I Love You Both [Part 5]

Hujan turun dengan derasnya, kami berteduh didepan minimarket Neorobang. Kyu memakaikan jaketnya padaku.

“Kyu, kau pakai saja, nanti kau sakit” ucapku seraya mengigil.

“Aku tau kau kedinginan, lebih baik aku yang sakit” jawabnya singkat.

Setelah 15 menit hujan mulai mereda, dan Kyu mengantarku pulang.

“Sampai jumpa besok Ri Jung~” pamit Kyu.

Tapi sebelum ia pergi, ia mengecup keningku lembut.

“Saranghaeyo~” sambungnya.

“Naddo Kyu..” balasku.

Aku masuk kerumah, “sepertinya Soe Chan Onnie masih ada dirumah” gumamku dalam hati.

Aku langsung naik kekamarku, mandi dan mengganti bajuku.

“aah.. Jungsoo ah~.. hen.. aah.. ohh” Sayup-sayup aku mulai mendengar desahan Soe Chan Onnie dikamar Oppa. “Masih sore, sudah melakukannya” pikirku.

Untuk mengalihkan perhatianku, kunyalakan komputer dan mengecek e-mailku. Sebenarnya aku masih kepikiran dengan Jongwoon Oppa. Tapi ternyata belum ada satupun e-mail darinya, akhirnya aku yang mengirim e-mail.

Mianhae Oppa..

From: shinrijung06

To     : shfly3424

Sunday, July 11, 2010 4:56 PM

Oppa, apa kau marah padaku?

Jeongmal mianhae Oppa, aku tidak bermaksud membuat Oppa marah.

Sore ini aku sudah berbaikkan dengannya.

Besok Appa dan Oemma pulang, berkunjunglah lagi kesini, tapi janji Oppa harus pamit padaku dulu jika mau pulang, arasseo? Hahaha.

Mail sent

Aku mematikan komputerku, dan merebahkan diriku diranjang. Aku berusaha beristirahat dengan suara berisik dari kamar Oppaku.

“Awas saja kalau mereka melakukannya semalaman lagi seperti waktu itu” ucapku jengkel.

***

Paginya aku terbangun oleh bunyi dari Hpku, aku membuka mataku dan membaca sms yang masuk.

From: Kyu Jagiya~

Monday, July 12, 2010 6:11 AM

Jagi~ apa kau sudah bangun?

Sepertinya hari ini aku tidak akan sekolah, aku sedikt demam.

Tolong beritahu Hwang seonsaengnim kalau aku tidak bisa sekolah hari ini. Dan maaf, aku tidak bisa mengantarmu. Kau berhati-hatilah dijalan!

Aku punya kabar baik untuk kita! Pulang sekolah, datanglah kerumahku, akan kuberitahu kau nanti. Aku tunguuu~

To: Kyu Jagiya~

Monday, July 12, 2010 6:15 AM

Aku terbangun oleh sms darimu Kyu~

Dasar babo, kemarin kan aku sudah bilang, kau saja yang pakai jaketmu, sekarang kau jadi sakit kan?

Kabar gembira apa? Yasudah, sepulang sekolah nanti aku akan kerumahmu.

SMS sent

Dia tidak membalas smsku lagi, mungkin dia tertidur lagi.

Sesampainya disekolah, aku merasa gugup untuk bertemu dengan Ri Ra. Aku tak tahu apa yang harus aku ucapkan saat bertemu dengannya nanti.

“Ri Jung!” aku mendengar suara Chan Ji memangilku dari belakang.

“Hei Chan Ji” sapaku balik.

“Aku dengar, kau dan Ri Ra..”

“Ah, masalah itu, biar aku dan Ri Ra saja yang mengurusnya. Lagipula masalahnya sudah clear” potongku.

“Oh begitu, aku lega mendengarnya. Oh iya, kenapa kau tidak memberitahu kami tentang hubunganmu dengan Kyuhyun?” tanyanya sedikit marah.

“Mian.. aku sangat ingin memberitahu kalian, tapi saat itu aku ingin memberitahunya secara langsung, bukan lewat telpon” jawabku menyesal.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, pelajaran dimulai. Saat istirahat aku sudah berkumpul lagi dengan teman-temanku, termasuk Ri Ra dan masalah kami sudah benar-benar clear. Tapi seharian disekolah tanpa adanya Kyu sangatlah membosankan.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, aku sudah mengabari Jungsoo Oppa kalau aku akan kerumah Kyu sepulang sekolah.

Sesampainya dirumah Kyu,

“Annyeonghaseyo..” sapaku pada seseorang yang membukakan pintu, yang ternyata Ny. Cho.

“Ah silahkan masuk Ri Jung ah~” sambutnya sambil mempersilahkan aku masuk.

“Mencari Kyuhyun? Dia ada diatas, langsung saja kekamarnya” sambung Ny, Cho ramah.

“Kamsahamnida..” kataku sambil senyum dan beranjak kekamar Kyuhyun.

Dia sedang tertidur, wajahnya yang tertidur sangat tampan. Sekarang aku bisa melihatnya dari dekat. Aku menyentuh wajahnya, sepertinya panasnya sudah turun.

“Hmm, Ri Jung ah~ kapan kau datang?” kata Kyu terbangun.

“Baru saja, apa aku membangunkanmu?” tanyaku.

“Tidak, aku malah senang kau datang” jawabnya seraya bangun dan duduk dipinggir ranjangnya.

“Ah ya, berita baik apa yang ingin kau beritahu?” tanyaku penasaran.

“Appa membatalkan perjodohanku dengan Ri Ra, dan menyutujui hubunganku denganmu” jawabnya dengan senyum diwajahnya.

“Jinjja? Aku senang sekali Kyu!” refleks aku langsung memeluknya erat.

“Ri Jung ah~ jangan dekat-dekat, nanti kau tertular demamku” aku tak menghiraukan ucapan Kyu, dan ia memelukku erat juga.

Kyu melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tak lama, aku merasakan bibir hangat Kyu yang mencium bibirku lembut. Aku membalas ciumnya, ciuman kami semakin dalam, sekarang lidah kami saling bertautan. Aku semakin sulit mengambil nafas, aku sedikit mendorong Kyu, tapi sepertinya percuma, iya terus bermain dengan lidahku.

“Mmh..” desahku disela ciuman kami.

Tangan Kyu yang tadinya diam melingkar di pinggangku sekarang berusaha memasuki baju seragamku. Entah kenapa tubuhku tidak menolaknya. Kami terus berciuman, dengan sangat bernafsu Kyu yang sudah berhasil memasuki baju seragam ku kini meraba-raba punggungku seakan-akan mencari sesuatu, dan aku tahu apa yang dia cari.

“Kyu..” panggilku menghentikan aktivitas tangan Kyu dipunggungku.

“Boleh aku memintanya sekarang?” tanyanya dengan wajah memelas.

Sebenarnya aku ingin menolaknya tapi tubuhku berkata lain, tubuhku menginginkan sentuhan Kyu lebih banyak lagi. Akhirnya aku hanya mengangguk ragu membiarkan Kyu menciumku lagi dan mengangkat tubuhku sehingga sekarang aku ada dipangkuannya. Kyu mencium leherku, membuatku menggelinjang kegelian. Kyu mulai membuka kancing seragamku satu persatu, dan melepasnya. Tangan Kyu yang tadi meraba-raba punggungku mencari sesuatu, sekarang sudah menemukan apa yang dicarinya, dengan perlahan iya membuka pengait bra ku, dilepasnya dan dilemparkan kelantai. Kini Kyu berhasiln menelanjangi bagian atasku.

“aah..oh..hentikan kyu.. ah” desahku saat Kyu mulai menjilati payudaraku dan memilin putingnya.

Kyu malah semakin bernafsu mendengar desahanku.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

Tiba-tiba Hpku berbunyi dan membuat Kyu menghentikan aktivitasnya didadaku yang sudah basah oleh liurnya.

Aku berdiri dan meraih Hpku yang ada diatas kasur Kyu.

“Yeoboseyo?”

“Benarkah? Baiklah Oppa, aku akan pulang sekarang”

Aku menutup telponnya dan memungut bra ku yang tadi dilempar Kyu kelantai.

“Mian Kyu, aku harus pulang sekarang, Appa dan Oemma sudah pulang kerumah, dan Oppa menyuruhku pulang” kataku menyesal.

“Gwaenchanhayo, kau pulang saja. Tapi jangan lupa pakai pakaianmu” goda Kyu.

“Tentu saja!” ucapku sambil berjalan kearah Kyu seraya mengecup bibirnya lembut.

“Jika kau menggodaku, aku bisa menyerangmu lagi jagi~” ujarnya sambil memelukku.

“Kau sabar saja, nanti juga ada saatnya. Tapi bagaimana keadaanmu? Apa kau merasa baikan?” tanyaku khawatir.

“Aku sudah merasa sembuh karena kau menyembuhkanku Ri Jung” katanya sambil terkekeh.

“Baiklah, aku pulang dulu ya jagiya~” pamitku pada Kyu.

“Bagaimana jika kuantar kau sampai rumah? Aku juga ingin memberi salam pada orangtuamu” pintanya.

“Nanti sore saja, aku merasa tidak enak pada Oemmamu” tolakku.

Akhirnya Kyu hanya mengantar sampai pintu rumahnya.

***

“Aku pulaaang~!” teriakku saat memasuki rumah.

“Apa kabar anak Oemma yang manis?” sambut Oemmaku memelukku.

“Ri Jung pasti baik-baik saja, karena sekarang sudah ada yang menjaganya” celetuk Oppa dari belakang.

“Jinjja? Siapa orang itu?” tanya Oemma penasaran.

“Kyuhyun” jawabku malu.

“Omo~ berarti kami sudah tidak perlu susah-susah mendekatkan kalian berdua” ucap Oemma yang membuatku bingung.

“Apa maksud Oemma?” tanyaku masih bingung.

“Appa, Oemma dan orangtua Kyuhyun merencanakan perjodohan untuk kalian” jawab Oemma yang membuatku tersenyum senang.

“Malam ini kami sekeluarga diundang makan malam oleh keluarga Kyuhyun untuk membicara kelanjutan perjodohan kalian” lanjut Appa.

“Jungsoo, Ri Jung dan Ji Yeon cepatlah bersiap-siap kita berangkat jam 6 nanti” perintah Oemma, kami hanya mengangguk dan berjalan kekamar kami masing-masing.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

Hpku berbunyi saat aku berjalan memasuki kamar mandi.

“Yeoboseyo?”

“Ah, kau sudah tahu? Iya jagi, aku sedang bersiap-siap, jam 6 nanti kami berangkat”

Aku menutup telponnya lalu bergegas mandi.

***

Pertemuan keluarga kami pada malam itu berjalan lancar. Setelah lulus SMA kami ditunangkan. Dan setelah aku dan Kyu menyelesaikan kuliah semester terakhir kami, kami sudah mulai merencanakan pernikahan kami.

Akhirnya pada tanggal 8 Juli 2015 kami melangsungkan pernikahan. Dengan mengundang semua kenalan kami, termasuk Jongwoon Oppa. Aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya semenjak kejadian itu, e-mail atau telponku pun tidak pernah ada jawaban. Aku sangat mengharapkannya datang dihari bahagiaku nanti.

8 Juli 2015..

“Sampai kapan kita harus diam disini bersalaman dan tersenyum pada setiap tamu yang datang Ri Jung ah~?” keluh Kyu yang sudah tidak bisa diam sedari tadi karena kakinya pegal.

“Sabar saja jagiya~ tamu-tamunya juga akan terus berkurang. Jangan mengeluh terus yaa” bujukku padanya.

Tiba-tiba aku melihat sesosok yang sangat aku rindukan. Jongwoon Oppa! Aku langsung berlari kearahnya, tanpa memperdulikan tamu-tamu dan Kyu yang meneriakkan namaku.

“Oppa!” panggilku.

“Ri Jung ah? Sedang apa kau disini? Kau harus mendampingi suamimu disana” jawab Jongwoon Oppa terkejut.

“Kemana saja Oppa selama ini?” aku berteriak ditengah-tengah berjalannya pesta pernikahanku.

“Ssst.. Ri Jung, jangan berteriak lagi. Oppa tidak bisa menemuimu karena pekerjaan Oppa dipindahkan keluar Seoul” jawabnya sambil menenangkanku.

“Selama itukah? Oppa meninggalkanku dengan perasaan bersalah” ucapku lirih.

“Mianhae Ri Jung ah~ Jeongmal mianhae, Oppa memang merasa kesal saat hari itu dan tidak mau membalas e-mail atau telponmu, tapi itu juga Oppa lakukan demi kebahagiaanmu, Oppa tidak ingin membuatmu selalu merasa tidak enak, jadi Oppa pikir menghilang dari kehidupanmu adalah jalan yang terbaik, mianhae” jelas Oppa.

“Tapi setelah ini, Oppa harus benar-benar berjanji untuk tidak meninggalkan aku seperti kemarin!” pintaku.

“Baiklah, Oppa berjanji” jawabnya.

“Sekarang kembalilah ke suamimu, jangan menangis lagi, dan jangan membuat Ahjussi dan Ahjuma kecewa dengan kelakuanmu ini” sambungnya.

Aku mengangguk dan berjalan kearah Kyu yang daritadi menungguku seraya meminta maaf pada tamu-tamu yang memperhatikan sikap anehku barusan.

~TBC~

By: tyasung

One thought on “I Love You Both [Part 5]

  1. akhirnya dapat juga part 5 nya……dah di obrak abrik seantero mayapada, ternyata ketemu disini,^_^, akhirnya…………menikah juga…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s