Pass By Me [Drabble]

Drabble pertama >.<v

Minho’s POV

Aku suka melihatmu, berjalan pulang, melewati tempatku. Tempatku berjualan makanan cemilan, tempatnya kecil-kecilan, punya oemmaku. Kau suka melewati jalan ini, karena kutahu apartemenmu di ujung jalan ini. Aku selalu melihatmu bersama seorang namja, namjachingumu. Aku tahu, itu namjachingumu karena kau selalu terlihat bahagia bila berjalan bersamanya. Melewatiku.

Siang hari pukul setengah 3, itu waktumu melewati jalan ini. Melewatiku, tepatnya.

Kau, kebetulan, mampir di toko ku, membeli 2 bungkus snack. Dan tentu bersama namjachingumu. Kalian tertawa bahagia, di depanku. Namjachingumu merangkulmu. Sesekali kau menyandarkan kepalamu ke dada namjachingumu itu dan ia mencium puncak kepalamu lembut, saling memperlihatkan rasa sayang. Kalian, kau dan namjamu itu tidak henti-hentinya memperlihatkan kemesraan saat menunggu pesanan kalian selesai.

Aku terus menunggumu setiap hari, di tempat yang sama, pada waktu yang sama. Hanya untuk melihatmu. Kau selalu melewatiku tanpa menyadari aku ada, aku pernah lahir. Duniamu hanya ada pada namjamu.

Kau dan namjachingumu seringkali bermesraan di taman depan tempatku berjualan. Jika kau dan namjamu mengunjungi taman itu, saat itulah aku dapat melihatmu lebih lama.

Tak jarang kau membeli daganganku, sendiri. Tapi itu hanya beberapa saat. Karena saat kau sendiri itulah, kau sedang menunggu namja itu.

Tapi suatu hari, aku melihatmu melewati jalan itu. Berdua bersama namjamu. Tapi ada yang berbeda. Tidak ada rangkulan, canda tawa. Namjamu berjalan di depanmu, mendahuluimu. Kau, yang berada di belakangnya, mencoba mensejajari langkahmu yang kecil dengan langkah besar namjamu.

Esoknya, hal itu terulang. Kau mengejarnya, dan mencoba menggandeng tangan namjamu. Tapi, usahamu gagal. Namjamu melepaskan gandenganmu dengan kasar hingga kau terdorong. Kau tetap berusaha.

Hal itu terus terjadi di beberapa hari kemudian. Kau terus mengejarnya. Pandangan matamu padanya menyatakan kau tidak mau kehilangannya. Kau mau menjadi yang terbaik baginya. Di matamu hanya ada namja itu.

Waktu itu hari libur, aku tidak melihatmu melewatiku. Tetapi aku melihat namjamu. Berjalan melewatiku, bersama wanita. Dan wanita itu bukan wanita yang kutunggu. Dari situ aku tahu, namja itu tidak ingin bersamamu lagi.

Esok harinya, akhirnya kau melewatiku lagi. Tapi ini bukan dirimu yang biasanya. Kau berjalan menunduk. Perlahan. Saat kau akan melewatiku, ku panggil kau pelan untuk membeli daganganku. Kau tersenyum, tersenyum padaku. Senyum paksaan.

Aku mencoba untuk menghiburmu terus menerus. Aku mencoba membuatmu melupakan namja itu. Dan akhirnya kau menyadari keberadaanku dan mengetahui namaku. “Choi Minho.” Katamu.

Semakin hari, aku merasa kau semakin bersemangat, bertenaga. Kuharap itu karenaku. Kau lebih sering mendatangi toko ku, disaat seharusnya kau melewatiku. Kau mengajakku mengobrol, disaat seharusnya kau memamerkan kemesraanmu di depan toko ku.

Sampai suatu hari, aku merasa ini saat yang tepat untuk menyatakan perasaanku padanya.

Tapi, kau tahu? Dia hanya diam. Dan yang meluncur otomatis dari mulutku adalah “Kau tidak perlu membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku yang sebenarnya padamu.”

Beberapa minggu kemudian, kami menjadi semakin akrab. Tapi satu minggu kemudian, dia tidak datang sama sekali padaku. Aku tidak melihatnya melewatiku.

Dan tiba-tiba, aku melihatmu datang dengan senyummu yang dulu. Kau tidak mendatangiku, hanya melewatiku.

Beberapa hari kemudian, kau datang padaku. Tidak sendiri. Ada namja itu, namja yang dulu telah mencampakkan mu. Dan kau dan namjamu, memulai kembali kemesraan-kemesraan itu di depanku.

Suatu hari, kau datang sendiri. Aku yakin, kau pasti sedang menunggu namja itu lagi, seperti dulu. Kau kembali menjadi dirimu yang dulu. Bahkan kau seakan tidak mengenaliku lagi. Kau hanya menganggapku sekedar penjual, dan kau pembelinya.

Saat namja itu datang, kau pergi bersamanya. Tertawa, melewatiku dengan hatiku yang remuk.

Sepertinya kau menyadari perasaanku, kau tiba-tiba datang di lain hari dan berkata

“Mianhae, Choi Minho. Aku tidak mencintaimu. Aku hanya mencintai namjaku.”

“Kalau begitu jangan pernah lewat di depanku lagi.” Jawabku, datar.

Ff drabble fail ini T,T

By: @mayagaul

2 thoughts on “Pass By Me [Drabble]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s