I Love Him, Not You.. {Part 4}

Min Young’s POV

“mwoya?!”

“wae? Bukannya kau menyukaiku?” tanyanya tenang seolah-olah tidak akan ada masalah.

Aku mengangguk, “ye, aku memang menyukaimu oppa, bahkan aku menyayangimu. Tapi bagaimana dengan Kyu? Lagipula kenapa mendadak seperti ini?” tanyaku bingung dengan sikap anehnya.

Ia beranjak dari duduknya, “besok aku akan menjemputmu, dan aku harap aku bisa mendengar jawabanmu”. Aku yang masih bingung hanya terdiam duduk dengan pandangan kosong. “jaljayo..” ucapnya sebelum menutup pintu rumahku.

Keesokkan harinya kau berangkat kerja dengan lingkaran hitam di kedua mataku. Kedatangan Siwon oppa tadi malam makin membuatku tidak bisa tidur. Aku putuskan untuk bertemu Kyu siang ini, tentu saja sebelum aku pulang kerja.

To: Cho Kyuhyun

May 10, 2010   10: 35 AM

Oppa, sedang sibuk?

Aku ingin bertemu.

Cukup lama sampai ia membalas smsku, mungkin sedang latihan, maklum saja seminggu lagi adalah comeback mereka.

From: Cho Kyuhyun

May 10, 2010   10:56 AM

Maaf aku baru selesai latihan.

Mau bertemu dimana? Apa perlu aku jemput?

To: Cho Kyuhyun

May 10, 2010   10:59 AM

Apa aku mengganggu?

Kau bisa menjemputku kapan saja, hari ini aku jadwalku lumayan kosong.

From: Cho Kyuhyun

May 10, 2010  11:05 AM

Ani, kau tidak menggangguku sama sekali.

Geurae, aku akan menjemputmu sekarang ^^

Tadinya kau berpikir untuk mendatanginya ketempat latihannya, tapi pasti disana juga ada Siwon oppa, aku belum siap menemuinya. Jadi aku menerima tawaranya untuk menjemputku.

TIIN~

Aku menoleh kearah suara klakson tersebut dan aku lihat mobil Kyu sudah ada diseberang jalan.

“kau mau kemana?” tanyanya setelah aku memakai seat beltku.

Aku berpikir sejenak, “ke kedai jjajangmeyon kesukaanmu saja, sudah lama kita tidak kesana” ia mengangguk lalu mulai menjalankan mobilnya.

‘ah ya, tempat ini dimana aku pertama kali mengungkapkan perasaanku terhadap Siwon oppa, aku merasa sedikit menyesal melihat sikapnya kemarin’ batinku sesampainya di kedai.

“selamat datang, sudah lama aku tidak melihat kalian kesini” sambut ahjumma pemilik kedai sembari tersenyum ramah. Aku balas tersenyum semanis yang kubisa.

“ye, ahjumma belakangan ini kami cukup sibuk dengan pekerjaan kami” ucap Kyu sambil menarik kursi mempersilahkan aku duduk.

“aigoo, syukurlah aku kira kalian sudah tidak bersama lagi. Kalian sangat serasi, sayang sekali kalau pasangan seperti kalian harus berpisah” jawab ahjumma sambil meletakkan 2 gelas air putih di meja kami. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum, karena aku memang tidak tau harus menjawab apa.

“kamsahamnida ahjumma” ucap Kyu sembari tersenyum ramah, atau aku bisa sebut tersenyum bangga?

Sebenarnya aku masih tidak tau tujuanku mengajaknya bertemu untuk apa, apa aku harus menceritakan apa yang diminta Siwon oppa dariku tadi malam. “oppa, ada ya-”

“sst, bolehkah aku bicara duluan?” potongnya tiba-tiba. Aku hanya menurut dan membiarkannya berbicara. “aku ingin akhir minggu ini kau berkunjung kerumahku. Aku ingin mengenalkanmu kepada orang tuaku”

Aku membulatkan mataku, “mwo? Kenapa mendadak sekali?” ucapku kaget. “mianhae, aku sudah memikirkan hal ini sejak pulang dari Jejudo. Kita sudah bersama selama lebih dari 1 bulan, aku pikir hubungan kita sudah cukup matang untuk lebih serius” jelasnya.

Aish aku benar-benar bingung sekarang, aku merasa sangat tertekan. “maaf oppa..” aku beranjak dari dudukku dan berlari keluar kedai tidak menghiraukan panggilan Kyu sama sekali.

Aku terus berlari tidak memperhatikan sekitar, sampai..

TIIIN~!!

Gelap, dan aku merasakan sesuatu mengalir dari kepalaku.

+++

“kami belum tau kapan ia akan sadar sepenuhnya, yang pasti ia sudah melewati masa komanya dengan waktu yang lumayan cepat” aku mencoba membuka mataku, memandang sekitar ruangan putih ini. Aku melihat beberapa namja disini, siapa mereka? Dimana aku? Dan siapa aku?

“Min Young? Kau sadar!” sahut seorang namja yang setauku sejak tadi duduk di pinggir tempat tidur ini. Apa dia memanggilku?

Pria paruh baya berbaju putih langsung menghampiriku dan memeriksaku. “aku siapa?” tanyaku berusaha bersuara.

“dokter, kira-kira kapan ingatanya akan pulih?” namja disebelahku bertanya pada pria berbaju putih itu. “kami masih belum tau, kalau dilihat dari perkembangannya selama ini sepertinya tidak akan lama”

Aku semakin bingung, sekarang ada 2 namja datang menghampiriku. 2 wajah ini seakan tidak asing dimataku. “kau Min Young, seminggu yang lalu kau kecelakaan, dan selama seminggu kau koma. Apa kau tidak mengingatku?” ucap namja yang bertubuh gagah dan tinggi. Sepertinya orang ini memang tidak asing untukku.

Aku menggeleng walaupun aku merasa mengenalnya. “Min Young, oppa akan hubungi Oemma dulu. Kyuhyun, tolong jaga dia” ujar pria yang sedari tadi duduk disamping ranjang. Dan pria yang di panggil Kyuhyun itu langsung menghampiriku dan menggenggam tanganku, “mianhae..” kenapa oang ini meminta maaf padaku?

Aku menatapnya heran, “waeyo?” tanyaku polos. “kalian tidak usah memaksanya untuk mengingat sesuatu, perlahan ia pasti mengingat semuanya” ucap dokter sebelum keluar dari ruangan ini.

“Kyu, Oemmaku ingn berbicara padamu” panggil lelaki yang sepertinya keluargaku. Kyu mengangguk dan keluar ruangan. Sedangkan pria tadi kembali duduk disebelah ranjangku.

“Min Young, bagaimana perasaanmu? Apa kau mengenali kami?” tanyanya mengusap rambutku pelan. Lagi-lagi aku hanya menggeleng.

“kau Lee Min Young, aku Lee Donghae, oppamu. Pria yang tadi aku panggil itu Cho Kyuhyun, pacarmu. Dan ini, Choi Siwon” jelas Donghae oppa. “pacar?” tanyaku heran. Ia mengangguk. Pacar? Apa benar?

Seminggu kemudian aku dibolehkan pulang tentu saja masih menjalani pengobatan dan berbagai terapi. Dan selama ini, Kyu oppa lah yang selalu mendampingiku. Aku sekarang yakin, kalau ia memang pacarku.

+++

Siwon’s POV

Yah aku sangat merasa bersalah pada Min Young, pasti ia sangat tertekan.

*flashback*

“mwo?! Bagaimana keadaannya sekarang?! Baiklah, aku akan kesana..” aku yang heran melihat reaksi Donghae hyung langsung menghampirinya. “ada apa hyung?”

“Min Young, dia kecelakaan..” jawabnya lirih. “jeongmal?!” aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekhawatiranku, begitu juga member yang lain langsung menghampiri Donghae hyung dan menanyakan bagaimana keadaannya.

Sesampainya di rumah sakit aku yang melihat Kyu sedang terduduk lesu langsung menghampirinya. “yak! Ada apa dengan Min Young?! Kenapa dia bisa sampai kecelakaan?!” emosiku yang sedari tadi aku tahan akhirnya meluap juga.

“siang ini ia memintaku untuk bertemu, dan kami pergi ke kedai yang biasa kami kunjungi. Aku tau bahwa ia mau mengatakan sesuatu, tapi aku mencegahnya dan memintanya mendengarkanku dulu. Aku hanya bilang bahwa aku ingin dia bertemu dengan orang tuaku akhir minggu ini, tapi tiba-tiba ia meminta maaf padaku dan pergi begitu saja, sampai kecelakaan ini terjadi..” jelasnya panjang lebar.

Aku rasa aku tau apa yang mau ia katakan. “Kyu, maafkan aku..” ucapku lirih.  “wae? Ini bukan salahmu hyung. Mungkin ini salahku, aku yang terlalu mengekangnya”

“aku memaksanya untuk menerimaku” ucapku seakan tidak mendengar perkataan Kyu barusan. “maksud hyung?” tanyanya heran.

Aku menarik nafas dan duduk disebelahnya. “aku menyukai Min Young, jauh sebelum kalian berpacaran, ternyata entah sejak kapan Min Young pun menyukaiku, dan rasa sukanya padaku berbeda dengan rasa sukanya kepadamu. Aku benar-benar minta maaf” jelasku dan langsung beranjak pergi dari tempat itu. Tak berani memandang Kyuhyun.

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan Min Young dinyatakan amnesia sementara oleh dokter. “hyung, boleh aku berbicara denganmu sebentar?” panggil Kyu tiba-tiba. Aku mengangguk dan mengikutinya keluar kamar rawat Min Young.

“jujur saja memang awalnya aku sangat marah saat mendengar pengakuanmu kemarin, tapi dengan Min Young yang sedang amnesia dia tidak akan ingat siapa kita. Dan yang akan dia tau adalah aku, Cho Kyuhyun sebagai kekasihnya” ucapnya mantap.

Apa yang diucapkannya barusan memang benar. Orang-orang hanya tau bahwa Min Young adalah kekasih Kyuhyun. “aku tau maksudmu. Maafkan aku” ucapku beranjak pergi. Sepertinya aku akan menyerah saja. “tapi keputusan tetap ada pada Min Young saat ingatannya pulih nanti” langkahku terhenti mendengar ucapan Kyu barusan. Menyerah? Sepertinya tidak.

*flashback end*

Semenjak hari itu jarak antara aku dan Kyu meregang, kami tidak seakrab dulu.

+++

Kyuhyun’s POV

“oppa, apa kau yakin dulu kita sering ke tempat ini?” tanyanya saat aku memarkirkan mobilku di kedai jjajangmeyon favoritku. “ne, tentu saja, khajja!” jawabku langsung keluar mobil untuk membukakan pintu mobil untuknya.

“anyeonghaseyo..” sapaku pada ahjumma yang terlihat lumayan sibuk menangani pelanggan disini. “aigoo, kemana saja kalian? Min Young, bagaimana kabarmu?”

Min Young menatapku heran, aku tersenyum meyakinkannya. “aku masih dalam tahap pengobatan dan terapi” jawabnya ramah.

“syukurlah kalau begitu, aku mengharapkan kesembuhanmu” jawab ahjumma. “kamsahamnida ahjumma..” ucap Min Young. Aku langsung mengajaknya ke sebuah meja, “kau mau pesan apa?” tanyaku saat ia sudah duduk.

“aku tak tau oppa, samakan saja denganmu” jawabnya sambil tersenyum manis. “geurae, ahjumma 2 mangkuk jjajangmeyon untuk 2 tamu khususmu~!” sahutku pada ahjumma yang sedang membuatkan kami minuman.

Aku merasa bahwa Min Young yang dulu telah kembali, Min Young yang selalu ceria dan selalu ada untukku. Tidak ada lagi Min Young yang selalu menhindariku bahkan membohongiku.

“ah!” pekiknya tiba-tiba membuatku terkejut. “jagiya, gwaenchanayo?” tanyaku panik. Ia tidak menjawab hanya memegang kepalanya kesakitan. Aku yang bingung langsung saja menyodorkan segelas air putih untuknya.

Ia menerima gelas itu dan meminum airnya sampai habis, “kepalaku sakit sekali oppa” ucapnya yang sudah mulai tenang. Aku benar-benar khawatir, “apa kau mau pulang? Mungkin kau terlalu lelah hari ini” tawarku.

Ia menggeleng, “jjajangmeyonnya sudah dipesan. Aku tidak enak kepada ahjumma”. “sepertinya kau lapar” ucapku menggodanya dan ia hanya mengangguk malu.

+++

Min Young’s POV

Apa yang barusan? Kepalaku sakit dan aku seperti melihat beberapa gambar dikepalaku. Ada Kyu oppa dan juga aku yang mencium Siwon oppa di sebuah mobil, bukankan aku kekasih Kyuhyun?

“silahkan menikmati” ahjumma datang dengan baki yang berisikan 2 mangkuk jjajangmeyon. “kamsahamnida” ucapku dan Kyu bersamaan.

Sepulang dari kedai Kyu oppa mengajakku ke dorm Super Junior. Reaksi berlebihanku saat bertemu para member sering dijadikan bahan tertawaan oleh mereka. Bagaimana tidak, aku sangat mengaggumi 15 orang bertalenta ini, kebersamaan yang mereka jaga bisa dibilang memang sangat sulit, di tambah lagi dengan masalah Hankyung oppa yang belum kunjung selesai.

“annyeong~!” sahutku saat memasuki dorm. Tidak ada jawaban. “ini masih jam 2 siang, mereka pasti masih di tempat latihan” ucap Kyu yang ada dibelakangku.

Aku menggumam mengerti, “baiklah, aku ingin memasakkan makan malam untuk mereka”. Kyu terkekeh, “kau ini, tenang saja, mereka sebentar lagi juga pulang, nanti Wookie yang akan memasakkan makan malam”

“ani, aku sedang ingin memasak, jadi biarkan aku memasak makanan unuk malam ini arachi?” Kyu hanya mengangguk dan memainkan PSPnya. “ah ya, kau mau masak apa jagi?”

“apa mereka menyukai kimbap?” tanyaku ragu. “hahaha, aku pikir kau mau mamasakkan kami sesuatu yang berbeda. Tentu saja kami semua disini menyukai kimbap” jawab Kyu sedikit mengejekku.

“ah!” jariku teriris pisau. Kyu langsung berlari menghampiriku, “gwaenchana?”. Aku menunjukkan jariku yang teriris pisau. “aigoo, syukurlah..”

“mwo? Jarku teriris pisau kau malah lega?!” protesku. “ani, aku pikir kepalamu sakit lagi jagi~” jawabnya. Ia langsung meraih jariku dan menghisap darah yang ada dipermukaan lukaku.

Ia  mendudukkanku di kursi makan, mengambil kotak obat dan langsung mengobati jariku. Apa ini? Kejadian ini bagaikan dejavu untukku, apa dulu kami pernah seperti ini? “nah, beres!” ucapnya lalu mengecup jariku.

“gomawoyo oppa”

“haha aku pikir kau akan meminta maaf padaku” ucapnya seraya bangkit dari duduknya. “oppa..” panggilku menghentikan langkahnya.

Ia menoleh kearahku, “kenapa kau tidak menciumku?” wajahnya langsung memerah saat mendengar pertanyaanku. “kau mengingatnya?” tanyanya balik.

Aku mengangkat bahuku, “entahlah, ini seperti dejavu untukku, hanya saja perbedaannya sekarang oppa tidak menciumku”

“ingatanmu belum pulih juga ternyata, aku belum menciummu waktu itu, tapi baru berusaha. Sudahlah, lanjutkan saja masakkanmu” ucapnya meninggalkan dapur.

“kami pulaaaang~!” aih teriakan itu, Shindong oppa. “selamat datang, kalian tau? Ada tamu yang ingin memasakkan kalian makan malam” sambut Kyu oppa.

“jinjjayo? Nugu?” terdengar suara Shindong oppa sangat bersemangat. “lihat saja sendiri di dapur” jawab Kyu oppa santai.

“aigoo, Lee Min Young ternyata”

“annyeong oppa~! Kalian suka kimbap kan??”

“kami semua pemakan apa yang disediakan koki. Jadi tidak masalah kau mau masak apapun pasti kami makan hehe~”

“arasseo oppa!”

Aku kembali melanjutkan kegiatan memasakku, dari mulai memasak nasi, menyiapkan isi kimbap sampai menyiapkanya di meja makan.

TING TONG~

“biar aku yang buka” ucapku bangkit dari dudukku. Cklek, “ah Siwon oppa. Kebetulan sekali, makan malamnya baru saja jadi” sambutku seraya tersenyum manis lalu berbalik berjalan ke dapur.

“Min Young” Siwon oppa tiba-tiba menahan tanganku menarikku keluar dorm. Aku yang bingung mengerutkan keningku, “ada apa oppa?” tanyaku heran.

Aku membulatkan mataku saat bibirnya dengan lembut mengecup bibirku. “saranghae” ucapnya dan berlalu begitu saja meninggalkanku yang kebingungan. Anehnya aku sama sekali tidak marah dan lagi-lagi hal ini seperti bukan yang pertama kalinya untukku. Apa aku mempunyai hubungan khusus dengannya?

“Min Young, kau kemana saja? Cepat makan sebelum habis” tanya Kyu saat aku memasuki dorm. Aku hanya tersenyum simpul, tapi aku tau Siwon oppa memperhatikanku dari tempat ia duduk.

Hujan turun deras sekali malam ini dan Kyu oppa menjalankan mobilnya dengan sangat lambat. “oppa, apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanyaku pada Kyu yang sedang berkonsentrasi menyetir.

“ask anything baby” jawab Kyu tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

“apa kau janji kau tidak akan marah?” tanyaku lagi. Kali ini ia hanya menggumam mengiyakan.

Aku menarik nafasku dalam, “apa aku pernah mempunyai hubungan khusus dengan Siwon oppa?”

Kyu menginjak pedal remnya. “waeyo? Apa dia melakukan sesuatu terhadapmu?”

“darimana oppa tau? Mianhae, tapi tadi diluar dorm Siwon oppa menciumku dan ia mengucapkan ‘saranghae’” jawabku heran.

Ia memukul setir mobilnya dan tertunduk lemas. “dokter bilang kau tidak boleh dipaksakan untuk mengingat sesuatu, jadi lebih baik kau mengingatnya sendiri” ucapnya lalu melanjutkan perjalanan lagi. Aku yang merasa tidak enak hanya diam dan menurutinya.

+++

Siwon’s POV

Kyu pasti sudah tau apa yang aku lakukan pada Min Young kemarin. Aku tau dari sikapnya yang berbeda terhadapku, tidak menyapaku bahkan tidak memandangku sama sekali.

“annyeong..” sahutku saat Min Young keluar dari rumahnya. Ia menatapku terkejut dan menutup pintu rumahnya. Aku terus mengikuti menekan bel rumahnya dan menunggunya sampai membukakanku pintu.

“apa yang oppa mau?” tanyanya akhirnya membuka pintu rumahnya.

Aku tersenyum, “aku mau kau yang dulu kembali, yang tidak pernah menghindariku, yang selalu tersenyum ramah kepadaku”. Ia mengernyitkan dahinya, “maksudmu?”

“ikut aku” aku menariknya menuju mobilku dan menyuruhnya masuk.

“mau kemana kita?” tanyanya saat aku mulai menjalankan mobilku. “ke tempat favorit kalian” jawabku singkat. “kalian?” tanyanya lagi.

“ye, kau dan Kyu” jawabku tetap berkonsentrasi menyetir. Aku tau ingatannya yang belum pulih memang membuatnya lupa padaku, tapi sedikit demi sedikit aku akan membantunya mengingatku dan juga persaannya padaku.

“tempat ini?” tanyanya saat aku memberhentikan mobilku. Aku mengangguk, “apa oppa lapar?” tanyanya polos.

Aku menarik nafas dalam, “apa kau benar-benar tidak ingat?”

Ia menggeleng, “ingat apa? Yang aku tau ini kedai favorit Kyu oppa dan aku, tapi..”

“ah!” pekiknya tiba-tiba sambil memegangi kepalanya.

“Min Young gwaenchana?” tanyaku panik melihatnya kesakitan. “kau kenapa?!” tanyaku lagi.

“kepalaku, kepalaku sakit..” jawabnya masih tetap memegangi kepalanya. Aku langsung mengeluarkan ponselku, “akan aku hubungi oppamu”. Ia menahan tanganku, “jangan, aku tidak mau merepotkannya..”

“Min Young! Min Young!” panggilku saat melihatnya sudah tidak bergerak. Kepanikanku bertambah saat aku tau Min Young sudah tidak sadarkan diri.

+++

Min Young’s POV

Aku membuka mataku, bau ini? Bau yang sangat aku benci. Rumah sakit. Aku kenapa? Kenapa aku bisa ada disini? Siapa yang membawaku? Aku melihat ke sekelilingku selagi pikiranku sibuk dengan berbagai pertanyaan.

“Kyu oppa?” ucapku saat melihatnya sedang tertidur di pinggir tempat tidur. Ia terbangun dan tersenyum melihatku, “syukurlah kau sudah sadar”

“kenapa aku bisa ada disini?” tanyaku padanya yang sekarang sedang mengisi sebuah gelas dengan air. “apa kau tidak ingat? Kau pingsan”

Pingsan? Ah ya, aku ingat. Siwon oppa mengajakku ke kedai itu, apa maksudnya?

“minum ini” ujar Kyu oppa menyodorkan gelas yang ia isi tadi. “gomawo”

Aku ingin pulang ke rumah, tapi jam sudah menunjukkan pukul 00:34 malam. Lagipula Kyu sepertinya sangat lelah, apa ia menungguku semalaman?

Sekarang aku ingat semuanya, tujuanku bertemu Kyu, kecelakaan itu dan amnesiaku. Tapi sebaiknya aku tidak mengatakannya pada mereka terlebih dahulu.

“istirahatlah, kata dokter kau sudah boleh pulang pagi ini kalau sudah baikan” ucap Kyu seraya mengusap rambutku pelan. Aku mengangguk, “apa oppa sendirian disini?”

“ya, tadi setelah Siwon hyung mengantarmu kesini aku menyuruhnya untuk pulang”

“kenapa kau menyuruhnya pulang?”

“mwo? Aku hanya tak mau buat keributan disini”

“oppa memarahinya?” tanyaku tak percaya seraya bangkit dari tidurku.

“tentu saja! Dia yang membuatmu pingsan!” Kyu terlihat marah sekali, kenapa ia bisa semarah ini?

“sudahlah, aku tidak mau kepalamu sakit lagi, sekarang istirahat saja. Aku mau mencari udara segar diluar” sambung Kyu lalu berjalan ke arah balkon.

Aku kembali berbaring, sebenarnya apa yang terjadi? Tidak biasanya Kyu oppa semarah itu dengan Siwon oppa.

Keesokkannya aku dibolehkan pulang oleh dokter, tentu saja dokter sudah mengetahui tentang pulihnya ingatanku, tapi aku memintanya untuk tidak memberitahu siapapun.

“oppa~!” panggilku pada Hae oppa yang sedang berdiri di koridor rumah sakit. “yak! Dongsaeng oppa kau hobi sekali keluar-masuk rumah sakit, bogoshipoyo~” kata Hae oppa seraya memelukku. “Kyu, terimakasih telah menjaganya semalaman, kalau saja aku tidak ada jadwal pasti aku yang akan menjaganya”

“gwaenchana hyung, Min Young juga tanggung jawabku” jawab Kyu lalu merangkulku.

Beberapa hari ini aku lewati dengan kepura-puraanku dengan lancar, tidak ada yang curiga padaku, tapi memang aku menyadari hubungan Kyu dan Siwon oppa sedang aneh, tak biasanya Kyu mengabaikan Siwon oppa, sampai suatu hari aku mendengar percakapan mereka.

“Kyu, apa kau belum juga memaafkanku?” tanya Siwon oppa pada Kyu yang sedang bermain starcraft di laptopnya. Aku yang penasaran dengan masalah mereka berdua mengintip dari ujung ruangan yang kupikir tempat yang cukup aman untuk menguping pembicaraan mereka.

Aku lihat Kyu langsung mematikan laptopnya dan berdiri dari duduknya. “Kyu, jawab aku” ucap Siwon oppa menghentikan langkahnya.

“aku rasa aku sudah cukup bersabar, awalnya memang aku pikir aku bisa saja melupakan tentang perasaanmu terhadap Min Young, tapi ternyata tidak semudah itu”

“mianhae Kyu, aku akui aku memang salah soal itu. Tapi bukankah lebih baik masalah ini biar Min Young saja yang memutuskannya?”

“ya memang, tapi bagaimanapun kau sudah berlebihan hyung, Min Young kekasihku. Kau bahkan sudah menciumnya. Aku tau mungkin kalian sudah melakukannya entah berapa kali dibelakangku, tapi sekarang Min Young yang belum pulih ingatannya, apa aku tidak boleh memilikinya sampai ingatannya kembali?”

“maafkan aku Kyu, aku begitu menyayanginya..”

“aku pikir kita bisa bersaing secara sehat, tapi ternyata kau terlalu kelewatan” ucap Kyu yang aku dengar sedang berjalan mendekat. Aku langsung memasukki kamar Kyu untuk sembunyi, karena kamarnya lah yang terdekat dari tempatku berdiri.

Cklek. “Min Young? Sedang apa kau disini?” tanya Kyu heran saat membuka pintu kamarnya.

“ah, mianhae. Aku pikir ini kamar Donghae oppa” jawabku gugup dan langsung berjalan keluar kamarnya. Kyu pasti masih sangat marah dengan perdebatannya tadi bersama Siwon oppa.

Selang beberapa hari Kyu dan Siwon oppa tak kunjung berbaikan, aku yang menjadi penyebabnya pun merasa sangat bersalah. Apa yang harus aku lakukan untuk membuat mereka berbaikan?

Dengan diam-diam aku bekerja part time disebuah restorang siap saji, sedikit demi sedikit aku mengumpulkan uang tabunganku untuk pergi ke Jepang. Ya, aku putuskan untuk pergi. Pergi meninggalkan semua permasalahan yang ada disini. Tidak bertanggung jawab? Memang mungkin itulah keahlianku.

Aku berharap dengan kepergianku bisa menyelesaikan masalah diantara mereka. Sebenarnya sungguh berat meninggalkan semua orang yang aku cintai, tapi mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan.

Sebelum pergi, aku meninggalkan sepucuk surat yang hanya aku berikan kepada Hae oppa.

Donghae oppa,

Mianhae, aku pergi tanpa memberitahumu. Aku mempunyai alasan atas kepergianku ini. Tolong oppa jangan mengkhawatirkanku. Aku sudah dewasa, dan akupun pergi tidak jauh dari kalian. Tolong jangan mencariku, lambat laun aku akan kembali ke Seoul.

Dan aku juga minta maaf karena telah membohongi kalian, sebenarnya ingatanku sudah kembali sejak terakhir kali aku kembali dari rumah sakit. Karena suatu masalah aku tidak bisa mengatakannya kepada kalian semua.

Jeongmal mianhae oppa, aku akan merindukanmu.

Lee Min Young

+++

Author’s POV

Donghae yang menemukan surat itu di tempat tidurnya hanya bisa terdiam, sedih karena tidak bisa membantu masalah yang dihadapi adik semata wayangnya itu.

“hyung, apa kau tau dimana Min Young? Dari tadi ponselnya tidak bisa dihubungi” ucap Kyuhyun saat Dinghae keluar dari kamarnya.

Donghae menatap Kyu dengan pandangan kosongnya, “Min Young, dia pergi meninggalkan Seoul..”

5 thoughts on “I Love Him, Not You.. {Part 4}

  1. …………….
    siapa saya ? dimana saya ? *amnesia* wakakakak

    makin complicated aja ini cerita ckckck
    endingnya gimana ya ._.
    lanjutkan onn ! haha

    @ditactor bener kata onnie , kamu mau umma bantai ? ckckck

  2. Kasian min young …. Dia mencintai siwon tp dia ga tega nyakitin kyu hyun …. Apalagi membuat 2 org itu musuhan …makanya dia pergi Aish …. Cinta memang menyakit kan ……. Ya….ternyata siwon mulai ga ßišª nahan perasaannya ma min young …. Ga. Tega liat nih part …. Hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s