I Love Him, Not You.. {Part 6}

Siwon’s POV

Aku turun dari kamarku dan berjalan malas ke ruang makan, aku lihat Oemma duduk sendiri di meja makan.

“selamat pagi Oemma” ucapku seraya menghampirinya. Ia menoleh dan tersenyum padaku.

Ia menahan tanganku saat aku beranjak pergi, aku menatapnya heran. “kau tau apa yang mau Oemma bicarakan”

Aku menghela nafas berat dan duduk di sebelahnya, “mianhae Oemma, aku belum bisa mengabulkan keinginanmu sekarang”

“waeyo? Kau sudah mengulur janjimu terlalu lama. Terakhir, kau bilang kau akan membawanya saat ulang tahunmu”

“ne, tapi aku pikir kami masih terlalu muda untuk menikah”

“Oemma belum memintamu untuk membawanya sebagai istrimu, paling tidak Oemma ingin melihat seperti apa gadis yang selalu kau ceritakan itu”

Aku tersenyum simpul, “aku pasti akan memperkenalkannya, secepatnya”

KRIIIING~

Oemma beranjak dari duduknya dan meninggalkan dapur untuk mengangkat telfon di ruang tengah.

Aku hanya melamun, memikirkan omongan Oemma barusan. Ya, gadis yang Oemma maksudkan memang Min Young, aku memang sudah berjanji akan membawa gadis pilihanku saat ulang tahunku pada bulan April yang lalu. Tapi apa boleh buat, sampai sekarangpun Min Young belum menjadi milikku.

Terakhir aku memintanya menjadi kekasihku ia malah terkena kecelakaan. Hal itu sangat membuatku merasa bersalah. Memang aku yang salah, Min Young masih kekasih Kyuhyun jadi bagaimanapun aku tidak bisa memaksakan kehendakku padanya.

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke kamarku, aku putuskan untuk mandi lalu mengunjungi Min Young yang setauku masih ada di dorm.

Cklek. Tumben sekali pintu dorm tidak di kunci. Aku melhat sepasang sepatu wanita disini.

“dia tidak akan ketemu kalau kau tidak mencarinya!” aku mendengar suara perempuan dari dalam, tapi seingatku itu bukan suara Min Young. Aku langkahkan kakiku masuk dan kulihat betapa berantakan sekali dorm pagi ini.

Aku yang melihat Yesung hyung keluar dari kamarnya langsung menghampirinya, “ada apa hyung? Kenapa berantakan sekali?” tanyaku heran.

Yesung hyung langsung memelukku, aku yang bingung dan sedikit risih melepaskan pelukkannya. Aku lihat Ri Jung keluar dari kamar Yesung hyung.

“Ri Jung-ssi, sebenarnya ada apa?”

“Ddangkoma hilang saat ia membersihkan kandang mereka, sudah aku bilang jangan meletakkan barang di sembarang tempat!”

“Ddangkoma bukan barang, jagiya!” celetuk Yesung hyung tiba-tiba.

“aku kira ada rampok masuk, tapi syukurlah ternyata tidak ada apa-apa” ucapku lega.

Yesung hyung menatapku tajam, “Ddangkoma hilang, tapi kau malah bersyukur?!”

“mianhae hyung, bukan itu maksudku..”

“sudahlah jangan hiraukan dia” ucap Ri Jung sembari menarik Yesung ke dalam kamar.

Aku hanya bisa diam melihat kelakuan hyungku yang satu itu. Ah ya, aku jadi teringat tujuanku datang kemari.

Aku berjalan kearah kamar Donghae hyung dimana Min Young tidur. “kemana dia?” gumamku pelan saat mendapati Min Young tidak ada di kamar.

Aku periksa setiap kamar tapi aku sama sekali tidak menemukannya. Aku keluarkan ponselku, berniat ingin menelponnya.

“mencari Min Young, Siwon-ssi?” aku dikagetkan oleh suara Ri Jung dibelakangku.

“ne, kau tau kemana dia?”

“mollayo, yang aku tau tadi pagi dia pergi bersama Kyu” pergi dengan Kyu? langsung aku urungkan niatku untuk menelponnya.

“kalian hanya berdua?” tanyaku heran saat melihat kepala Yesung hyung menyembul keluar dari pintu yang hanya terbuka sedikit, err.. topless?

Keherananku bertambah saat melihat Ri Jung yang memakai rok, karena setahuku tadi Ri Jung memakai celana panjang. “hyung, kau?”

“wae?” tanyanya ketus.

“kau dan Ri Jung sedang apa berdua saja di dorm?!”

Ri Jung yang mendengar pertanyaanku langsung salting dan berjalan ke dapur. “yak! Jagiya mau kemana kau? Aku belum selesai!” panggil Yesung hyung dari tempatnya.

“hyung, ini masih pagi..” ucapku sedikit tak percaya. “lalu? Aku baru saja kehilangan Ddangkoma, dan aku butuh hiburan” jawabnya sedikit sewot.

Aku hanya menggeleng pelan dan berjalan ke dapur, “Ri Jung-ssi, aku pergi dulu, kalau Min Young datang tolong katakan aku datang mencarinya”

Ia mengangguk tanpa menatapku, mungkin masih malu. “ah ya, mian telah mengganggu kalian” lanjutku lalu pergi meninggalkan dapur.

“hyung, aku pergi dulu..” pamitku pada Yesung hyung yang sudah keluar dari kamar dan sudah memakai kembali kaosnya.

Di lobby aku edarkan pandanganku, berharap melihat Min Young, tapi tak terlihat sosoknya.

Aku langkahkan kakiku keluar gedung dan berjalan ke tempat dimana aku parkirkan mobilku. Karena jadwal hari ini kosong, aku pikir aku hanya akan menghabiskan waktuku mengelilingi kota Seoul.

+++

Min Young’s POV

Pagi ini Kyu oppa memintaku untuk menemaninya pergi ke daerah pertokoan Hongdae. Entah apa yang ia cari tapi kami sudah sudah hampir 2 jam jalan mengelilingi tempat ini.

“untuk kesekian kalinya aku tanya, apa yang oppa cari?” tanyaku saat kami memasuki sebuah kedai es krim.

Ia tersenyum dan menarik tanganku, “ayo kita makan es krim! Es krim rasa apa yang kau mau?”

Aku hanya bisa diam dan mengikutinya berjalan ke sebuah meja. Seorang pelayan menghampiri kami dan memberikan buku menu.

“silahkan pesan yang kau mau” ucap Kyu oppa tiba-tiba.

Aku menatapnya bingung, dua jam berkeliling di tempat ini tapi sekarang ia malah mengajakku makan es krim?

“tunggu..”

“tenang saja, aku yang bayar, jagi..” potongnya.

“bukan itu, jauh-jauh kita ke Hongdae karena hanya ingin makan es krim? Dua jam kita berjalan tapi hanya es krim yang kau cari?” tanyaku heran.

Ia mengangguk, “kita di kedai es krim, apalagi yang akan kita lakukan selain menikmati satu porsi es krim?”

Aku menghela nafas berat dan berdiri dari dudukku.

“Min Young-ah, kau mau kemana?”

“aku ingin pulang, aku lelah” jawabku cuek berjalan meninggalkannya.

Aku dengar Kyu oppa memanggil namaku berkali-kali tapi tak aku hiraukan. Aku tak mengerti jalan pikirannya, kalau ia hanya menginginkan es krim, kenapa tidak beli di supermarket saja?

“aku pulaang~!” sahutku saat memasuki dorm yang tak terkunci. Aku di kejutkan dengan dorm yang berantakan sekali. “ada apa ini?” gumamku heran.

Setauku ada Ri Jung onnie disini, dan Ri Jung onnie sangat benci melihat sesuatu yang berantakan.

“onnie~” panggilku.

Aku mendengar suara berisik dari kamar Jongwoon oppa, “nee?” sahut Ri Jung onnie yang keluar kamar dengan baju berantakan.

“onnie waeyo? Gwaenchanayo?” tanyaku sedikit khawatir.

Tak lama Yesung oppa keluar dari kamarnya dan melihat kearahku sebal.

“aku? Gwaenchana..” kata Ri Jung onnie.

Ah aku mengerti mereka sedang apa, “aigoo, mianhae onnie, aku tidak bermaksud mengganggu kalian”

“aniyo, kami tidak sedang melakukan hal yang macam-macam Min Young-ah” elak Ri Jung onnie seraya merapihkan bajunya.

“ah ye, kenapa dorm berantakan sekali?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Ddangkoma hilang saat Yesung membersihkan kandangnya, kau tau seperti apa Yesung kalau sesuatu terjadi pada Ddangkoma..” jelas Ri Jung onnie.

Aku menggumam mengerti sembari berjalan ke kamar Hae oppa. “ah ya, tadi Siwon datang mencarimu” ucap Ri Jung onnie tiba-tiba. Hal itu mengingatkanku pada tujuanku hari ini.

“ne, gomawoyo onnie” ucapku lalu menutup pintu kamar.

Bagaimana ini? Aku tidak yakin kalau aku bisa memutuskannya hari ini, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri.

Tok Tok. “Min Young-ah buka pintunya~” suara Kyu oppa. Aish aku sedang malas bertemu dengannya. Aku masih kesal atas sikapnya hari ini.

“ne?” akhirnya aku buka pintu kamarku. “mianhaeyo..”

Ia menatapku, memohon untuk memaafkannya. Min Young, jangan tergoda!

Aku mengangguk pasrah dan tersenyum seramah yang aku bisa, “gwaenchanayo oppa, aku hanya terlalu lelah”

“jeongmal mianhae, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu”

Aku mengalihkan pandanganku, tak berani menatap matanya. “khajja!”

Ia menatapku heran, “mau kemana? Bukannya kau capek?”

“geurae kalau begitu aku mau tidur..”

“jamkkanman!” serunya tiba-tiba. Aku membalikkan badanku dan menatapnya malas.

“ppalliwa..” jawabku sambil berlalu di depannya.

Kyu oppa langsung mengikutiku dari belakang, “Min Young-ah kita mau kemana?”

“oppa bilang mau menghabiskan waktu denganku, jadi tidak?” tanyaku sedikit menggodanya. Ia mengangguk lalu berjalan menyusulku.

Aku tidak ada maksud apa-apa mengajaknya pergi, tapi aku hanya ingin mengabulkan permintaannya yang satu ini, mungkin untuk yang terakhir kali selagi aku masih jadi kekasihnya.

Kami tidak pergi terlalu jauh, hanya ke taman dekat dorm. “oppa aku ingin es krim!” ucapku sambil menunjuk sebuah stand es krim yang ada di dekat situ.

“geurae, strawberry, cokelat, atau vanila?” tanyanya berlagak seperti pelayan.

“strawberry, please” jawabku sambil tersenyum. Aku akan berusaha setulus mungkin untuk melewati hari ini.

Beberapa saat kemudian Kyu datang dengan satu es krim di tangannya. “gomawo” kataku menerima es krim darinya. “oppa tidak makan?” tanyaku heran.

Ia menggeleng, “di bandingkan es krim, kau lebih manis”. Jawabannya barusan sontak membuat wajahku memerah. Setelah itu tak ada satupun dari kami yang berbicara.

“ah ada es krim di bibirmu” ucap Kyu oppa tiba-tiba mendekatkan tangannya ke wajahku. Otomatis hal itu membuatku semakin salting.

Aku menahan tangannya, “gwaenchana, aku akan membersihkannya”. Ia menggenggam tanganku, mendekatkan wajahnya ke wajahku. Anehnya tubuhku tidak bisa bergerak, sedangkan Kyu oppa semakin mendekat.

Hangat.. dan sedikit basah. Itulah yang aku rasakan saat bibirnya menyentuh bibirku. Otakku melawan semua ini, tapi entah kenapa tubuhku menginginkannya.

Aku sedikit meringis saat ia menggigit bibirku pelan, dan itu membuatnya memasukkan lidahnya kedalam mulutku. Aku tidak ingin terlarut dalam ciumannya, tapi kenikmatan ini memang tidak bisa aku tolak.

+++

Siwon’s POV

Kemana perginya Min Young bersama Kyu? Aish, aku tidak boleh meragukan Min Young.

Aku rasa aku sudah mulai bosan, apa sebaiknya aku menunggunya di dorm saja? Tapi aku masih merasa tidak enak dengan Yesung hyung. Setelah berkeliling tanpa tujuan, aku putuskan untuk kembali ke dorm.

Aku tekan rem mobilku saat melewati taman di dekat dorm. Dadaku sangat sakit melihatnya, di tempat umum, Kyu dan Min Young, berciuman. Dan aku yakin, ciuman ini beda dengan ciuman sebelumnya.

Aku parkirkan mobilku di pinggir taman, aku langkahkan kakiku memasuki taman dengan emosi tertahan. Aku sangat ingin menghentikan cuiuman mereka, aku merasa dikhianati.

Tapi aku menghentikan langkahku, dari awal memang aku yang salah. Aku yang masuk diantara mereka, sekarang walaupun Min Young menyukaiku itu salahku.

Aku sama sekali tak tau harus berbuat apa, niatku untuk menghentikan mereka aku urungkan. aku tidak berhak atas Min Young sedikitpun, karena ia belum menjadi milikku. Milikku seutuhnya.

+++

Kyuhyun’s POV

Aku sama sekali tidak merasakan penolakan darinya. Setelah beberapa detik, aku melepaskan ciumanku dari bibirnya. Ia langsung menundukkan wajahnya, tak berani menatapku.

Aku raih dagunya untuk menatapku, “saranghae Min Young-ah”.

Wajahnya terlihat terkejut, aku tidak mengerti tatapannya yang mengarah ke, belakangku?

Aku ikuti pandangannya dan aku tau apa yang membuatnya terkejut. Choi Siwon.

“oppa..” Min Young beranjak dari duduknya dan menghampiri Siwon hyung.

Aku mendesah pelan dan beranjak pergi dari tempat itu, aku malas bertemu dengannya.

“Kyu, jamkkanman. Aku ingin Min Young bicara sekarang” sahut Siwon hyung menghentikan langkahku.

Aku sangat benci hal ini, bukan, aku sangat takut. Takut kehilangan Min Young.

Akhirnya aku membalikkan tubuhku, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk ang akan aku terima. Bersiap menerima keputusan terbaik untuk Min Young yang seharusnya juga terbaik untukku. Aku hanya ingin Min Young bahagia walaupun bukan bersamaku.

Aku lihat Min Young menundukkan kepalanya, sedangkan Siwon yang berdiri di sampingnya terlihat tak sabar menunggu jawabannya.

“mianhae, tolong beri aku waktu lebih lama”

Siwon hyung terlihat sedikit kesal mendengar ucapan Min Young barusan.

“aku akan kembali ke dorm, beri tau aku kalau kau sudah memutuskannya, jagiya” aku membalikkan tubuhku dan berjalan kearah dorm.

+++

Min Young’s POV

Siwon oppa menarikku ke mobilnya, “Min Young-ah, sampai kapan aku harus menunggumu?!” ucapnya sedikit meninggikan suaranya saat kami sudah di dalam mobil.

Aku tak bisa menjawabnya, aku menggelengkan kepalaku. Aku tau pasti ia sekarang sangat marah padaku.

Siwon oppa memukul setir yang ada di depannya dan menarikku ke dalam pelukkannya. Ia mengusap bibirku dengan jarinya, “mianhae, aku hanya tidak suka melihatmu berciuman dengan Kyu barusan. Aku… aku cemburu”

Aku menatapnya sejenak lalu membalas pelukannya yang hangat. “seharusnya aku yang meminta maaf, lagi-lagi aku tidak bisa tegas”

“aniyo, itu bukan salahmu, aku rasa aku terlalu menekanmu. Lagipula, dari awal akulah yang salah. Seharusnya aku dulu hanya menyimpan perasaanku padamu, bukan malah menyatakannya”

“itu hakmu untuk memilih siapa yang kau rasa pantas ada disampingmu, aku tidak keberatan jika kau memilih Kyu, bukan aku” lanjutnya. Tidak keberatan? Terdengar jelas dari suaranya sangat sulit untuknya mengatakan hal itu.

Aku menatapnya tak percaya, semudah itukah ia melepasku?

“sebaiknya kau pulang sekarang” lanjutnya sambil menyalakan mesin mobilnya dan mulai melaju.

Sesampainya di dorm aku tidak menemukan Kyu, mungkin dia sedang di dorm Heechul oppa. “aku pulaaang~” sahutku berharap ada yang menjawab.

“setauku tadi ada Ri Jung dan Yesung hyung” ucap Siwon oppa di belakangku.

Tak lama Ri Jung onnie dan Jongwoon oppa keluar dari kamar YeWook oppa. “ah kalian sudah datang..” sambut Ri Jung onnie sambil tersenyum manis. Tapi senyum itu aneh bagiku.

“kalian mau makan apa??” tanya Yesung oppa. Aku dan Siwon saling bertatapan. Heran, kenapa tumben sekali Yesung oppa menawari kami makan.

Aku menarik Ri Jung onnie kedapur, “onnie, apa yang Yesung oppa lakukan padamu? Kalian terlihat sangat aneh..”

“aniyo, dia tidak melakukan apapun” jawabnya. Aku tau dia bohong.

“aigo~ ceritakanlah padaku!!” pintaku sedikit merengek. Ri Jung onnie menatapku masih dengan senyumnya.

Ia menunjukkan tangan kirinya, tepatnya jari manisnya.

“kyaaa~~ onnie chukkaeyo!!” seruku senang lalu memeluknya. “gomawo Min Young-ah, aku harap kau segera menyusulku dengan Kyu!”

“eh, dengan Kyu?” ucapku ragu.

Ri Jung onnie melepaskan pelukkannya, “waeyo?”

Aku menggeleng, “onnie, aku ingin menceritakan sesuatu padamu..”

Aku mengajaknya duduk di meja makan dan menceritakan semuanya, mulai dari alasan aku menerima Kyu, penyebab aku pergi meninggalkan Seoul sampai kejadian hari ini.

Ri Jung onnie menggenggam tanganku, “kalau aku jadi kau, aku akan memilih orang yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku. Jangan sampai kau menyesal nantinya”

“aku tau onnie, tapi aku takut menyakiti salah satu dari mereka”

“kalau begitu kau mendua saja, aku yakin pasti diantara mereka tidak ada yang keberatan kau madu. Hahaha”

“SHIREO!!”

Aku dan Ri Jung onnie memandang kearah suara barusan. Kyu dan Siwon oppa sekarang tepat berada di depan pintu dapur. Jadi, mereka mendengarkan curhatanku barusan?

“haah, sudahlah. Aku capek, sepertinya akan aku putuskan sekarang..”

“jinjja?” tanya Kyu ragu.

Aku menganggukkan kepalaku, “ye, aku sudah tidak mau lagi mempermainkan kalian”

Aku menarik nafas sebanyak yang kubisa, “aku memilihmu!”

~TBC~

Maaf mungkin ff yang ini lebih pendek dari ff yang sebelum-sebelumnya. Hal ini dikarenakan tugas kuliah yang menumpuk dan jadwal yang padat  /plak. Terimakasih untuk yang udah baca, maaf kalau banyak kurangnya.. oh iya, sebenernya saya masih gak tau ni ff tamat di part berapa hehe..

Oh ya jgn lupa leave comment yaa~!

9 thoughts on “I Love Him, Not You.. {Part 6}

  1. mwo ?! apa yang saya lakukan dengan kyu ………………..
    *peluk siwon* *kunci kamar takut digebukin dita* (-_-)

    issh yejung (?) eksis ya di epep ini ckckck
    lanjut ke ff berikutnya ah~ penasaran wakakakak /plak

  2. Ah gak mau pokonya ahirnya harus sama kyu !soalnya kyu yanf dri awal sama min young !si siwon ganggu nih ah hahaha xP ,author author pokoknya ahirnya kyu sama min young ya gak mau tau !kekekeke xP

  3. Uaaaaaaaaa…. Ngamuk tingkat tinggi …..
    Dah dr part 4 aq geregetan nih …. Eh sampai sekarang ßèLº°˚˚°ºM. Ada hasil dr min young ….ahhhhhhh mola …. ( lari sejauh jauh nya ) terserah min young deh pilih yg mana … ( yg penting siwon buat aq hehe )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s