I Love Him, Not You.. {Part 2}

Ah sial! Kenapa harus hujan? Aku lupa membawa payungku (T.T). Padahal aku sudah senang hari ini bisa pulang cepat.

“Min Young-ssi~!” panggil seseorang diseberang jalan melambaikan tangannya padaku.

Aku tidak tau itu siapa, hujan deras menghalangi penglihatanku. Aku hanya diam di tempat, lalu beberapa saat kemudian orang itu berlari kecil menghampiriku.

“Siwon oppa?” tanyaku heran.

“ne, kau mengharapkan siapa?”

“ani, tapi kenapa oppa ada disini?”

“kau akan pulang kerja sekitar 1 jam lagi, karena syuting hari ini selesai lebih cepat, jadi aku kesini, menjemputmu”

“mwo? Oppa sepertinya memang kurang kerjaan” ucapku tak percaya.

“kau sendiri sudah pulang?” tanyanya.

“besok kami, para guru akan mengadakan piknik di pulau Jeju. Murid-murid dipulangkan lebih awal hari ini jelasku. “aku ikut” ucapnya tiba-tiba.

“mwoya?” tanyaku tak percaya. “besok tidak ada jadwal?” ia menggeleng.

“baiklah, ayo ngobrol di mobil saja, lebih hangat!” ucapnya melepaskan jaket yang dipakainya, menutupi kepalaku dengan jaketnya dan menarikku berlari kearah mobilnya.

Sesampainya di mobilnya, ia membukakan pintu mobilnya untukku, memakaikanku seat belt.

“aku bisa melakukan itu semua sendiri oppa” ucapku saat ia sudah di dalam mobil.

“aku, aku hanya ingin memastikan” jawabnya sambil menyalakan mesin mobilnya.

“kita mau kemana?” tanyanya.

“terserah oppa..” jawabku.

+++

Siwon’s POV

“kita sampai..” kataku memberhentikan mobilku.

“aku sudah lama sekali tidak ke kedai ini” jawabnya.

“kau pernah kesini?”

Ia mengangguk, “ini kedai favorit kami”

“kami?”

“ye, aku dan Kyu” jawabnya polos, tapi jawabannya barusan sangat membuatku sakit, apa ia tidak tau?

“oppa, mianhaeyo..” ucapnya merasa bersalah.

“waeyo? Kau tidak salah Min Young-ah, aku yang salah mengajakmu kesini, kau pasti merindukannya bukan?” tanyaku.

“tidak, aku lebih merindukanmu oppa..” jawabnya membuatku membulatkan mataku.

Aku diam tak percaya. Apa dia bercanda?

“aku.. saranghae oppa” lagi-lagi ia membuatku terkejut dengan ucapannya.

“haha, leluconmu sangat lucu Min Young. Ayo kita turun” kataku sambil membuka seat beltku.

“aku serius oppa” ucapnya menahanku.

Aku terdiam sejenak. “cium aku, buktikan perkataanmu” ujuarku menantangnya karena aku yakin ia bercanda.

“geurae.. akan aku buktikan” ia melepaskan seat beltnya, memajukan bandannya, mendekatkan wajahnya, dan bibirnya menyentuh bibirku. Ia menciumku.

“Min Young, ini salah” ucapku melepaskan ciumannya.

Ia kembali ke tempat duduknya, menundukkan kepalanya. “aku tau oppa” jawabnya mulai terisak.

Aku mengangkat wajahnya, menyeka air matanya. Tuhan, aku tidak sanggup melihatnya menangis. “Min Young-ah, tolong berhentilah menangis. Aku tau ini sangat salah dan pasti sangat sulit untukmu” ucapku mencoba menenangkannya.

+++

Min Young’s POV

Aku sadar, sadar bahwa perasaanku terhadap Siwon oppa dan Kyuhyun oppa sangatlah berbeda. Perbedaan itu terasa jelas belakangan ini, aku tidak pernah merasakan perasaan yang begitu nyaman seperti saat bersama Siwon oppa selama aku bersama Kyuhyun oppa. Aku memang salah, seharusnya aku menyadarinya lebih awal.

“oppa, apa yang akan oppa lakukan kalau berada di posisiku?” tanyaku masih terisak.

Ia terlihat bingung, apalagi aku yang mengalaminya.

“bukankah kau menyukai Kyuhyun?” tanyanya.

Aku menghela nafas, “ne, awalnya memang aku pikir aku menyukainya sebagai lelaki, tapi aku baru menyadari bahwa rasa sukaku padanya hanya seperti fans kepada idolanya. Dari awal aku tidak pernah berharap ataupun menyangka bahwa Kyu oppa akan menyatakan perasaannya padaku” jelasku.

“lalu kenapa kau menerimanya?” tanyanya lagi.

“aku sangat senang saat itu, dengan refleks aku menganggukkan kepalaku” jawabku.

Ia tertawa saat mendengar jawabannku, “kenapa tertawa?” tanyaku sebal mendengar tawanya.

“mianhae, aku hanya berpikir bagaimana kalau perasaanmu padaku juga seperti itu” jawabnya yang masih tertawa kecil.

“jujur saja, aku belum pernah berciuman dengannya” ucapku.

Ia menghentikan tawanya memandangku tak percaya, “jinjjayo?”

Aku mengangguk mantap. “yang barusan itu ciuman pertamaku”

“ah tidak, sebenarnya oppa yang sudah mengambil ciuman pertamaku” ucapku membenarkan.

“apa si maknae itu benar belum menciummu? Kalian sudah 1 bulan lebih berpacaran” tanyanya masih tak percaya.

“sebenarnya ia sudah sering mencoba atau memintaku untuk menerima ciumannya, tapi aku selalu menolaknya dengan alasan aku belum siap” jelasku.

Ia masih menatapku heran. “waeyo?” tanyaku tak suka dengan pandangannya.

“ani.. jadi?” tanyanya singkat.

“jadi? Jadi apa? Aku menyukaimu oppa, apa kau belum mengerti?” jawabku sedikit meninggikan suaraku.

“ya aku tau, tapi mau kau apakan hubunganmu dengan Kyu sekarang? Ia terlihat sangat menyanyangimu” aku langsung mengernyitkan dahiku tanda tidak suka dengan perkataannya barusan.

“jebal, jangan buat aku makin merasa bersalah padanya” ucapku memohon.

..Neon alggamalgga alggamalgga neomu yebbeun miina
Nal michyeotdago malhaedo nan niga jotda miina..

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, “yeoboseyo?”

“ah ne hyung aku bersamanya..”

“baiklah kami akan segera kesana..”

Siwon oppa menutup flip handphonenya dan menatapku.

“barusan Donghae hyung yang telepon, dia bilang ia menelponmu tapi tak ada jawaban” aku langsung mengambil tasku di jok belakang dan benar saja ada 32 panggilan tidak terjawab dan 4 sms dari Donghae oppa.

Aku membuka semua sms. Aku memandang Siwon oppa dengan pandangan kosong setelah membacanya. “Kyu sudah di Seoul..?”

Ia mengangguk, “hyung menyuruhmu datang ke dorm, Kyu akan sampai dorm sebentar lagi”

Aku menghela nafas berat, “aissh jinjjayo, bukannya dia akan pulang minggu depan? Bagaimana ini oppa?” tanyaku pada Siwon oppa yang sudah menjalankan mobilnya.

“tenanglah, yang penting nanti kau temui saja dia dulu, mungkin saja perasaanmu padaku akan berubah” jawabnya tersenyum jahil.

Aku hanya mendengus kesal tidak bisa tenang.

+++

“darimana saja kalian?” tanya Donghae oppa ketus saat aku dan Siwon oppa memasuki dorm.

“syuting hari ini selesai lebih cepat, di perjalanan pulang aku bertemu Min Young dan mengajaknya mampir ke sebuah kedai untuk makan siang” jelas Siwon oppa. Berbohong. Aku tau maksudnya berbohong untuk melindungiku.

Donghae oppa hanya menggumam mengerti dan berjalan ke ruang tv. Ternyata disini hanya ada Donghae dan Hyukkie oppa. Aku bersyukur Kyu belum datang.

“ah ya, apa oppa tau kenapa Kyu oppa pulang lebih awal?” tanyaku pada Hae oppa yang sedang menonton tv.

“mollayo, aku pikir dia sudah memberitahumu. Tadi Kyu tiba-tiba menelponku dan bilang bahwa dia sudah ada di bandara” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.

“apa Wookie dan Yesung oppa juga pulang bersamanya?” tanyaku lagi.

“aniyo, dia bilang dia sendiri yang pulang” aku sempat bingung dengan jawabannya barusan.

TING TONG~

Aku bangkit dari dudukku tapi Siwon oppa menahanku. “biar aku saja”

“nuguseyo?” tanyanya sebelum membukakan pintu.

“ini aku hyung! Kyuhyun” jawabnya sedikit berteriak. Aku sedikit panik, tidak tau apa yang harus aku lakukan didepannya nanti.

“sambutlah dia” suruh Donghae oppa yang masih menonton tv. Aku mengangguk dan berjalan kearah pintu, Siwon oppa menatapku yakin seakan-akan memberiku semangat dan menyuruhku untuk membuka pintu.

Cklek..

“Selamat datang oppa~!” sambutku berusaha ceria. Ia terlihat kaget lalu tersenyum menghampiriku seraya memelukku dan aku membalas pelukkannya.

“selamat datang Kyu!” sambut Siwon oppa yang membuatku melepaskan pelukkannya.

“ah, gomawo hyung. Yang lainnya apa sedang ada jadwal?” tanyanya pada Siwon oppa.

“ye, disini hanya ada EunHae hyung dan Min Young. Ah sepertinya aku harus pergi sekarang, ada pemotretan” jawabnya sembari melihat jam tangannya.

“hati-hati hyung” ucap Kyu oppa kemudian menarikku ke dalam dorm.

DRRT DRRT DRRT

From: Choi Siwon

April 30, 2010 4:34 PM

Kau pasti bisa menghadapinya Min Young!

Hwainting~! ^^

Haah Siwon oppa benar, mau tak mau aku harus bisa menghadapinya.

“Min Young-ah, masakkan aku duk gook, aku lapar” sahut Donghae oppa dari kamarnya.

“ye~ oppa kau ingin makan apa?” tanyaku pada Kyu yang sedang beristirahat.

“jjangmyeon kah?” tawarku lagi dan di balas anggukan olehnya. Aku rasa aku tidak perlu bertanya pada Hyukkie oppa. Seatuku ia selalu makan apa saja yang di makan Hae oppa (~.~).

Aku segera ke dapur dan memasakkan pesanan para namja pemalas di dorm ini (=3=).

“ah!” pekikku saat jariku teriris pisau.

“ada apa?!” tanya Kyu panik mendatangiku ke dapur.

“jariku hanya teriris pisau” jawabku memegang jari telunjukku.

Ia langsung menarik jariku dan disedotnya darahku. “sini aku obati” aku hanya bisa diam menurutinya. Ia terlalu baik untukku, aku tidak tau apa aku bisa jujur atau tidak tentang perasaanku.

“selesai..” ucapnya setelah selesai menutup lukaku. “mianhae oppa..” ucapku tiba-tiba.

“mwo? Bukannya seharusnya kau bilang gomawo? Haha” candanya dan mengelus rambutku lembut.

“maksudku, mianhae telah merepotkanmu..” jawabku sambil tersenyum yang di paksakan.

“kau ini yeojaku satu-satunya, serepot apapun akan aku layani” ucapnya tersenyum tulus.

Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya padaku. Ah aku benci saat-saat seperti ini.

“ah ya masakkanku” ucapku tiba-tiba. Ia langsung mundur dan bangkit dari duduknya. “mianhae..” ucapnya sebelum meninggalkan dapur.

Seharusnya aku yang mengucapkan kata itu, kapan aku bisa membuatmu marah dan meninggalkanku? Aku tidak pantas untukmu.

Makan malam terasa sangat hening, aku dan Kyu oppa tidak berbicara satu sama lain. Aku benar-benar merasa tidak enak.

Setelah selesai membereskan piring-piring aku pamit pulang. “oppa aku pulang dulu ya..” pamitku pada Hae oppa.

“Kyu tidak mengantarmu?” tanya oppa. “andwae, aku tidak mau mengganggu istirahatnya, aku bisa pakai taksi”

“mianhaeyo oppa juga tidak bisa mengantarmu, mobilku di pakai Hyuk Jae” ucapnya menyesal.

“gwaenchana oppa, aku bukan anak kecil lagi yang harus diantar jemput” jawabku seraya melambaikan tangan dan keluar dari dorm.

“aissh aku lupa besok ada piknik, aku belum menyiapkan apapun” gumamku pelan saat keluar dari gedung.

“butuh tumpangan?” tiba-tiba sebuah Audi putih yang sangat aku kenal berhenti didepanku.

Ah, ia selalu ada setiap aku butuh. “gomawoyo Siwon oppa..” ucapku dan langsung masuk ke mobilnya.

“bagaimana tadi?” tanyanya sambil menginjak pedal gasnya.

Aku menggeleng, “ia marah padaku”

“mwo? Kau sudah bilang tentang perasaanmu?” tanyanya kaget.

Lagi-lagi aku menggeleng. “ia mencoba menciumku.. lagi, dan aku menolaknya. Aku pikir ia tidak akan semarah ini”

“sudahlah, nanti ju..” ucapannya terhenti saat ia melihat spion mobilnya.

“ada apa oppa?” tanyaku penasaran mencoba mencari apa yang dilihatnya di spion.

“Kyu mengikuti kita” jawabnya yang mulai terlihat panik.

+++

Kyuhyun’s POV

Aku mendengarnya pamit pulang, aku sangat ingin mengantarnya pulang, tapi sikapnya dari saat aku pulang tadi sudah terlihat aneh. Senyum yang dipaksakan, pelukkannya yang terasa canggung dan lagi ia bahkan tidak menanyakan kabarku!

Aku memutuskan untuk mengejarnya dan mengantarnya pulang mungkin aku bisa mengetahui penyebab keanehan sikapnya. Tapi saat di lobby aku melihatnya masuk kedalam mobil Siwon hyung, apa-apaan ini? Aku langsung mengambil mobilku dan mengikuti mereka.

Tebakkanku benar, Siwon hyung mengantarkannya kerumahnya. Aku memberhentikan mobilku cukup jauh dari rumah Min Young tapi aku masih bisa memperhatikan keadaan sekitar rumahnya.

‘mwo? Kenapa hyung mengantarnya sampai kedalam?’ tanyaku dalam hati.

Aku memutuskan untuk menunggu sampai Siwon hyung keluar.

Aissh sudah hampir 2 jam aku menunggu disini, bahkan aku sudah menyelesaikan 15 level gameku, tapi kenapa hyung tidak keluar saja? Aku membuka pintu mobilku, berniat menyusul mereka tapi langkahku terhenti saat melihat Siwon hyung keluar disusul oleh Min Young. Sepertinya ia sudah mau pulang.

+++

Min Young’s POV

“mobilnya masih disitu, dia benar-benar sabar” ucap Siwon oppa saat aku mengantarnya keluar rumah.

“pasti dia akan kesini setelah aku pulang” lanjutnya.

Aku menhela nafas, “apa yang harus aku katakan nanti?”

“cerita saja sejujurnya, toh tadi kita tidak melakukan apapun” jawabnya yakin. Yah, baiklah akan aku coba.

TING TONG~

“nee..” teriakku dari dalam dan bergegas membukakan pintu.

“ah, selamat malam oppa~” ucapku saat melihat Kyu oppa didepan pintu.

“boleh aku masuk?” tanyanya. “ah ye, silahkan..”

“aku melihat mobil Siwon hyung tadi, apa dia dari sini?” tanyanya lagi pura-pura tak tau, aktingnya jelek sekali! Haha.

“ye, ia membantuku beres-beres untuk besok” jawabku sambil menyiapkan minum untuknya.

“besok kau mau kemana?” tanyanya saat melihat beberapa tas penuh yang aku letakkan di ruang tamu.

“besok para guru mengadakan piknik ke pulau Jeju” jawabku sembari membawakan minumnya ke ruang tamu.

Ia manggut-manggut mengerti. “apa aku boleh ikut?” tanyanya.

Aku sempat kaget mendengar pertanyaannya. “hm, boleh saja, kebetulan masih ada 2 tempat kosong. Sekarang sudah terisi, nanti aku kabari ke panitianya”

“2? Siapa satu lagi?” tanyanya heran.

“Siwon oppa, untung saja kau ikut, jadi paling tidak Siwon oppa tidak sendiri” jawabku santai.

“mwoya? Dia ikut?” tanyanya lagi, kali ini dengan nada yang sedikit tinggi.

Aku mengangguk, “ye”

Aku mendengarnya mendengus kesal. “apa oppa tidak suka?” tanyaku polos.

“ani, aku justru senang, karena besok aku tidak ada jadwal jadi aku bisa berlibur denganmu” jawabnya dengan senyum yang dipaksakan.

“geurae.. ah ye, kenapa oppa bisa pulang seminggu lebih cepat?”

“sebenarnya seminggu kedepan itu hari libur kami, makanya Wookie hyung dan Yesung hyung belum pulang. Aku hanya ingin cepat pulang dan bertemu denganmu Min Young-ah, dan untung saja aku pulang duluan, jadi besok aku bisa berlibur denganmu” jelasnya kali ini dengan senyum tulus yang mengembang diwajahnya.

Terkadang aku sangat menyesal tidak bisa menyayanginya setulus ia menyayangiku, menyesal tidak bisa menikmati senyumnya, kebaikkannya dan perhatiannya.

“baiklah, aku pulang sekarang saja. Aku juga harus bersiap untuk besok” ucapnya seraya bangkit dari duduknya.

“oppa..” panggilku.

“ne jagiya?” jawabnya ramah.

“apa oppa masih marah atas kejadian di dorm tadi?” tanyaku memberanikan diriku.

“marah? Kejadian apa? Aku tidak ingat” aku tersenyum mendengar ucapannya barusan, jujur saja aku tidak pernah membenci sifat mengalahnya, tapi sifatnya itulah yang membuatku sulit untuk dibencinya. Ia selalu melupakan semua kesalahanku.

+++

“siap berangkat?” tanya Siwon oppa saat aku membuka pintu.

“ye, apa oppa mau teh?” tawarku karena waktu berangkat bisnya masih satu jam lagi.

“boleh, tapi apa masih sempat?” jawabnya.

“tentu saja! Sambil menunggu Kyu oppa datang ayo sarapan dulu”

“mwo? Dia ikut?” aku terkekeh mendengar reaksi yang sama seperti Kyu oppa saat mendengar bahwa Siwon oppa akan ikut.

“waeyo?” tanyanya heran mendengar tawaku.

“aniyo, ayo masuk” ajakku.

TING TONG~

“hyung?!” ucap Kyu oppa saat aku membukakan pintu untuknya.

“oppa mau langsung berangkat atau sarapan dulu?” tanyaku tak menghiraukan ucapannya barusan.

“langsung berangkat saja” jawabnya yang langsung mengangkut tas-tasku ke dalam mobilnya.

“dia cemburu” bisik Siwon oppa dari belakangku sambil tersenyum jahil. Aku menatapnya tidak suka.

+++

“oppa..” panggilku saat sudah di mobil bersama Kyu.

“ne jagiya?”

“kau harus berhati-hati di sekolah nanti”

“waeyo?”

“disana banyak sekali fansmu, saat aku bilang yang akan mengisi tempat kosong itu Kyuhyun dan Siwon Super Junior reaksi mereka sangatlah.. ah aku tidak bisa menggambarkannya” ucapku menyerah.

“haha, kalau begitu kau harus melindungiku” jawabnya sambil terkekeh.

“mwo? Sejak kapan wanita yang melindungi lelaki?” protesku.

Ia melanjutkan tawanya dan mengelus kepalaku lembut.

+++

“kita sampai..” ucapnya sembari membuka seat beltnya dan membuka pintu.

KYAAAAAA..~!!

Aku menariknya kembali kedalam mobil, “oppa lihat!” ucapku seraya menunjuk segerombolan wanita yang mulai mengelilingi mobil  ini. Sebagian dari wanita-wanita itu adalah guru-guru di TK ini, kalau yang sebagian lagi ahjuma-ahjuma ini pasti orang tua murid. Eh, orang tua murid? Sedang apa mereka disini? Haah pasti mereka datang karena tau akan ada Kyu dan Siwon oppa (-__-‘).

“jadi kapan kita bisa turun?” tanynya sudah mulai terlihat tidak sabar. “entahlah..” jawabku menaikkan bahuku.

KYAAAA~!!

Tiba-tiba sorak sorai itu terdengar lagi, tapi mereka menjauh dari mobil dan menuju ke belakang mobil kami. Aissh, aku lupa padanya!

“ah ya, Siwon hyung!” sahutnya tiba-tiba.

Tok tok tok. Aku menoleh dan melihat Siwon oppa mengetok kaca mobilku.

Aku menurunkan kacanya sedikit. “cepat turun selagi mereka sibuk denganku” ucapnya sebelum pergi menjauh dari mobil kami dengan segerombolan wanita tadi.

Aku dan Kyu langsung bergegas turun dan mengangkut barang-barang kami kedalam bis.

Akhirnya perjalanan kami terlambat 2 jam karena ‘accident’ barusan. Entah apa yang telah Siwon oppa berikan pada mereka hingga mereka bisa tenang ya walaupun masih sedikit ribut.

“oppa, aku ke toilet dulu ya..” ucapku setelah mendapatkan tempat duduk di bis.

“ye, jangan lama-lama, arachi?” jawabnya yang sepertinya masih takut dengan serangan beberapa temanku tadi.

Aku mengangguk dan segera pergi ke toilet. Saat aku keluar dari toilet, aku berpapasan dengan Siwon oppa.

“apa yang oppa berikan kepada mereka?” tanyaku penasaran.

“ani, kami hanya berfoto bersama dan tanda tangan. Itu saja” jawabnya polos.

Hmm, aku hanya manggut-manggut mengerti. “eh, apa kau meninggalkan Kyu sendiri di bis?” tanyanya tiba-tiba.

“ye..” jawabku tanpa dosa.

“mwo? Apa dia aman?” tanyanya khawatir.

“hah, iya juga sih. Khajja!” jawabku segera berlari kecil ke arah bus.

Benar saja saat aku kembali sudah ada beberapa sunbaeku yang mengelilinginya, bahkan duduk di tempatku.

‘tolong aku Min Young-ah’ itulah yang bisa aku baca dari pandangan matanya. Haha, sangat lucu.

“onnie, itukan kursiku..” ucapku pada Hye Ahn onnie yang menduduki kursiku.

“Min Young-ah, apa kau belum puas dari tadi pagi selalu bersamanya?” jawabnya seraya melingkarkan tangannya di lengan Kyu.

“aissh, onnie jangan kekanak kanakan begitu, bis tidak akan berangkat kalau kita belum duduk rapi semua” ujarku yang mulai kesal.

“aku sudah duduk rapi disini” jawabnya lagi.

Aku mendengus kesal, “lalu aku harus duduk dimana?”

Ia melirik ke belakangku, “kau bisa duduk dengannya”

“andwae, Siwon oppa duduk di kursi paling belakang, kau tau kalau aku mabuk darat onnie..” tolakku.

“itu benar noona, Min Young mabuk darat, apa noona tidak kasihan?” tanya Kyu oppa polos. Aku tau tujuan ucapannya barusan itu untuk membantuku, tapi sepertinya Eun Ri semakin gemas padanya.

“kalian dengar? Dia memanggilku noona! Aah, Kyuhyun kau lucu sekali” ucapnya semakin mengeratkan dekapannya di lengan Kyu.

“agassi, apa kita bisa berangkat sekarang?” tanya supir bis yang sedari tadi mendengar perdebatan kami.

“ah ne ahjussi, kita bisa berangkat sekarang” jawab Hye Ahn onnie seenaknya.

“jebal onnie, aku tidak mau duduk di belakang” pintaku memelas. Tapi bis sudah mulai jalan dan Siwon oppa pun menarikku ke tempat duduknya. “sudahlah, aku akan membuatmu nyaman agar tidak mabuk” aku sempat melihat kearah Kyu yang sangat jelas tidak suka dengan Siwon oppa.

+++

Dug!

“ah” aku meringis saat kepalaku membentur kaca jendela.

“gwaenchana?” tanya Siwon oppa khawatir.

“nan gwaenchana oppa”

“mau tukar posisi?”

“aniyo, aku tidak mau. Kalau aku duduk disitu Kyu oppa akan semakin sering melihat kearahku” tolakku yang memang tidak nyaman karena setiap beberapa menit Kyuhyun selalu berdiri dari duduknya dan melihat kearahku mengecek keadaanku.

Ia tertawa kecil mendengar jawabanku. “kalau begitu sandarkan saja kepalamu disini” ucapnya menepuk bahunya.

Aku menurut dan tak lama kemudian aku terlelap. Siwon oppa benar-benar membuatku nyaman.

Sesampainya di Jeju kami semua langsung menuju penginapan Yeha Guesthouse. Perjalanan hari ini sangat melelahkan tapi sedikit segar saat melihat pemandangan disini.

Aku sekamar dengan Hye Ahn onnie, dia bilang ingin tau lebih banyak tentang Kyu dariku. Yah aku sih terima-terima saja. Oh ya, sebenarnya mereka ini sama sekali tidak tau kalau aku adalah yoeja chingunya Kyuhyun. Mereka hanya tau bahwa aku adik dari Lee Donghae (^^). Kalau mereka sampai tau yang sebenarnya, bisa mati aku disini.

+++

“Min Young! Min Young!” terdengar suara Hye Ahn onnie membangunkanku.

“onnie aku masih mengantuk~” ucapku seraya menarik kembali selimutku menutupi wajahku.

“aissh jinjja bocah ini.. cepat bangun! Apa kau mau kami tinggal?” pekiknya membuka selimutku dan mengguncang-guncang tubuhku.

“iye, aku bangun onnie~” sahutku akhirnya bangkit dari tidurku dengan malas.

Aku segera mandi dan berpakaian seadanya lalu keluar kamar dengan langkah gontai.

“jagiya apa tidurmu nyenyak?” bisik Kyuhyun dibelakangku.

“sangat nyenyak sampai Hye Ahn onnie membangunkanku” jawabku sebal.

Tiba-tiba ia menggenggam tanganku, sontak aku langsung melepaskan genggamannya. “mianhae oppa, kau tidak inginkan aku pulang dengan keadaan tidak utuh?” tanyaku sedikit bercanda. Ia menghela nafas dan mengangguk mengerti.

“cepat habiskan sarapan kalian dan kita akan langsung berangkat ke Manjanggul cave” ucap pemandu wisata kami.

+++

Kyuhyun’s POV

“Min Young-ah, jangan pernah kau tinggalkan aku lagi sendirian seperti kemarin!” perintahku padanya saat kami sudah berada di bis.

“ye oppa..” jawabnya singkat. “apa kau tidak suka karena aku menahanmu?” tanyaku lagi.

“ani, aniyo..”

“lalu kenapa dari tadi kau hanya diam?”

“aku hanya masih mengantuk oppa~”

“bahuku kosong”

“aku tidak mau merepotkanmu..”

Aku kecewa mendengar jawabannya, kemarin ia bisa tidur senyenyak itu di bahu Siwon hyung, tapi kenapa sekarang ia menolakku?

Selama perjalanan ia hanya diam memandang pemandangan dari jendela. Min Young apa aku mempunyai salah padamu?

“oppa..” panggilnya.

“ne jagi?” jawabku.

“haah.. bagaimana kalau tiba-tiba aku meminta putus karena lelaki lain?” tanyanya dengan pandangan yang tak beralih dari jendelanya.

“mwo?” aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya barusan. Apa ini adalah jawaban dari sikapnya yang aneh belakangan ini?

“gwaenchana, lupakan saja ucapanku barusan” jawabnya dan bersandar di bahuku. Aku sangat menyayanginya, melebihi apapun. Jika pertanyaannya barusan menjadi kenyataan, apa aku bisa melepasnya?

TBC

By: tyasung

6 thoughts on “I Love Him, Not You.. {Part 2}

  1. aigooooo minyoung~ah -________-
    kasian tuh si kyuhyun digituin ckck , kyu sini ama aku aja (?)

    kekekeke~ ayo onn lanjutkaaaannnn :p *ditabok*

    hye ahn si dita ya onn ?

  2. Ya allah kasian kamu kyuuu -.-
    Kekeke
    Si minyoung agresif nya cuma ama si wonwon .. Begitu ama kyukyu , jadi jinak (?)
    Gapapa deh kyu nya menderita ..
    Asal jangan dibikin mati aja ..
    Heeehehehe :DD

  3. (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! (˘_˘)čĸ! Evil kok ßišª ” di siksa ” gìtu ….wkwkkw part ìni ” panas ” … Kipas ~ kipas …. Biar adem …… Mian kyu … Hehe tp siwon mank yg terdepan ( di hati Ku :p )…. Lanjuttttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s