I Love Him, Not You {Part 3}

Min Young’s POV

“akhirnya sampai jugaa~!” sahutku senang sembari meregangkan tubuhku yang pegal. Bagaimana tidak, duduk di bis selama beberapa jam membuatku lelah.

“khajja” tarik Hye Ahn onnie menarik tanganku masuk ke gua. “aissh pelan-pelan saja onnie, disini lici.. Ah!” aku terpeleset genangan air.

“ah, mianhaeyo Min Young-ah! Gwaenchanayo?” tanyanya khawatir. Aku mengangguk dan mencoba berdiri, “gwaenchana.. ah ssh” sepertinya kaki kiriku terkilir.

“apanya yang tidak apa! Berdiri saja tidak bisa” kata Hye Ahn onnie membopongku ke bangku terdekat.

“ahh, gomawoyo onnie” ucapku lega saat duduk di bangku.

Hye Ahn onnie mengambil posisi berjongkok didepanku. “kaki kirimu terkilir ya? Coba aku lihat”

“aigoo, pergelangan kakimu bengkak Min Young-ah”  ujarnya setelah membuka sepatu dan kaos kakiku.

Aku hanya bisa meringis kesakitan merasakan kakiku yang berdenyut nyeri. Satu-satunya orang yang aku butuhkan sekarang hanyalah Siwon oppa. Kemana dia?

“Min Young-ah!” panggil sebuah suara, Kyu?

“Hye Ahn noona, Min Young kenapa?” tanyanya, wajahnya terlihat sangat khawatir.

“tadi aku menariknya untuk cepat-cepat masuk ke gua, tapi ia tergelincir dan sekarang kaki kirinya terkilir” jelas Hye Ahn noona.

“aissh, apa noona tidak tau disini sangat licin?!” terdengar nada marah dari ucapan Kyu barusan.

“oppa sudahlah, tidak apa, aku hanya terkilir. Ini juga bukan salah Hye Ahn noona, aku saja yang tidak benar jalannya” sahutku mencoba menenangkan Kyu.

“mianhaeyo Kyu, Min Young sebaiknya kau sekarang istirahat saja di bis. Ayo aku antar” katanya seraya mengulurkan tangannya.

“biar aku saja, noona tolong masuk kedalam dan beritahu orang-orang agar mereka tak mencari kami” sahut Kyu tiba-tiba. Ia langsung meraih tasku dan menggendongku.

“ah ne, sekali lagi mianhaeyo” jawab Hye Ahn onnie sebelum beranjak ke dalam gua.

Aku yang ada di gendongan Kyu merasa sangat tidak nyaman. “oppa, aku bisa jalan sendiri”

“kakimu bisa semakin bengkak kalau kau memaksakan untuk berjalan!” jawabnya. Aku hanya bisa diam dan menundukkan kepalaku.

“Kyuhyun! Min Young kenapa?” Siwon oppa? Kyu menghentikan langkahnya, Siwon oppa berlari menghampiri kami.

“tadi dia tergelincir didepan gua, kaki kirinya terkilir dan sekarang bengkak” jelas Kyu dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Min Young, kau baik-baik saja kan?” tanya Siwon oppa tak kalah khawatir dengan Kyu tadi. “gwaenchana oppa..” jawabku pada Siwon oppa yang sekarang mengikuti kami kembali ke bis.

+++

Kyuhyun’s POV

Sesampai di bis, aku mendudukkannya di bangku kami. Aku segera mengambil sebuah handuk kecil dari tasku dan pergi ke kamar mandi untuk membasahinya dengan air, aku pikir bisa untuk mengkompres kakinya yang bengkak.

“aw, sakit oppa..” sekembalinya aku dari kamar mandi, aku melihat Siwon hyung memijit pelan pergelangan kaki Ri Jung dan tangan satunya menggenggam tangannya erat. Aissh harusnya aku tidak meninggalkan mereka berdua saja.

“coba pakai ini..” ujarku menyodorkan handuk basah padanya.

Siwon hyung dan Min Young terlihat kaget dan langsung melepaskan genggaman tangan mereka. “ah, Kyuhyun benar” ucap Siwon hyung yang langsung berdiri dan meninggalkan kami berdua.

Aku mengkompres kakinya, aku mendengar ringisannya sesekali. Tapi ia sama sekali tidak berbicara, menyebut namaku saja tidak. “sudah mendingan?” tanyaku. Ia hanya menjawab dengan anggukkan singkat tanpa memandangku sedikitpun.

“Min Young, boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“hm?”

“apa kau menyukaiku?”

Ia mengangkat kepalanya memandangku, wajahnya terlihat kaget dan bingung. Aku masih diam menunggu jawabannya. “aish, apa oppa meragukanku?” jawabnya mencoba tenang.

“ne Min Young-ah, aku meragukanmu” lagi-lagi wajahnya terlihat kaget.

Ia kembali diam. Aku menghela nafas, “baiklah, kalau kau tidak bisa mengatakannya, jawablah dengan tubuhmu. Jika kau benar-benar menyukaiku, balas ciumanku. Tapi kalau kau tidak menyukaiku, tampar aku” ia membulatkan matanya saat mendengar ucapanku barusan.

Tanpa menunggu jawabannya aku mendekatkan wajahku padanya, dan menciumnya. Beberapa detik, tidak ada respon yang aku terima darinya, hanya merasakan tubuhnya yang tegang. Dia tidak membalas ciumanku ataupun menamparku.

“hyaaa.. ternyata kalian..!” aku langsung melepaskan ciumanku dan melihat kearah sumber suara barusan. Hye Ahn dan beberapa temannya sedang berdiri terpaku melihat kami yang sedang berciuman, ah tidak, tepatnya aku menciumnya.

“ada apa?” tanya Siwon hyung yang mendengar teriakan Hye Ahn. “mereka, berciuman..” jawab salah satu teman Hye Ahn.

Hye Ahn langsung menghampiri kami, “kalian kenapa tidak memberitahu kami dari awal? Aku jadi merasa tidak enak. Tapi, chukkae ya!” ucapnya lalu kembali ke tempat duduknya.

+++

Min Young’s POV

“sudah, mereka bukan tontonan. Cepat kembali ke kursi kalian masing-masing, bis sudah mau berangkat” sahut Siwon oppa. Tanpa melihat kearahku. Ini memang salahku, aku yang tidak bisa tegas dan jujur.

Sepanjang perjalanan aku dan Kyu lagi-lagi hanya diam. Sampai tiba di sebuah tempat peristirahatan, sebagian penumpang turun untuk membeli makanan atau ke kamar mandi.

“kau mau makan atau minum?” tawar Kyu oppa. “aku, tidak lapar” jawabku yang masih belum berani menatapnya.

“ah, baiklah aku beli minum dulu ya” ucapnya lalu beranjak pergi keluar bis.

Aku menggunakan kesempatan ini untuk mengirim pesan ke Siwon oppa.

To: Choi Siwon

May 2, 2010 3:02 PM

Oppa? Tidak laparkah?

Aku mencoba untuk berbasa-basi dulu. Tak lama kemudian ia membalas smsku.

From: Choi Siwon

May 2, 2010 3:05 PM

Ani.

Haah singkat sekali. Apa ia marah padaku?

To: Choi Siwon

May 2, 2010 3:07 PM

Geurae. Apa oppa marah padaku?

From: Choi Siwon

May 2, 2010 3:09 PM

Ani..

Mwo?! Ia hanya menambahkan satu titik saja?! Aish

To: Choi Siwon

May 2, 2010 3:10 PM

Aish sudahlah. Maaf kalau aku mengganggumu oppa!

Aku sudah tidak mengharapkan balasannya dan memejamkan mataku, mencoba tidur.

DRRT DRRT DRRT

Aku membuka flip ponselku, Choi Siwon calling..

Untuk apa dia menelponku? Tempat duduk kami hanya terpisah dengan 2 baris bangku.

“yeoboseyo?”

“Min Young-ah, mianhaeyo..”

“wae?”

“mianhae atas sikapku tadi”

“gwaenchana..”

“aku hanya..”

“hanya apa?”

“kau menciumnya”

“dia memberiku pilihan yang menurutku sangat sulit, antara membalas ciumannya dan menamparnya. Apa aku harus menamparnya?”

“jadi kau membalasnya?”

“ani, aku hanya diam”

“haah..”

“wae?”

“aniyo, hanya lega”

“mwo? Kenapa lega? Justru itu membuatku semakin merasa bersalah padanya!”

“ah Kyu datang” ucapnya sebelum memutuskan teleponnya. Aku juga langsung menutup ponselku dan memasukkannya ke saku celanaku.

“minum ini” Kyu menyodorkan sebotol energy drink padaku.

Aku menerimanya dan meminumnya. “gomawo oppa, tidak makan?”

Ia menggeleng, “tidak ada teman”

“kenapa tidak mengajak Siwon oppa?”

“dia sedang tidur, aku tidak enak membangunkannya” hah tidur? Baru saja ia menelponku.

Kyu oppa kembali duduk dan mengeluarkan PSP dari saku celananya.

“Min Young” panggilnya tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP-nya.

“hm?”

“saranghae” lanjutnya yang masih serius memainkan PSP.

‘aku berharap bisa menjawabnya oppa’ gumamku dalam hati.

Ia menatapku sejenak, melihat kebingungan di wajahku. “hahaha, sudah tidak usah dijawab. Cukup sekali saja kau menjawabku” sambungnya kembali menatap PSP-nya.

Sekali? Ya, aku hanya pernah mengucapkan ‘saranghae’ kepadanya saat hari aku menerimanya. Dan hal ini menambah lagi bebanku.

+++

Malam ini malam terakhir kami di Jeju. Setelah seminggu penuh menghabiskan waktu disini, akhirnya besok kami kembali ke Seoul.

“Min Young-ah” panggil Hye Ahn onnie saat aku sedang mengeringkan rambutku.
Aku menjawabnya dengan gumaman. “apa oppamu sudah punya pacar?”

Aku membalikkan tubuhku, “nugu? Donghae oppa?”

Ia mengangguk dengan semangat saat aku menyebut nama oppa.
“setauku belum. Wae?” tanyaku penasaran.

Ia menggeleng dan senyum-senyum sendiri. Haah, orang aneh. Aku hanya melanjutkan kegiatanku membereskan barang-barang dan oleh-oleh untuk pulang besok.

Paginya aku bangun dengan segar, aku harap perjalanan pulang hari ini berjalan lancar.

“siap pulang?” tanya Kyu oppa yang entah dari kapan menungguku didepan kamarku. Aku mengangguk dan Kyu oppa menuntunku berjalan. Yah, kakiku memang sudah tidak terlalu sakit, tapi masih bengkak. Kyu oppalah yang selalu setia bersamaku kemanapun aku pergi ia selalu membantuku berjalan.

+++

Sesampainya di Seoul, aku melihat Audi putih terparkir di depan sekolah. ‘Donghae oppa?’ tanyaku dalam hati.

“oppa, itu mobil Hyuk oppa atau Donghae oppa?” tanyaku pada Kyu yang sedang asik memainkan PSP-nya.

Ia memperhatikan plat nomornya. “seingatku itu mobil Donghae hyung, kau minta dijemput?” tanyanya.

Aku menggeleng. “ani” apa ini kerjaan Siwon oppa?

“khajja~! Bisnya sudah berhenti” sahut Kyu oppa membuyarkan lamunanku.

Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya turun dari bis.

“Min Young-ah!” panggil seorang namja yang menggunakan masker, topi lengkap dengan kaca mata hitamnya.

“cepat kesana, barang-barangmu biar aku yang bawakan” kata Kyu oppa.

Aku mengangguk dan perlahan berjalan dengan kakiku yang masih sedikit pincang ini (T.T)

“oppa, kenapa bisa datang?” tanyaku pada Hae oppa yang sekarang sudah dalam mobil dan juga sudah melepaskan semua pernak-pernik penyamarannya barusan.

“kemarin malam Siwon menelponku, dia bilang kakimu terkilir. Yasudah, kebetulan jadwal hari ini hanya latihan jadi aku kesini menjemputmu”

“aku kan sudah baikan. Mian merepotkanmu oppa”

“gwaenchanayo Min Young-ah, lagipula seminggu saja tidak mendengar suara cemprengmu aku lumayan kesepian. Haha”

Aku hanya tersenyum dan melihat ke luar jendela.

+++

Siwon’s POV

Ah Min Young sudah pulang dengan Donghae hyung.

“perlu bantuan?” tawarku Pada Kyu yang terlihat kerepotan membawa barang-barangnya dan juga bawaan Min Young.

“gomapta hyung” jawabnya sambil memberikan 2 tas kecil. Seprtinya milik Min Young.

“ah ya hyung, antar saja aku ke rumah Min Young” sahut Kyu saat kami sudah ada di mobil.

Aku mengangguk dan menjalankan mobilku. Hari ini aku memang sengaja meminta supirku untuk mengantar mobilku kesini. Karena aku tidak ingin langsung pulang kerumah.

“Kyuhyun, soal Min Young..”

“aku tau, hyung menyukainya kan?” potongnya sedikit terkekeh.

Walaupun aku tau dia bercanda tapi aku sedikit terkejut mendengar ucapannya barusan. “aniyo, dia kan pacarmu” aku berusaha mengelak.

Ia hanya diam mendengar jawabanku barusan, haah semoga saja dia percaya. Aku memang menyukai Min Young, tapi aku juga tidak mau Kyu tau sebelum mereka benar-benar berpisah.

“tadi hyung mau bilang apa?” tanyanya tiba-tiba.

“ah ya, kau terlihat sangat menyayanginya”

“ye, tentu saja. Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Aku tidak akan melepaskannya sampai ia yang memintaku untuk melepaskannya, tentu saja dengan alasan yang jelas” jawabnya dengan mantap. Aku tidak tau kalau Min Young menyukaiku bisa menjadi alasan yang jelas untuknya atau tidak.

“hyung, kau melewati rumah Min Young!” sahut Kyu tiba-tiba menyadarkanku dari lamunanku.

Aku yang tersadar langsung memutar arah mobilku.

+++

Min Young’s POV

“istirahatlah, kau pasti sangat lelah” ucapnya sembari mengelus lembut rambutku.

“ne oppa” jawabku saat Donghae oppa menutup pintu kamarku. Aku sangat merindukan saat-saat Donghae oppa mengantarku tidur.

Cklek. Aku mendengar pintu kamarku terbuka. Aku langsung membalikkan tubuhku.

“Min Young-ah, apa aku membangunkanmu?”

“ani, aku belum tidur”

“aku hanya mau meletakkan ini” kata Siwon oppa memperlihatkan apa yang dibawanya, 2 tas kecilku.

“oppa!” sahutku saat Siwon oppa beranjak keluar kamar. Ia membalikkan tubuhnya, “ne?”

“apa Kyu oppa mengatakan sesuatu padamu?”

“dia masih diluar, nanti saja ceritanya. Sekarang istirahatlah dulu, arasseo?”

Aku mengangguk dan menarik selimut menutupi badanku. Mendengar jawaban Siwon oppa bausan pasti Kyu oppa mengatakan sesuatu, dan hal itu tentu saja membuatku tidak tenang.

Keesokkan harinya aku sudah mulai bekerja lagi dan seperti biasa Siwon oppa menjemputku. “aku bingung, apa seorang aktor sepertimu bisa bebas datang-pergi dari lokasi syuting” tanyaku saat sudah di mobil.

“waeyo? Syutingku memang kebetulan sekali selesai sebelum jam pulangmu. Apa kau tidak suka?” aku menggeleng dan tersenyum kepadanya tanda aku sangat senang.

Ah ya, aku teringat sesuatu. “oppa, kemarin apa yang kalian bicarakan saat pulang?”

“yah, dia bilang dia tidak akan melepaskanmu sampai kau yang memintanya dan dengan alasan yang jelas. Apa kau punya alasan yang jelas?”

Aku menggeleng, “sepertinya aku harus benar-benar membuatnya benci padaku. Tapi aku tidak tau caranya, dia selalu memaafkan segala kesalahanku”

“kalau begitu, kenapa tidak kita tunjukkan saja hubungan kita?”

“mwoya?! Kalau dengan cara itu bukan hanya Kyu saja yang akan membenciku, Hae oppa juga pasti akan membenciku”

Akhirnya kami saling diam sampai Siwon oppa memberhentikan mobilnya di depan rumahku. “oppa, pelan-pelan aku akan mengetakannya pada Kyu oppa tentang hubungan kita” ucapku saat turun dari mobilnya.

+++

Audi putih itu sudah terparkir rapi di depan tempat kerjaku. Tanpa aba-aba aku langsung menghampiri mobil itu dan disambut oleh Siwon oppa yang membukakan pintu untukku.

“mau makan?” tanyanya. Dengan sigap aku menganggukkan kepalaku karena memang aku sudah sangat lapar.

DRRT DRRT DRRT

Cho Kyuhyun calling..

Aish kenapa dia harus menelpon sekarang?

“dari siapa?” tanya Siwon oppa yang bingung melihatku. “Kyu oppa..” jawabku. “angkat saja”

Aku akhirnya menurutinya, “yeoboseo?”

“jagiya! Kau dimana?”

“aku? Dimana?” aku sengaja mengulang pertanyaannya meminta bantuan Siwon oppa. “bilang saja masih kerja” bisik Siwon oppa membantuku.

“Min Young~”

“ah ne, aku masih di sekolah. Ada apa?”

“ani, aku jemput ya!”

“mwo?! Menjemputku?!” lagi-lagi aku mengulang pertanyaannya agar Siwon oppa bisa membantuku lagi. Tapi kali ini dia berpikir cukup lama.

“jagiya, kau masih disana?” panggil Kyu.

“ne oppa, mianhaeyo aku ada janji setelah pulang nanti” jawabku sedikit kesal karena Siwon oppa tidak membantuku.

“janji? Dengan siapa?”

“Siwo..” jawabku refleks yang langsung membuat Siwon oppa kaget.

“yak! Kenapa kau mengatakannya?!” sahut Siwon oppa sebelum aku sempat menyelesaikan jawabanku barusan.

“Min Young?” panggil Kyu lagi.

“ye?” jawabku gugup. Aish kenapa bisa jadi begini, Min Young babo!

“kau ada janji dengan Siwon hyung? Ah, barusan sepertinya aku mendengar suaranya, apa kau sudah bersamanya?” dari nada suaranya aku rasa dia tidak suka.

“aniyo.. oppa?” tut tut tut. Ia memutuskan panggilannya. Aish pasti dia marah, apa aku harus senang?

“waeyo?” tanya Siwon oppa yang melihat wajah bingungku. “Kyu oppa, dia menutup telponnya. Pasti dia marah” jawabku ling lung.

Siwon oppa melambaikan tangannya dan seorang waitress menghampiri meja kami. “tolong billnya” ucap Siwon oppa, waitress itu langsung mengangguk mengerti dan beranjak ke meja kasir.

“apa mau aku antar ke dorm? Kyu pasti sedang di dorm” tawar Siwon oppa sembari mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan menaruhnya diatas baki kecil berisikan bon.

Aku mengangguk, terus berpikir apa yang harus aku katakan nanti kepada Kyu oppa. Aku merasa tidak enak telah membohonginya.

+++

Kyuhyun’s POV

Dia menghindariku. Apa maksudnya? Menolak ajakanku dan membohongiku. Aku benar-benar bingung dengan sikapnya belakangan ini, apa karena belakangan ini dia sering menghabiskan waktu bersama Siwon hyung? Ani, hyung sudah kuanggap seperti hyung kandungku, lagipula dia bilang bahwa dia tidak menyukai Min Young, tapi tetap saja pikiran negatif itu selalu menghantuiku.

Ting Tong~

Aku segera beranjak dari kasurku dan berjalan menuju pintu dorm, “nuguseyo?”

“Min Young oppa~!” aku langsung tersenyum senang mendengar suaranya. “annyeong oppa, boleh aku masuk?” senyumku langsung sirna saat melihat siapa yang sedang berada disebelah Min Young, Siwon hyung. Aku mengangguk dan langsung membalikkan tubuhku.

“Kyu, kau sendiri?” tanya Siwon hyung yang masih berdiri di depan pintu. Aku mengangguk singkat tanpa melihat kearahnya. “baiklah, aku kesini hanya untuk mengantar Min Young, untuk penjelasan kau dengar dari Min Young saja, sepertinya kau akan lebih percaya padanya” ia berbalik dan aku dengar pintu tertutup.

Min Young menghampiriku dengan 2 cangkir berisikan hot chocolate dan memberikan 1 cangkir kepadaku, “gomapta, harusnya aku yang membuatkanmu minum”

“ani, anggap saja ini permintaan maafku. Aku sudah berbohong” ucapnya menyesal. “ye, aku sangat kecewa. Kau bisa menjelaskannya?” tanyaku yang sebenarnya sudah tidak marah.

“sepulang dari kerja tadi aku berencana ke minimarket, di perjalanan pulang aku bertemu dengan Siwon oppa, dia menawariku makan siang bersama karena kebetulan sedang jam istirahatnya. Apa aku harus menolak ajakan gratisnya?” jelasnya seraya tertawa kecil.

Aku mengacak rambutnya gemas, “lalu, alasanmu membohongiku?” tanyaku lagi sambil menyeruput hot chocolate dari cangkirku.

“aku takut oppa marah..” jawabnya lirih. Aku menghela nafasku, pertanyaan ini tiba-tiba menghampiri batinku, dan aku beranikan untuk bertanya padanya. “kau menyukainya?”

Ia menatapku terkejut seakan-akan rahasia terbesarnya terbongkar. “menyukainya? Siapa yang oppa maksud?” tanyanya gugup menghindari tatapanku. “Choi Siwon” jawabku singkat.

Aku menarik tangannya membalikkan tubuhnya menatapku, “jawab aku” ucapku tegas. Entah kenapa sikap anehnya membuatku semakin penasaran tentang hubungan mereka. Ia menundukkan kepalanya masih diam seribu kata dan tak berani memandangku.

“Min Young, tolong jangan buat aku memaksamu lebih dari ini” pintaku melepas cengkramanku di tangannya. “apa kau menyayangiku?” tanyaku lagi. Kali ini ia mengangguk, aku rasa jawabannya kali ini sudah cukup meyakinkanku. “gomawo jagiya” ucapku seraya memeluknya.

+++

Min Young’s POV

Aku tidak bisa berhenti mengutuk diriku atas perbuatanku tadi. Aku memang menyayanginya, tapi tidak dalam arti aku mencintainya juga. Lagipula aku sangat tertekan dengan paksaannya untuk menjawab pertanyaannya.

Ting Tong~

Aku beranjak dari dudukku dan membuka pintu. “aku yakin kau tak bisa tidur” ujar seorang namja yang memang sangat aku harapkan kehadirannya saat ini, Siwon oppa.

“gomawo” ucapku tersenyum simpul. “oppa mau minum apa?” tawarku setelah menutup pintu.

“apapun itu yang membuatmu nyaman dan cepat tidur” jawabnya. “aku bertanya untukmu, bukan untukku oppa”

“aku tidak akan lama disini, aku hanya mau membicarakan sesuatu denganmu” dari cara bicaranya aku tau ini sesuatu yang serius. Aku mengangguk lalu berjalan kedapur menyeduh segelas susu hangat.

Aku duduk disampingnya dengan penasaran menunggu apa yang akan ia bicarakan. “aku siap, apa yang oppa mau bicarakan?” tanyaku memulai percakapan.

“aku mau kau menjadi pacarku”

“mwoya?!”

~TBC~

By: tyasung

3 thoughts on “I Love Him, Not You {Part 3}

  1. eooni-ah gomapta *peluk onnie*
    aku baru bangun tidur ini jd ga bales sms onnie kkk~

    aisshh , disini saya babo sekali
    kasihan kyuhyun kan .__.

    eh onn bukannya mobil siwon itu audi item ya ?

  2. Kyu hyunnie…. Jeongmal mianhe….. Hiks hiks …..
    Tolong “lepas ” minyoung ya ….. ….
    KYA …… Siwon ” nembak ” min young ?
    Cepat cari tempat berlindung …. ( ngumpet di kolong Meja ) perang dunia di mulai………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s