I Love You Both [Part 6 -End-]

“Kyu” panggilku.

“Ne jagiya?” jawab Kyu yang sedang asik membaca buku.

“Bagaimana untuk bulan madu, kita pergi ke Busan, tempat lahirku. Aku ingin mengunjungi Busan lama sekali. Untuk tempat tinggal, aku akan meminta bantuan pada Jongwoon Oppa” tawarku.

“Boleh saja, kau atur saja bulan madu kita disana” ucapnya yang masih serius membaca buku.

“Baiklah, nanti aku akan telpon Jongwoon Oppa” jawabku.

Selama 3 bulan menikah, kami memang belum sempat berbulan madu, Kyu yang menjadi penerus perusahaan Appanya, harus menyelesaikan pekerjaannya diluar Seoul seminggu setelah kami menikah. Dan kesibukan lainnya yang membuat kami jarang bertemu dan mengundur bulan madu kami.

“Kau tahu Kyu? Aku sudah terlambat haid selama seminggu” ujarku tiba-tiba yang membuat Kyu mengalihkan pandangannya padaku.

“Benarkah? Kau sudah memeriksakannya?” tanyanya antusias

Aku menggeleng.

“Kalau begitu ayo kita kedokter sekarang!” ajaknya bersemangat.

Nuhn, gataboota, gataboota mal jom haera miinah.

Ni maeumeul gajyuhddamyuhn geunyang naneun salmui Winner

Ee sesangui ichiran, ichiran, yongki innneun jareul ddara na gateun nom marya

Tiba-tiba Hp Kyu berdering.

“Yeoboseyo?”

“Baiklah, aku akan segera kekantor” ucapnya sebelum menutup telponnya.

“Ada apa Kyu?” tanyaku yang sedang bersiap kedokter.

“Tiba-tiba aku dipanggil dikantor, karena ada pekerjaan penting. Mianhae, aku tidak bisa mengantarmu kedokter” sesalnya.

“Kau pergilah, aku akan meminta Soe Chan Onnie untuk menemaniku” jawabku.

“Tidak apakah? Apa aku perlu menelponkan Soe Chan Noona untuk menjemputmu kesini?” tanyanya panik.

“Gwaenchanhayo Kyuhyun ah~ kau tidak usah khawatir seperti itu, rumah Soe Chan Onnie disebelah saja, aku bisa menjaga diriku sendiri” jelasku.

Semenjak Jungsoo Oppa menikah dengan Soe Chan Onnie, mereka tinggal dirumahku. Dan saat aku menikah dengan Kyuhyun, aku pindah kerumah Kyu. Dan juga mertuaku ingin menghabiskan masa pensiunnya di Daegu.

“Baiklah, aku berangkat sekarang” pamitnya pergi seraya mencium keningku.

“Hati-hati jagiya~”

***

Aku dan Soe Chan Onnie akhirnya sampai di rumah sakit. Onnie membawa Park Ri Rin, anaknya dengan Jungsoo Oppa yang sudah berumur 3 tahun.

Setelah diperiksa, dokter menyatakanku positif hamil, aku sangat senang, aku tidak sabar ingin memberitahukannya kepada Kyuhyun.

Sepulangnya dari rumah sakit, aku langsung menyiapkan makan malam.

“Aku pulang.. Ri Jung ah~” teriak Kyu saat memasuki rumah.

“Selamat datang Kyu, makan malamnya sudah aku siapkan” sambutku.

“Bagaimana? Tadi kau sudah kedokter?” tanyanya saat melihatku.

“Dokter bilang..” jawabku menggantungkan kalimatku.

“Apa jagiya? Jangan membuatku penasaran!” tanyanya penasaran.

“Aku hamil Kyu..!” ucapku dengan senyum yang mengembang diwajahku.

“Jinjja?? Haah, syukurlah! Aku sangat senang mendengarnya!” jawabnya senang seraya mengecup bibirku.

“Baiklah, sekarang ayo kita makan, makanannya keburu dingin” ajakku.

Ting Tong.. Bel rumah kami berbunyi.

“Ri Jung ah~..” terdengar suara Oemma dari balik pintu.

“Ah itu Oemma, aku buka pintunya dulu ya Kyu..” kataku seraya beranjak dari dudukku.

“Oemma~” sambutku sambil memeluk Oemmaku.

“Ri Jung, setelah menerima telponmu tadi, Appa langsung ingin mengunjungimu, ia seperti yang tak sabar untuk bertemu calon cucunya” jelas Oemma.

Setelah pensiun, Oemma dan Appa memutuskan pindah rumah yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kami yang dulu.

“Ayo masuk, kita makan malam bersama, aku dan Kyu juga sedang makan” undangku.

Ternyata Jungsoo Oppa, Soe Chan Onnie, Ri Rin, Ji Yeon, dan Donghae juga ikut. Tunggu.. Donghae?

“Hei, sedang apa kau disini Donghae ya?” ucapku menghentikan langkahnya.

“Tentu saja berkunjung kerumahmu Ri Jung” jawabnya santai.

“Ri Jung Onnie, memang kenapa kalau Donghae Oppa ikut kami mengunjungi rumahmu? Donghae Oppa kan sudah resmi menjadi tunanganku, sebentar lagi kami juga akan menikah, bahkan aku akan segera melahirkan seorang keponakan untukmu!” jawab Ji Yeon membela Donghae.

Ji Yeon memang sudah mengandung 8 bulan, anaknya dengan Donghae. Entah apa yang mereka pikirkan sampai Ji Yeon bisa hamil di umur semuda ini, mereka bilang bahwa ini bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan kesengajaan.

“Baiklah, aku mengerti, cepat kalian masuk, diluar sangat dingin” kataku menyerah.

“Gomawo Ri Jung~ cobalah kau hilangkan rasa bencimu padaku” ucap Donghae berlalu didepanku. Aku hanya mengendus kesal.

Setelah makan malam, kami berbincang-bincang sejenak di ruang keluarga, lalu mereka semua pulang.

***

Akhirnya kami berbulan madu di Busan, kami menginap dirumah Jongwoon Oppa. Kami tidak hanya berdua, Jungsoo Oppa, Soe Chan Onnie dan Ri Rin juga ikut bersama kami.

Suatu malam, aku terbangun dari tidurku, aku ingin makan bibimbap.

“Kyu, bangun..” kataku sambil mengguncangkan tubuh Kyu.

“Hm? Ada apa jagi?” tanyanya setengah sadar.

“Aku ingin makan bibimbap, belikan aku bibimbap Kyu~” pintaku manja pada Kyu.

“Sekarang sudah jam 00:47 pagi, tidak mungkin ada yang menjual bibimbap sepagi ini. Besok saja ya?” jawab Kyu.

“Tidak Kyu~ anakmu ingin makan sekarang” aku sengaja memakai kata ‘anakmu’ agar Kyu mau menurutiku, karena ia selalu mengeluh jika mendengar permintaanku yang aneh-aneh, wajar saja kan aku kan sedang hamil muda.

“Baik-baik, akan aku belikan” jawabnya seraya bangun dari tidurnya.

“Kyu, aku ikut ya?” pintaku.

“Tidak usah, kau disini saja, diluar sedang hujan deras” tolaknya.

“Tidak apa Kyu, aku bisa memakai jaketku” ucapku masih berkeras ingin ikut.

“Baiklah, tapi nanti kau tidak usah keluar dari mobil, araseo?” jawab Kyu.

“Araseo jagi~”

Setelah kira-kira 2 jam mencari bibimbap, akhirnya kami mendapatkannya. Ternyata masih ada yang berjualan ditengah malam begini.

“Kyu, kau ingin menamakan apa untuk anak kita nanti?” tanyaku saat diperjalanan pulang kami.

“Hmm, bagaimana jika perempuan Cho Kyu Ri dan jika bayi kita laki-laki aku ingin namanya Cho Hyun Jung, kau setuju?” tanyanya dengan senyum manis diwajahnya, entah kenapa aku merasa aneh melihat senyumnya itu, seperti aku akan kehilangannya untuk waktu yang lama. Tapi buru-buru aku buang pikiran negatif itu.

“Tentu saja aku setuju!” jawabku dengan mantap.

“Aku kan hanya menyatukan nama kita Ri Jung, terserahmu jika kau ingin menggantinya” lagi-lagi ia tersenyum, membuatku ingin mengeluarkan air mata.

“Tidak, aku suka nama-nama itu, aku tidak akan menggantinya..” jawabku lirih.

“Kyu, berjanjilah padaku kalau kau tidak akan meninggalkanku untuk selamanya” sambungku memintanya untuk berjanji padaku.

“Tentu jagiya~ aku pasti akan selalu bersamamu sampai kita tua nanti” janjinya.

DUUAAAAARRRRR!!!!

Tiba-tiba aku mendengar sebuah ledakan dari bagian belakang mobil kami. Dan gelap..

***

Aku merasakan sakit di sekujur badanku, aku berusaha untuk bangun.

Dibawah hujan yang sudah mulai mereda, aku melihat kobaran api yang tidak terlalu besar dari arah mobil kami yang sudah terbalik. Ternyata aku terlempar sekitar 3 meter dari mobil.

“KYU!!” sadarku bahwa Kyu masih ada didalam mobil itu.

Aku berlari kearah mobil kami dengan gontai karena rasa sakit ditubuhku.

Aku yang menyadari bahwa Kyu masih sadar terjebak dengan seatbelt nya yang ternyata tidak bisa dibuka memberanikan diri masuk kedalam mobil melewati jendela mobil yang kacanya sudah pecah.

“Ah!” jeritku saat pecahan kaca mengores lenganku. Tapi itu tidak menghentikanku yang merangkak dalam mobil menghampirinya.

“Kyu, kumohon bertahanlah!” ucapku sambil mencoba untuk melepaskan seatbelt nya.

“Ri Jung, kau baik-baik saja?” tanyanya lirih dengan banyak darah yang mengalir dari kepalanya.

Akhirnya aku mencoba menelpon panggilan darurat. Dengan tangan yang bergetar aku menekan 911 di Hpku, aku menyebutkan lokasi kecelakaan kami dan mereka bilang mereka akan segera mendatangi kami.

Aku mengambil pecahan kaca yang cukup besar dan kira-kira bisa memotong seatbelt yang sedari tadi tidak bisa dibuka. Tanganku mengeluarkan darah yang cukup banyak karena genggamanku pada pecahan kaca itu.

“Lepaskan kaca itu Ri Jung! Kau melukai dirimu sendiri!” ucap Kyu sembari menarik tanganku dan melepaskan kaca yang ada di tanganku.

Aku hanya bisa menangis, tidak tahu apalagi yang bisa aku lakukan untuk membebaskan Kyu dari tempat ini, tempat yang entah beberapa saat lagi pasti akan meledak dikarenakan kobaran api yang sudah mulai membesar.

“Ri Jung, kau harus tetap hidup, selamatkanlah dirimu dan juga anak kita, berjanjilah padaku kau akan tetap hidup untukku dan anak kita!” ucapnya sambil mengelus kepalaku lembut dan mengecup bibirku dengan hangat, aku sangat ingin tinggal dengannya disini, jika harus mati, aku ingin mati bersamanya.

Terdengar suara panggilan dari luar mobil.

“Mereka sudah datang Kyu! Bertahanlah!” ucapku ditengah tangisanku.

“Pergilah Ri Jung, mereka datang untuk menyelamatkanmu” jawabnya dengan senyum dibibirnya.

Aku menggeleng, “Aku tidak akan pergi tanpamu Kyu!”

Tapi aku merasa ada seseorang menarik kakiku dari luar.

“TIDAK! AKU TIDAK INGIN PERGI! TINGGALKAN AKU DISINI BERSAMANYA!” teriakku mencoba menghentikan petugas penyelamat yang sedang menarik kakiku.

Aku menggenggam tangan Kyu, tapi ia melepaskan tanganku perlahan.

“Selamat tinggal Ri Jung ah~ berbahagialah dengan Jongwoon Hyung, aku tahu ia mencintaimu sejak dulu, jagalah anak kita bersamanya” sekarang ia benar-benar melepaskan genggamanku ditangannya.

Itu kalimat terakhir yang aku dengar dari Kyu setelah petugas penyelamat berhasil menarikku keluar dari mobil yang sekarang telah meledak. Aku hanya bisa terdiam lemas tak bisa bersuara, tak bisa bergerak bahkan air mata yang sedari tadi mengalir deras dari mataku kini tidak keluar, seakan-akan ada yang menahannya. Gelap kembali menyelimutiku.

Aku dilarikan kerumah sakit karena pingsan dan karena luka-luka disekuju tubuhku. Meninggalkan Kyu sendirian, dimobil yang tengah terbakar hebat sehabis ledakan barusan.

Aku mendengar beberapa orang berbicara, ada juga yang menangis histeris. Aku mencoba membuka mataku.

“Ri Jung, kau sudah sadar?” tanya seseorang padaku.

“Ahjussi, Ahjuma, Ri Jung sudah sadar!” lanjut orang itu.

“Terimakasih Jongwoon, kau telah menjaganya hingga ia sadar” ucap sebuah suara yang ternyata adalah Oemma.

“Gwaenchanha Ahjuma” jawab seseorang yang ternyata Jongwoon Oppa.

Oemma menghampiriku dan memandangku sedih.

“Syukurlah kau dan bayimu selamat Ri Jung ah” ucap Oemma mengelus kepalaku lembut.

“Ban belakang mobil kalian meledak dan menyebabkan mobil kalian terjungkir” sambung Oemma menjelaskan penyebab kecelakaan itu.

“Kyu.. Kyu masih disana Oemma! Aku harus kesana menolongnya!” jawabku sambil mencoba bangun dari tidurku.

“Sudahlah Ri Jung, tenangkan dirimu, Oemma tahu pasti ini sangat berat bagimu” ucap Oemma seraya memelukku yang sekarang sudah menangis kembali.

“Aku sangat mencintainya Oemma, Kyu telah mengingkari janjinya untuk bersamaku selamanya” kataku yang tangisannya semakin menjadi.

Oemma yang tidak bisa mengatakan apa-apa hanya membiarkan aku menangis sepuasku dipelukannya.

***

Beberapa hari setelah pemakaman Kyu, aku pindah ke Busan, Oemma yang tidak tega melihatku menangis hampir tiap hari menitipkanku pada Jongwoon Oppa, karena setahu Oemma jika aku sedang sedih, Jongwoon Oppa selalu bisa menghiburku apapun caranya.

“Ri Jung, ayo makan, kau sudah tidak makan dari pagi” ucap Jongwoon Oppa yang sedari tadi membujukku untuk makan.

“Aku tidak mau Oppa, aku tidak lapar” jawabku dengan pandangan kosong kedepan.

“Bagaimana kau tidak lapar? Tadi malam kau tidak menghabiskan makan malammu, dan dari pagi ini belum ada satu suapan pun masuk kemulutmu. Tolong Ri Jung ah~ jangan siksa dirimu dan anakmu, kau pikir Kyu akan tenang melihatmu seperti ini?” kata Jongwoon Oppa yang masih membujukku.

Aku terdiam memandang wajahnya yang terlihat sabar sekali dari tadi membujukku untuk makan.

“Baiklah Oppa, aku akan makan, karena aku sudah berjanji padanya akan menjaga anak kami bersamamu Oppa” jawabku yang membuat mata Jongwoon Oppa terbelalak.

“Mwo?! Apa yang kau katakan barusan Ri Jung?” tanyanya masih dengan muka yang terkejut.

“Kyu menitipkan aku dan anak kami padamu Jongwoon Oppa..” jawabku yang membuatnya memelukku dengan erat.

“Oppa, kalau kau memelukku seperti ini aku tidak bisa bernafas. Mana makananku?” tanyaku sambil mencoba melepaskan pelukannya.

“Ah iya mianhae, mungkin ini memang tidak akan mudah, tapi pasti kau bisa menerima keberadaanku dihatimu, dari dulu rasa sayangku padamu tidak pernah berubah Ri Jung” jawabnya yang membuatku menangis, tapi menangis bahagia.

“Kenapa kau menangis lagi? Apa aku berkata sesuatu yang salah?” tanyanya panik.

“Ani, gwaenchanhayo Oppa, aku hanya terharu, ternyata banyak sekali orang yang menyayangiku” ya, aku pernah mengatakan hal ini pada Kyu beberapa tahun yang lalu saat kami masih pacaran. Tapi sekarang tidak ada Kyu yang akan memelukku dengan hangat.

8 bulan kemudian..

“Oppa! Ketubanku sepertinya pecah!” kataku panik.

“Jinjja?! Tunggu sebentar, Oppa akan siapkan mobil dan kita segera berangkat! Bertahanlah Ri Jung!” jawabnya tak kalah panik.

Memang rasa trauma saat mendengar kata mobil itu terkadang masih menghampiriku, tapi aku harus mencoba melawannya, aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kali. Ya, kesabaran, ketulusan dan semua perhatian yang diberikan Jongwoon Oppa membuatku bisa melupakan rasa sakit di masa lalu, dan kini aku mencintainya tak kalah dengan rasa cintaku pada Kyuhyun.

Setibanya dirumah sakit, Oppa langsung menghubungi semua keluargaku dan keluarga Kyuhyun di Seoul, karena suka tidak suka anak ini adalah anak Kyu juga.

Aku meminta Jongwoon Oppa untuk menemaniku didalam selama persalinan berlangsung.

“OPPAAAA!! SAKIT SEKALIIII!!!” teriakku yang sesekali mencengkram lengan Oppa dengan keras karena rasa sakit.

“Tenang Ri Jung, atur nafasmu” Jongwoon Oppa mencoba untuk menenangkanku sambil mengelus rambutku pelan. Sedangkan aku masih tetap mencengkram atau kadang mencakar lengan Oppa.

***

“Ri Jung ah~ kau melahirkan bayi laki-laki yang tampan, kau akan memberinya nama apa?” tanya Jongwoon Oppa dipinggir ranjang tempat aku menyusui bayiku.

“Sebenarnya tepat sebelum kecelakaan, aku sudah menyiapkan nama untuk anakku bersama Kyu, apa Oppa tidak keberatan?” tanyaku sambil memandang wajahnya yang sedikit kecewa saat aku menyebut ‘Kyu’.

“Tentu saja tidak, itu hakmu, bayi ini juga adalah anak kalian, kenapa aku harus keberatan?” jawabnya yakin namun masih memperlihatkan keraguan.

“Namanya adalah Cho Hyun Jung” ucapku.

“Nama yang bagus” puji Jongwoon Oppa.

“Ya, Kyu yang menciptakan nama itu dari nama kami berdua” jawabku sambil tersenyum, sebenarnya sangat sakit untuk mengingat kenangan-kenangan tentangnya, tapi aku harus tegar dan menjalani hidupku yang sekarang tanpa harus terbebani masa lalu.

Beberapa saat kemudian, Oemma, Appa, Ji Yeon dan Donghae, Jungsoo Oppa beserta Soe Chan Onnie dan juga keluarga Kyu datang menjengukku.

6 bulan kemudian..

“Ri Jung, aku tak tahu jika sekarang waktunya sudah tepat atau belum untuk ini, tapi aku tidak bisa menundanya lagi” ucap Jongwoon Oppa yang tiba-tiba serius saat sedang makan malam.

“Ada apa Oppa?” tanyaku bingung.

“Ri Jung, would you marry me?” katanya dengan wajah yang masih sangat serius dan menyodorkan sebuah cincin ditangannya.

“I do Oppa..” jawabku tersenyum manis.

“Ah, saranghaeyo..” ucapnya lega.

“Naddo saranghaeyo” balasku.

Ia memelukku lembut dan mengecup keningku.

Akhirnya kami menikah di Busan dan kami membeli rumah di Busan untuk kami tinggali.

“Ri Jung, apa kau tak ingin memberi Hyun Jung seorang adik? Mungkin adik perempuan?” tanya Jongwoon Oppa seselesainya aku menyusui Hyung Jung.

“Adik? Aku lelah Oppa, bagaimana kalau besok saja?” tanyaku.

“Bagaimana kalau aku ingin sekarang?” tanyanya balik seraya menciumku ganas.

“..ah.. Oppa.. hen.. ah.. apa yang kau sentuh.. ah..ah.. hentikan Oppa.. aaah..” desahku tidak karuan karena Jongwoon Oppa mulai mencumbuku dibeberapa bagian sensitifku.

***

“Oppa! Aku hamil!” seruku dari kamar mandi sambil membawa testpackku yang menunjukkan bahwa aku positif hamil.

“Jinjja? Syukurlah!” jawabnya senang seraya memelukku. Ya, akupun senang, apa kau senang disana Kyu?

“Aku bahagia Kyu, sangat bahagia dengan mencintaimu dan mencintainya sekarang”

~The End~

By: tyasung

Notes: mian kalau fanficnya aneh T.T ga nyambung ato apalah. Jangan lupa comment yaaa~! Kamsahamnida yang udah baca dari awal sampai endingnya ini~ *bow 90 derajat*

3 thoughts on “I Love You Both [Part 6 -End-]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s