan Eunhyuk. Setelah Wooyoung oppa dan Junho pergi, Eunhyuk menghampiriku. Aku berbalik dan menghapus air mataku. Mencoba menahannya agar tidak keluar lagi.

“Ji Eunnie… kau salah paham…”

Aku masih diam. Dia duduk berlutut di hadapanku dan memegang kedua tanganku erat. Sangat erat.

“Kau pasti membaca sms dari Jina kan? Memang… aku mengundangnya untuk melihat musikalku, tapi itu hanya formalitas semata. Aku mengundangnya ketika kami sama-sama syuting We Got Married. Member yang lain memaksaku untuk mengundangnya. Jadilah, aku mengundangnya. Mianhae, Ji Eunnie…”

Aku masih enggan berbicara, masih belum puas tentang penjelasannya.

“Ji Eunnie, sumpah demi apapun di dunia ini, aku terpaksa mengundangnya karena suruhan para member dan ada kamera yang merekam kami… mengertilah, Ji Eunnie…”

Aku menunduk, bahuku gemetar. Aku menggigit bibirku sekuat mungkin supaya air mata ini tidak keluar.

“Ji Eunnie, bicaralah. Walaupun kau memarahiku, setidaknya kau mau bicara denganku… sayang… Ji Eunnie…” Eunhyuk ikut menunduk, dahinya berada dilututku. Bahunya ikut bergetar.

“Ji Eun, perlu kau tahu. Dari pertama kali kita bertemu sampai saat ini dan bahkan sampai aku matipun, kau tetap yang aku cintai. Aku tidak bisa bayangkan kalau kau meninggalkanku… Ji Eunnie, jebal… bicaralah…”

“Aku…” Eunhyuk mendongkak, “Lelah…”

“Lelah? Lelah dengan apa? Aku harap… bukan dengan hubungan ini…”

“Aku lelah menghadapi semua masalah… kita…”

“Ji Eunnie, jebal… aku tidak sanggup bila kamu benar-benar meninggalkanku. Aku mohon… jangan ucapkan kata-kata itu…” mohon Eunhyuk, “Ji Eunnie… aku minta maaf, kamu boleh mendiamiku sampai kamu siap berbicara denganku, tapi jangan tinggalkan aku… jebal…

Dia mendongkak, matanya memohon. Tangannya tidak lepas dari tanganku, menahanku untuk pergi darinya.

“Apa kamu tidak lelah? Kamu… tidak merasa tertekan atau mungkin… bosan dengan hubungan ini?”

“Demi Tuhan, Ji Eun! Aku sama sekali tidak merasa seperti itu! Yang aku rasakan setiap hari hanya ingin selalu bersamamu, menghabiskan waktu denganmu, melewati setiap jadwal gilaku dengan kamu disampingku. Aku selalu membutuhkanmu, Ji Eun…”

Aku mencari kebohongan dalam matanya, tapi yang kutemukan adalah tatapan rapuh dan memohon. Permohonannya sangat sederhana, agar aku tidak meninggalkannya. Tapi aku tidak yakin bisa melakukannya.

“Aku… tidak tahu…”

“Ji Eun, harus berapa kali aku meyakinkan kepadamu, aku sangat mencintaimu! Aku selalu membutuhkanmu disampingku! Kamu tahu seberapa besar keinginanku untuk memilikimu ketika kita pertama kali bertemu? Sangat besar! Walaupun akhirnya aku tidak menunggu lama untuk mendapatkamu. Tapi aku yakin, kamu yang terbaik!”

Aku masih diam, tidak tahu berkata apa. Semua yang dikatakan Eunhyuk aku renungi, begitu besarnya kah dia menginginkanku?

Tiba-tiba dia berdiri, dan mengadahkan kepalanya.

Baby Boo, My hot little figure

Whom I was searching anywhere on earth

When I almost collapse with exhaust

I just eye on you, my beloved Venus

It feels like a dream, so don’t wake me up.

We so fine, Do you want to fly to the sky

I mean no one can interfere us

Both holding hands will never let you go,I admit

I promise that everybody will envy us.

Dia menyanyikan part-nya di All My Heart. Tatapan dia ketika bernyanyi sungguh membuatku terhipnotis. Aku memang sudah jatuh cinta terlalu dalam kepadanya. Sangat dalam sampai aku tidak bisa menjangkau untuk kembali keatas dan melirik lelaki lain. Aku sangat mencintainya.

Both holding hands will never let you go,I admit…” dia mengulangi kata-kata itu dengan pelan sambil kembali berlutut, “Aku sangat mencintaimu, Ji Eun-ah. Percayalah padaku…”

Aku diam dan menatapnya. Perlahan aku mengelus pipinya dan tersenyum kecil, “Aku percaya padamu, tuan Lee…” ucapku. Dia tersenyum, “Maafkan aku sudah berbicara aneh seperti tadi, aku diliputi emosi dan tidak bisa berpikir jernih. Mianhae…

“Tidak apa-apa, lain kali jangan seperti ini ya? Aku bisa gila kalau kamu seperti ini terus…”

Arraseo, maafkan aku…” kami sama sama bangun, dia memelukku erat, menaruh kepalaku di dada bidangnya, mengelus rambutku penuh kasih sayang.

“Kita harus mengerti keadaan masing-masing, selalu percaya bahwa kita saling menyayangi dan tidak akan mengkhianati satu sama lain, ara?” ujarnya lagi. Elusannya membuatku nyaman dan tenang.

Aku mendongkak dan menatapnya, “Arraseo, Lee Hyukjae… hehe.”

Dia mencium dahiku lalu kemudian menggenggam tanganku. Kami masuk lagi ke dalam gedung dan menuju ke ruang dance 2PM, disana mereka memang sedang latihan.

“Eiyy, sudah baikan?” sindir Wooyoung oppa ketika melihat aku dan Eunhyuk bergandengan tangan.

“Ya, begitulah oppa, hehe. Masih latihan ya? Aku mau pamit pulang…”

“Secepat ini? Arraseo, oppa juga harus latihan lagi. Baik-baik kalian! Hyung, aku titip adikku ya?”

“Akan selalu kujaga, tenang saja.”

**

EPILOG

Prok! Prok! Prok!

Olympic stadium Seoul riuh dengan suara tepukan puas penonton yang malam itu selesai menonton musikal ‘Fame’ termasuk Ji Eun yang ditemani oleh Nichkhun karena Wooyoung tidak bisa menemaninya. Penonton tidak berhenti melakukan standing applause untuk para actor yang berdiri sambil tersenyum puas di depan panggung, begitu juga Eunhyuk si Tyronn Jackson yang tersenyum dengan gummy smile-nya melihat puas ke arah penonton sambil beberapa kali membungkuk hormat. Eunhyuk merasa puas atas penampilannya malam ini. Eunhyuk melihat ke arah kanan panggung. Disana, wanita yang mengisi kehidupannya selama ini sedang berdiri menatapnya dan tidak berhenti tepuk tangan dan beberapa kali mengacungi kedua ibu jarinya. Eunhyuk melambaikan tangan ke arahnya dan membungkuk kembali.

Oppa, ayo ke backstage! Kalau tidak sia-sia kita membeli bunga ini… kkaja!

Secepat mungkin mereka berdua menuju backstage dan masuk ke ruang ganti Eunhyuk. Sesampainya disana, Nichkhun langsung membuka kotak kue yang dibawanya dan memasangkan beberapa lilin diatasnya. Ji Eun membantu dan mengambil sebuket besar bunga yang nantinya akan diberikan kepada kekasihnya.

Cklek..

Chukae, uri Tyronn Jacksone!” teriak Ji Eun dan Nichkhun serempak. Eunhyuk yang baru datang teramat kaget melihat kedatangan mereka. Tapi kemudian Eunhyuk larut dalam perayaan untuk dirinya sendiri.

“Hyung, tiup lilinnya! Ppali!” suruh Nichkhun. Kemudian Eunhyuk langsung meniupnya dan disambut teriakan girang dari ketiganya.

“Bunga untukmu, Tyronn.” Ji Eun memberikan bunganya kepada Eunhyuk.

Gomawo, sayang…

Eunhyuk hendak mencium Ji Eun namun Nichkhun dan staff yang ada di ruangan itu langsung mengoleskan beberapa krim kue ke muka Eunhyuk.

“YA!! Hahahah! Berhenti memoleskan wajahku! Aku bukan roti! Hey!”

Tapi Nichkhun dan staff yang lain tidak menghiraukannya.

-kkeut-

 **

SUPER FAIL! ini aku buat agak terburu-buru hahah semoga nyambung ya dan semua senang membacanya. oh ya, Aku Gilda Author tetap baru di wp ini. mau bilangin makasih buat Tyas udah bolehin post ff kapanpun :3 bakal sering-sering post ff disini kayanyaaa hehe~~ semoga readers suka bacanya. kalo liat  ff ini mirip siapa, mungkin emang mirip dan format ff ngikutin ff orang tp cerita dari ff ini murni dari otak aku sendiri! ^^ tungguin cerita-cerita JiHyuk yang lain yaa! kamsahamnida *bow*

Jangan lupa komen and no bash🙂

 and sorry for typo or a bad editing, still learning about that🙂

3 thoughts on “[JiHyuk] Hmmmm…….~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s