I Love Him, Not You.. {Part 5}

“Min Young, dia pergi meninggalkan Seoul..”

Semua orang yang ada diruangan itu membulatkan matanya. “apa dia bilang mau pergi kemana?” tanya Siwon yang terlihat sudah mulai panik. Donghae menggeleng, “mollayo..” ucapnya pasrah.

Ryeowook meraih surat itu dari tangan Donghae dan membacakannya ke semua orang yang ada di ruangan itu. “ia bilang ia akan kembali, tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggunya kembali” ucap Eunhyuk yang akhirnya bersuara.

“mwo? Hanya diam menunggunya pulang tanpa melakukan apapun?! Shireo!” sahut Donghae yang terdengar marah.

Eunhyuk menggeleng mendengar ucapan Donghae barusan, “lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau tau kemana ia pergi? Mungkin ia hanya butuh waktu sendiri”

Donghae mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa digit nomor.

“yeoboseyo, Oemma?”

“ne, Donghae-ya?”

“apa Min Young ada di Mokpo bersamamu?”

“aniyo, bukankah ia di Seoul bersamamu?”

“ah ye, annyeong Oemma, jaga kesehatanmu” ucap Donghae sebelum memutuskan teleponnya. Demi kesehatan Ibunya, terpaksa ia harus membohongi Ibunya tentang masalah perginya Min Young.

+++

Siwon’s POV

‘sebenarnya apa yang ia pikirkan sampai pergi tanpa penjelasan?!’ pikir Siwon selama perjalan pulang dan tanpa henti mencoba untuk menghubungi nomor Min Young.

DRRT DRRT DRRT

From: Kyuhyun Cho

June 12, 2010   5:46 PM

Bisa kita bertemu? Aku ingin membicarakan tentang Min Young. Kepergiannya pasti ada hubungannya dengan kita.

Aku mengiyakan ajakannya dan bertemu dengannya di sebuah cafe di kawasan Jeonju.

“bagaimana kalau kita mencoba mencarinya secara terpencar?” usulku sambil sesekali menyeruput kopi hangatku.

“sebenarnya aku memang tidak keberatan, tapi kita mau mencarinya kemana?” tanya Kyu balik. Aku berpikir sejenak. “kau ingat saat kita ke Jejudo? Disana banyak sekali teman-teman Min Young, mungkin Min Young sedang bersama salah satu dari mereka”

Kyu mengangguk, “geurae, apa kita harus memberitahu Donghae?”

“sebaiknya jangan” Kyu menatapku bingung atas ucapanku barusan. “aku tidak yakin Donghae hyung bisa menahan emosinya nanti” sambungku.

Kyu menggumam mengerti, “baiklah, kapan bisa kita mulai?”

“lebih cepat lebih baik, setiap ada waktu akan aku sempatkan bertanya” jawabku seraya meneguk kopiku.

+++

Min Young’s POV

“aih segarnya..” ucapku sembari meregangkan tubuhku. Malam pertamaku di Jepang, aku tidak tinggal di Tokyo, tapi tepatnya di Yokohama. Tinggal di kota besar seperti Tokyo sepertinya akan mempermudah diriku bertemu dengan Super Junior.

Untuk tempat tinggalku sementara aku menyewa sebuah kamar. Memang tidak lebih baik dari rumahku sebelumnya, tapi aku harus terbiasa dengan semua ini.

Hari pertama disini, aku akan mencoba mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku. Dan lagi kemampuanku berbahasa Jepang belumlah terlalu fasih, kadang aku masih menambahkan Bahasa Inggris atau sedikit Bahasa Korea saat aku berkomunikasi dengan penduduk sekitar.

Setelah melangkahkan kakiku kebeberapa tempat untuk melamar pekerjaan, akhirnya aku mengakhiri perjalanku hari ini kesebuah toko cendramata yang lumayan besar.

“ohayou gozaimasu, apa benar disini sedang membutuhkan tenaga kerja?” tanyaku kepada seorang wanita paruh baya yang menyambutku dipintu masuk.

“hai, kebetulan sekali aku pemilik dari toko ini. Mari bicara diruanganku saja” aku mengangguk dan mengikuti langkahnya kesebuah ruangan yang bisa dibilang cukup unik dengan berbagai barang antik yang menggantung didinding ruangan ini.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan darinya, kami berbincang sebentar tentang diri kami masing-masing. Arisa-san, ia memintaku untuk memanggilnya begitu. Aku merasa wanita ini adalah seseorang yang kesepian, sama denganku.. Tak terasa dalam waktu singkat kami sudah menjadi teman.

Beberapa hari kemudian sebuah panggilan datang padaku. Dan yang membuatku lebih senang adalah panggilan tersebut berasal dari toko cendamata yang aku kunjungi waktu itu.

Ini hari pertamaku bekerja disini, dan aku pikir aku akan cepat terbiasa dengan suasana ramai yang tidak pernah hilang dari toko ini.

+++

Kyuhyun’s POV

Sebentar lagi jam 2, aku akan melanjutkan kegiatanku mengunjungi satu persatu teman Min Young yang sudah aku dapatkan alamatnya dari tempatnya bekerja. Sudah beberapa hari ini aku mencarinya, tapi tidak satupun yang mengetahui dimana keberadaannya.

“annyeong..” sapaku saat pintu rumah Park Hee Rin terbuka.

Ia menatapku heran, “ka, kau Cho Kyuhyun Super Junior, bukan?” tanyanya tidak percaya. Aku hanya mengangguk dan tersenyum ramah.

“apa, apa aku masuk salah satu reality show mu?” tanyanya lagi. Aku mengerutkan keningku dan menggeleng. “aih, pantas saja tidak ada satupun kamera disini. Ada perlu apa?” nada bicaranya yang dari tadi ramah berubah menjadi sebaliknya.

“mian mengganggu, aku hanya ingin bertanya. Apa kau bertemu Min Young belakangan ini? Atau, apa ia bersamamu?”

Ia menatapku sebal, “aku kira kau kesini untuk mencariku” aku hanya tersenyum pahit mendengar ucapannya barusan. “jadi?” tanyaku lagi.

“molla, aku belum bertemu lagi dengannya sejak hmm, kira-kira seminggu yang lalu” jawabnya. Aku menghela nafasku berat, Min Young mempunyai sekitar 15 orang teman, bagaimana kalau jawaban ini yang akan aku dapatkan dari 15 orang temannya itu?

“geurae, kamsahamnida Hee Rin-ssi, aku permisi dulu.”

“mwo? Tidak mau masuk dulu Kyuhyun-ssi?” aku hanya menggeleng lemas dan berjalan menuju mobilku.

Sudah 3 rumah lagi yang aku kunjungi dan hasilnya nihil. Rumah selanjutnya adalah rumah Choi Kae Rim.

Cklek. Ia membuka pintu rumahnya, aku tersenyum seramah mungkin. “Kyaaaaa~! Cho Kyuhun!!! Kau datang kerumahkuuu~!!”

Aku menutup telingaku karena teriakkannya yang cempreng barusan. “silahkan masuk Kyuhyun-ssi~!”

Aku menggeleng, “gomawoyo, aku kesini hanya ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa kau—“

Belum selesai aku bicara, ia sudah menggenggam tanganku, “i do Kyuhyun-ssi”

Aku mengerutkan keningku heran, “mworago?”

“i do” ia mengulangi ucapannya. Aku yang baru mengerti apa maksud jawabannya itu langsung melepaskan genggamannya di tanganku.

“mianhae, bukan itu yang mau aku tanyakan” ucapku ragu.

Raut mukanya langsung berubah kecewa. “mi, mianhae Kae Rim-ssi. Aku tidak bermaksud—“

“kyaaa~! Kau menyebut namaku~!!” lagi-lagi ia memotong ucapanku dengan teriakkan histerisnya. Aku menghela nafas, entah kapan penderitaan ini akan berakhir.

“Kae Rim-ssi, aku kesini untuk menanyakan Min Young” akhirnya aku ucapkan kalimat itu secepat yang aku bisa agar tidak dipotong lagi. Ia terdiam, “Min Young?”

Aku mengangguk cepat, dari nada suaranya aku pikir ia tau sesuatu. “apa kau tau dimana Min Young?” aku mencoba bertanya.

Ia mengangguk pelan, “masuklah, akan aku ceritakan apa yang aku tau”

Sepertinya ia tidak berbohong, jadi aku masuk saja kerumahnya. Ia menyeduhkan teh untukku dan duduk di kursi di depanku.

“Kyuhyun-ssi, sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu” aku mengangguk tanda memperbolehkannya bertanya.

Ia menarik nafas panjang, “apa kau dan Min Young sudah lama berpacaran?”

Aku dengan ragu mengangguk. Ia memandangku heran, “waeyo?” tanyaku yang juga heran.

“apa kau tidak tau kalau selama ini Min Young menyelingkuhimu?” tanyanya lagi.

Aku menghela nafasku, “aku tau, pasti dengan Choi Siwon kan?”. Ia terlihat tekejut mendengar jawabanku barusan. “jadi, apa kau tau kemana perginya Min Young?”

“dia ke Jepang” jawabnya singkat.

“Jepang? Setauku dia tidak memiliki sanak saudara disana”

Kae Rim menganggukkan kepalanya, “karena itulah saat aku tau ia akan ke Jepang, aku berusaha menahannya, tapi dia bilang dia mau menjalani hidupnya yang baru disana”

“kapan terakhir kali ia menghubungimu?” tanyaku lagi. Ia berpikir sejenak, “hmm, mungkin seminggu yang lalu”

“apa yang ia katakan?”

“sayangnya ia tidak memberitahuku dimana ia tinggal” jawabnya menyesal.

“ah ya, bagaimana dengan nomor ponsel yang ia gunakan?”

Ia menggeleng, “dia menggunakan telpon umum yang ada di bandara”

Aku menggumam mengerti, “baiklah, terimakasih atas infonya. Sepertinya aku harus pergi sekarang”

“Kyuhyun-ssi” panggilnya. Aku menoleh berhaap ia mempunyai kabar yang belum ia sampaikan padaku, “ne?”

“bolehkah aku foto bersamamu?” lagi-lagi aku menghela nafasku dan mengangguk lemas.

“gomawoyoo~~!!” aku pikir rasa antusiasnya tadi sudah hilang entah kemana (-__-‘)

Setelah selesai memberi fan service, aku langsung mengendarai mobilku ke dorm. Di perjalanan aku menyempatkan menelpon Siwon hyung.

“yeoboseyo?”

“hyung, aku sudah tau Min Young dimana! Dia ada di Jepang” jawabku sedikit berteriak kegirangan.

“jeongmal? Aku tau alamat tempat ia tinggal sekarang, cepat pulang dan kita bicarakan bersama”

Aku menutup flip ponselku dengan kasar. Cih, bagaimana dia bisa semudah itu mendapatkan alamatnya? Sedangkan aku, mendapatkan lokasinya saja sudah penuh perjuangan.

+++

Min Young’s POV

“selamat datang” ucapku ramah kepada segerombolan wisatawan yang memasuki toko kami. Yah inilah pekerjaanku sekarang, menyambut setiap tamu yang datang seramah mungkin. Setelah 3 hari bekerja di tempat ini aku mulai betah dan aku yakin, aku akan bahagia disini.

“Min Young, kau boleh istirahat” Arisa-san memanggilku untuk beristirahat. Aku hanya mengangguk dan berjalan ke rest room pegawai. Aku membuka lokerku dan melihat ponselku. Rupanya ada 1 pesan masuk dari Gyu Ri, teman kerjaku dulu di Seoul.

From: Gyu Ri Song

June 20, 2010 3:33 PM

Min Young-ssi, bagaimana kabarmu di Jepang?

Kemarin Siwon mendatangi rumahku, dan ia menyanyakan keberadaanmu sekarang. Awalnya aku tidak mau mengatakannya, tapi ia memohon kepadaku dan aku seperti bisa merasakan penderitaannya mencarimu.

Akhirnya aku memberitahunya dimana kau tinggal. Mianhae, aku tidak bermaksud memperburuk keadaan, tapi aku hanya ingin berusaha membantu kalian. (>/\<)

Aish, aku memang memberitahu keberadaanku hanya pada Gyu Ri saja, aku pikir ia bisa menjaganya. Sekarang Siwon oppa atau bahkan Kyu oppa pasti akan mencariku kesini. Aku merasa seperti buronan yang sedang di cari-cari polisi.

Malam ini aku putuskan untuk tidak pulang ke rumahku, aku pergi kesebuah hotel untuk beristirahat semalam saja. Setelah meminta kunci kamar kepada resepsionis, aku langsung melangkahkan kakiku ke lantai 2 dimana kamar bernomor 22 berada.

Kruuk~

Aku lupa kalau perutku belum kuisi makanan dari tadi siang. Aku kunci pintu kamarku, dan berjalan ke sekeliling hotel mencari sebuah kedai makan yang kira-kira menjangkau isi dompetku.

Langkahku terhenti di sebuah kedai kecil, sepintas aku baca daftar harga yang ada di dindingnya lumayan murah untuk dompetku.

Akhirnya aku memesan satu porsi ramen dan satu botol soju. Aku memang tidak terbiasa untuk minum, tapi mungkin saja bisa meringankan masalah yang sedang aku hadapi, jadi untuk malam ini aku coba pesan satu botol.

Yah satu botol setidaknya sampai aku mabuk dan meneguk botol ketigaku.

“hei nona, sepertinya kau kesepian..” aku merasakan sebuah tangan kasar mengusap lenganku.

Dengan susah payah aku mencoba mengumpulkan kesadaranku dan menepis tangan namja itu. Aku berdiri dari dudukku dan membayar seluruh makanan dan minumanku. Dengan langkah sempoyongan aku berjalan keluar kedai itu, tapi aku mendengar derap langkah mengikuti dibelakangku.

Aku menoleh kebelakang dan mendapati paman tua tadi dan satu temannya membuntutiku dengan botol soju di tangan mereka.

Aku yang mulai ketakutan mencoba mempercepat jalanku, tapi apabila daya, kesadaranku pelahan mulai hilang dan aku jatuh, tapi aku rasa ada sepasang tangan yang menahanku.

“maaf, wanita ini bersamaku..” aku bisa mendengar suara namja ini samar-samar. Suara yang sangat aku rindukan. Lengan kekarnya mengangkatku dan membawaku pergi dari tempat ini. Apa aku bermimpi? Jika iya, aku berharap aku tidak  terbangun dari mimpi ini.

+++

Aku membuka mataku perlahan. Ah, kepalaku berat sekali rasanya, pasti karena tadi malam aku terlalu banyak minum.

“kau sudah bangun rupanya” aku mengerjapkan mataku, mencoba memperjelas penglihatanku yang masih sedikit buram.

“oppa?” ucapku heran saat melihat Kyu oppa berjalan menghampiriku. “minum ini” ujarnya memberikanku segelas air kepadaku. Aku menerimanya dan meneguk setengah dari isi gelas tersebut.

Tunggu, kenapa aku bisa ada disini? Di rumahku? Ah ya, aku ingat tadi malam. Tapi seingatku suara itu, bahkan lengan hangat itu, bukan milik Kyu oppa, melainkan Siwon oppa. Kemana dia? Apa tadi malam aku hanya bermimpi? Tapi suaranya terdengar sangat nyata.

“apa kau kesini sendirian?” tanyaku pada Kyu oppa yang sedari tadi asik memainkan rambutku.

“aniyo, aku bersama Siwon hyung” jawabnya singkat. “Siwon? Kemana dia?”

Ia mendecak sebal dan beranjak dari duduknya, “dia disini” jawabnya seraya menunjuk sebuah matras yang digelar di samping tempat tidurku.

Aku menghela nafas lega melihat wajahnya yang sedang tertidur pulas dibungkus selimut tebal. Ia pasti sangat lelah.

“kenapa Siwon oppa tidak memakai bajunya?” tanyaku lagi.

“kau muntah di bajunya tadi malam” jawabnya cuek sambil membuka jendela kamarku.

Mwo? Aku muntah dibajunya? Aish, aku malu sekali.

“cepat mandi, badanmu bau minuman jagiya” lanjut Kyu seraya melemparkan sebuah handuk padaku.

Aku mengangguk dan berjalan dengan malas ke kamar mandi.

Seselesainya mandi, betapa terkejutnya aku saat melihat Siwon dan Kyu oppa sedang memasukkan semua pakaian beserta barang bawaanku kedalam koper.

“tunggu, mau kalian apakan barang-barangku?” tanyaku seraya mengeluarkan semua pakaianku lagi dari koper.

Kyu dan Siwon oppa saling pandang, “tentu saja membawamu pulang ke Seoul Min Young-ah” jawab Siwon oppa memohon.

Aku mengeleng, “shireo, aku tidak akan kembali ke Seoul lagi”

“pikikanlah perasaan oppamu, dia sangat sedih saat tau kau pergi tanpa ia tau masalah apa yang sedang kau hadapi” lanjut Siwon oppa meyakinkanku.

Aku kembali menggeleng dan merapihkan bajuku kembali ke dalam lemari. “kalau kalian mau pulang, pulanglah jangan bawa aku”

“geurae, kalau begitu akupun tidak akan kembali. Aku juga akan tetap tinggal disini” ucap Kyu tiba-tiba.

“Mwo?!” seruku dan Siwon oppa bersamaan. “ani, kau harus pulang Kyu. Apa kau lupa, kita ada jadwal minggu ini” sambung Siwon oppa.

Aku mengangguk, “jadi silahkan kalian pulang..”

Tiba-tiba Siwon oppa menatapku tajam, “kami akan pulang membawamu”. Ia kembali mengemasi barang-barangku dan Kyu pergi keluar entah kemana.

“oppa, kau pasti tau kenapa aku tidak mau kembali ke Seoul” kataku mencoba membujuk Siwon oppa.

Ia mengangguk, “lalu? Mau kau apakan masalah ini? Kyu sudah mengetahui hubungan kita, kau hanya tinggal memilih aku atau dia” jawabnya seraya memandangku lekat. Aish, aku paling lemah dengan tatapannya yang seperti ini.

Aku mengalihkan pandanganku, “apa kau pikir memilih diantara kalian berdua bisa semudah itu?”

“oleh sebab itu, jangan mempersulit masalah ini lagi. Aku mohon”

Cklek. “hyung..” Kyu muncul dari balik pintu seakan-akan memberi tanda pada Siwon oppa.

“Min Young, surat pengunduran diri sudah aku kirim ke tempat kerjamu” ucap Siwon oppa seraya berjalan keluar kamar membawa semua koper yang berisikan barang-barangku, sedangkan Kyu menghampiriku dan dengan cepat mengangkatku ke bahunya.

“yak! Apa-apaan?! Aku tidak mau kembali!” rontaku mencoba turun dari bahu Kyuhyun.

“Min Young-ah, aku tau kau pasti tidak akan memilihku nanti. Dan aku harap sampai disitu saja kau menyakitiku” ujarnya perlahan. Aku yang mendengarnya hanya bisa diam. Aku memang sudah terlalu banyak menyakitinya.

+++

Haah, ini dia Seoul. Aku harap sekembalinya aku dari Jepang membuat sedikit perubahan dalam hidupku.

“Min Young, kau kah itu?” tanya Donghae oppa saat melihat kedatanganku di dorm.

Aku mengangguk dan memeluknya, “bogoshipeoyo oppa”

“naddo Min Young-ah, jangan sekali-sekali kau meninggalkan oppa lagi!”

“kau tau, oppamu selalu merengek minta antar kerumahmu setiap malam” sahut Hyuk oppa di belakangku. Aku hanya terkekeh pelan mendengarnya.

Hae oppa langsung melepaskan pelukkannya dariku dan mengejar Hyuk oppa dengan sendal di tangannya.

Malam ini aku tidur di dorm Super Junior, Hae oppa belum mengijinkanku pulang kerumah karena takut aku kabur lagi. Ya memang kemungkinan untuk aku kabur lagi sangat besar kalau aku pulang.

“Min Young-ah” panggil sebuah suara dibelakangku. “ne?” jawabku tanpa menoleh kebelakang.

Tiba-tiba sepasang tangan memelukku dari belakang, sontak aku langsung melepaskan pelukan itu, “oppa waeyo?”

“aku merindukanmu”

“aku juga, tapi bagaimana kalau nanti Kyuhyun oppa lihat?”

“aish, dia sedang keluar. Lagipula kita kan sudah tidak perlu menyembunyikan hubungan kita lagi, toh dia juga sudah tau” jawabnya kesal.

Aku membalikkan tubuhku dan kembali merapihkan pakaianku, “tapi tetap saja aku masih pacarnya”

Siwon oppa hanya mendecak kesal dan keluar kamar dengan membanting pintu. Aku heran dengan sikapnya yang belakangan ini jadi kekanak kanakan.

+++

“selamat pagi jagiya, apa tidurmu nyenyak?” baru saja kubuka mataku, sudah ada Kyu oppa yang duduk di pinggir ranjang dengan baki penuh makanan di pangkuannya.

Aku sedikit meregangkan tubuhku dan mulai duduk, mengumpulkan kesadaranku. “ye, bagaimana denganmu oppa?”

“aku tidak bisa tidur beberapa hari ini”

“wae?” tanyaku yang mulai sadar sepenuhnya.

Ia menghela nafas panjang, “setiap kali aku memikirkan hubunganmu dengan Siwon hyung, aku—“

“haaah.. aku mau mandi dulu ya oppa~” potongku mencoba mengalihkan pembicaraannya.

“tunggu, sebaiknya kau sarapan dulu” cegahnya.

Aku menatapnya ragu lalu mulai melahap sarapanku. Kyu oppa hanya memandangiku, dan itu membuatku risih.

Aku menghentikan suapanku, “mianhaeyo oppa, aku tidak bermaksud..”

“sudahlah, seharusnya aku menyadarinya lebih awal”

“aniyo, seharusnya aku yang mengatakannya lebih awal” elakku merasa bersalah.

Ia hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambutku. “habiskan sarapanmu, aku tunggu diluar”

Aku hanya mengangguk dan kembali menyantap sarapanku. Hari ini, aku harus bisa mengatakannya. Aku ingin menyelesaikan masalah ini, segera dan aku harap aku tidak menyakiti siapapun.

~TBC~

5 thoughts on “I Love Him, Not You.. {Part 5}

  1. uaaaaaa tinggal berapa episode (?) lagi ini onn ?
    errrr kasian kyuhyun .___. *peluk kyu*
    biarkan kyu bersama anaka saya saja lah (?)

    wikikikikik saya diperebutkan *evil smile*
    eh rijung ama yesung nggak jadi cameo lagi onn ? hahahaha

  2. ​•̸X_X•̸X_X•̸ªªª♏џџη~η•̸X_X•̸X_X•̸ ϑέčĥ. Deh 2 namja itu – siwon n kyu – …. Mati2an ngerebutin min young …. Memang ga ada cewe lain apa ? Kan aq ada …hehe ( di timpuk ma AUTHOR … ) ….
    Lama2 aq geregetan sama min yoùng … Lama amat sih nyelesain masalah ìni…. ​‎​(˘̶ِ̀ ˘̶́ ‘)нuн °(︶ε︶)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s