I Love You Both [Part 4]

“Ri Ra? Kau Kim Ri Ra kan?” tanyaku heran.

Kyu mencoba melepaskan pelukan Ri Ra.

“Hei, Ri Jung ah~!” sapanya tanpa dosa.

“Kyu? Kau?” aku menjatuhkan belanjaanku lalu lari meninggalkan mereka.

Aku mendengar Kyu meneriakkan namaku beberapa kali, tapi aku terus berlari tanpa tujuan, yang kurasakan sekarang hanyalah sakit hati yang dalam. Akhirnya aku berhenti disebuah taman, aku duduk di bangku tamannya sambil terisak. Aku tidak bisa menerima kalau ternyata Kyu mempunyai hubungan dengan teman dekatku sendiri. Aku sangat kecewa mengetahui ini.

“Ri Jung ah~!! Dimana kau?” itu Kyu, aku pasrah, aku sudah tidak tahu harus lari kemana, aku tidak mengenal sama sekali daerah ini. Tapi akhirnya aku hanya bisa sembunyi dibalik bangku taman yang aku duduki.

Setelah Kyu pergi dari taman itu, aku keluar, berjalan mencari jalan pulang. Aku lelah, akhirnya aku meminta Jungsoo Oppa menjemputku disebuah kedai yang pernah kami kunjungi bersama, untung saja Oppa sudah dirumah. Tak lama Oppa datang, aku langsung masuk ke mobil tanpa menghiraukan Oppa yang bertanya ada apa denganku.

Sesampainya dirumah aku langsung berlari kekamarku dan menangis sejadi mungkin. Oppa yang sudah berkali-kali bertanya ada apa denganku, dan mengetuk pintuku ratusan akhirnya menyerah dan membiarkan aku sendiri. Tak terasa aku tertidur sambil menangis.

***

Paginya aku merasa mataku sangat berat, ya mataku bengkak karena aku tertidur sambil menangis. Aku turun dengan lemas, Kyu belum mendatangi rumahku. Apa dia sudah tidak peduli lagi padaku?

“Ri Jung ah~ kau kenapa sebenarnya? Oppa sangat khawatir kau tahu!” tanya Oppa saat aku duduk di sofa ruang tamu.

Aku hanya diam, pandanganku kosong.

“Ah ya, tadi Jongwoon menelpon, dia bilang sedang dalam perjalanan kesini, kau cepat mandi dan sarapan, Oppa akan membangunkan Ji Yeon untuk siap-siap juga” perintah Oppa.

Aku baru ingat kalau hari ini adalah hari minggu, dan Jongwoon Oppa akan mengunjungiku. Aku beranjak dari dudukku dan berjalan dengan langkah gontai kekamar mandi.

Ting Tong..

Bunyi bel rumahku. Aku mendengar Oppa berbicara dengan seseorang, aku rasa Jongwoon Oppa sudah datang. Aku menuruni tangga dan tebakkanku benar Jongwoon Oppa sudah datang.

“Oppa!” seruku senang, untuk saat ini, aku harus bisa melupakan masalahku dengan Kyu.

“Kau siapa?” tanya Jongwoon Oppa bingung.

“Ini aku Oppa! Ri Jung! Apa Oppa lupa padaku?” jawabku sedih sambil mengahampirinya yang sedang duduk diruang tamu.

“Ri Jung? Kau sudah sebesar ini!” ucap Oppa memelukku erat.

“Hei Jongwoon, hati-hati, jangan peluk dia sembarangan, dia sudah ada yang punya” celetuk Oppaku tiba-tiba.

“Oppa.. tolong..” kataku memelas meminta Oppa agar tidak membahas Kyu sekarang.

“Benarkah itu? Ri Jung ah~ kau tega sekali pada Oppa” katanya lemas.

“Kenapa Oppa?” tanyaku polos.

“Sudahlah, tak usah dibahas, perkenalkan, ini Choi Siwon dan istrinya, Choi Haneul. Dan ini adik Choi Siwon” jelas Jongwoon Oppa.

“Annyeong Onnie, Choi Kae Rim imnida” ucap seorang gadis yang sedang berdiri disebelah Siwon Oppa.

“Annyeong, aku Shin Ri Jung” balasku.

Ting Tong.. lagi-lagi bel rumahku berbunyi, aku hanya berharap bukan Kyu yang datang.

“Annyeong Ri Jung ah~ apa Ji Yeon ada?” tanya Donghae ramah. “Cih, tumben sekali anak ini sopan” ucapku dalam hati.

“Ji Yeon ada dikamarnya, kau kesana saja, tapi jangan macam-macam dengannya!” ancamku.

“Tenang Ri Jung, aku hanya ingin tahu keadaannya sekarang, lalu aku pulang. Adiku menunggu diluar” jelas Donghae santai.

“Ah iya, kenapa Ji Yeon tidak turun?” tanya Jongwoon Oppa.

“Dia sedang merasa tidak enak badan” jawab Jungsoo Oppa.

“Sepertinya kami permisi sekarang saja, kami harus mengantar Kae Rim kerumah Oemma” pamit Siwon.

“Oh ne, annyeong Siwon Oppa, Haneul Onnie, dan Kae Rim, kapan-kapan berkunjunglah kesini lagi, aku pasti akan senang” ucapku.

“Ya, kami pasti berkunjung lagi nanti Ri Jung ah~ annyeong..” pamit Haneul Onnie.

“Taemin? Sedang apa disini?” tanya Kae Rim pada adik Donghae yang sedang duduk santai diteras rumahku.

“Aku sedang mengantar Donghae Hyung bertemu pacarnya, kau sendiri?” jawab Taemin.

“Aku juga sedang mengantar Jongwoon Oppa, sepupuku. Sekarang aku mau kerumah Oemma sekarang, apa kau nanti akan kesana?”

“Baiklah, nanti aku akan kesana menjemputmu ara?”

“Ara, daah Taemin”

“Hati-hati jagiya~”

“Oh, mereka pacaran ternyata, dunia itu sangat sempit ya” gumamku pelan.

Setelah mereka pulang kecuali Jongwoon Oppa, Jongsoo Oppa menyuruhku dan Jongwoon Oppa membeli makan siang dan obat untuk Ji Yeon. Kami berangkat menggunakan mobil Oppaku agar menghemat waktu.

Aku melihat Kyuhyun saat Jongwoon Oppa membukakan pintu mobil untukku, tapi aku tidak tahu dia melihaku atau tidak, kerena aku langsung mengalihkan pandanganku dan masuk kedalam mobil.

*Kyuhyun’s POV

Aku melihatnya keluar rumah, bersama lelaki yang lebih tua darinya membukakan pintu mobil untuknya, “Mau kemana mereka?” tanyaku heran. Sepertinya Ri Jung tidak melihatku, dan yang pasti dia masih marah padaku. Aku ingin meminta bantuan kepada Jungsoo Hyung, aku coba mengunjungi rumahnya.

“Hyung.. aku ingin meminta tolong” pintaku saat Jungsoo Hyung membukakan pintunya.

“Ah kau, ada apa dengan adikku? Kau apakan dia?” tanyanya sambil mempersilahkan aku masuk.

“Begini Hyung..” aku menceritakan kejadian saat di supermarket.

“Ternyata Ri Ra adalah anak kerabat Appa yang dijodohkan denganku, dia adalah teman sekelasku dan juga sahabat Ri Jung yang tidak mengetahui hubunganku dengan Ri Jung, sedangkan aku tidak tahu apa-apa. Pantas saja kalau Ri Jung sangat kecewa” jelasku.

“Apa kau akan menerima perjodohan itu?” tanyanya lagi.

“Tentu saja tidak, aku sama sekali tidak ada perasaan apapun pada Ri Ra, aku menyayangi adikmu Hyung. Setelah Ri Ra mengetahui yang sebenarnya, dia juga langsung menolak perjodohan ini, dia tidak mungkin menghianati sahabatnya sendiri” jawabku.

“Hm, baiklah, aku akan mencoba bicara pada Ri Jung” ucap Leeteuk.

“Gomawo Hyung, aku memang tidak salah meminta bantuan kepadamu. Sekarang aku pamit dulu, aku yakin jika Ri Jung melihatku disini, dia akan semakin sakit” pamitku pulang.

Aku pulang dengan hati yang masih tak tenang. Aku mencoba bicara pada Oemma agar membujuk Appa untuk membatalkan perjodohan ini, karena aku dan Ri Ra sama-sama menolaknya. Ri Ra juga sedang berusaha membujuk orangtuanya untuk membatalkan perjodohan drinya denganku.

“Oemma, aku ingin bicara..” aku mencoba membuka pembicaraan dengan Oemma yang sedang membaca buku.

“Ada apa Kyu?” tanya Oemma.

“Aku ingin perjodohanku dengan Ri Ra dibatalkan” tukasku.

“Waeyo? Kau tidak suka padanya? Menurut Oemma dia gadis yang manis” jawab Oemma tanpa mengalihkan matanya dari buku yang ia baca.

“Bukan begitu, aku sedang berpacaran dengan Ri Jung, Shin Ri Jung” jelasku.

“Jinjja?” Oemma langsung mengalihkan pandangannya dari buku ditangannya.

“Ne, dan Ri Ra juga adalah salah satu sahabat dari Ri Jung, jadi Ri Ra juga tidak menerima perjodohan ini” ucapku sedikit bingung karena melihat ekspresi wajah Oemma yang tiba-tiba berubah senang.

“Hm, baiklah. Oemma akan coba bicarakan ini dengan Appamu. Lagipula, Oemma menyukai Ri Jung” jawab Oemma dengan mantap.

“Gomawoyo Oemma~!” kataku senang dengan senyum yang mengembang diwajahku.

Aku beranjak kekamarku, meraih Hpku, dan menghubungi Teuki Hyung, memberi tahu bahwa Oemma akan membicarakan soal pembatalan perjodohanku dengan Appa. Dan Hyung merespon baik dari kabar yang aku berikan.

“Nanti akan kukabari kau saat aku sudah memberitahukan Ri Jung yang sebenarnya” ucap Teuki Hyung sebelum menutup telponnya.

***

*Shin Ri Jung’s POV

“Oppa” ucapku pada Jongwoon Oppa yang sedang berkonsentrasi menyetir.

“Ne? Ada apa Ri Jung?” jawabnya dengan pandangan lurus kedepan.

“Bagaimana perasaanmu jika orang yang Oppa sayangi, menjalin hubungan dengan orang lain?” tanyaku tiba-tiba yang membuat Jongwoon Oppa menghentikan mobil.

Jongwoon Oppa diam tak menjawab, tapi perlahan ia meminggirkan mobil yang sedari tadi berhenti ditengah jalan yang kebetulan sedang sepi.

“Apa ada hubungannya dengan pacarmu yang dikatakan Leeteuk Hyung tadi?” tanyanya tanpa memandangku.

“Kenapa Oppa bertanya seperti itu?” tanyaku bingung.

“Aku tidak suka kalau ada yang menyakitimu, aku menyayangimu Ri Jung ah~” aku terdiam mendengar ucapannya barusan.

“Aku menyayangimu bukan sebagai dongsaeng, aku menyanyangimu sebagai perempuan” lanjutnya.

“Maaf Oppa, tapi aku menyayanginya..” ucapku akhirnya.

“Haah, aku mungkin memang datang terlambat” ujarnya lirih.

“Lagipula, aku menyayangimu sebagai Oppaku sekaligus sahabatku” aku melanjutkan kalimatku.

“Baiklah, ayo kita pulang sekarang, hari sudah mulai mendung..” aku hanya mengangguk.

“Ri Jung ah~ tolong lupakan kata-kataku barusan, anggap saja percakapan kita tadi tidak pernah terjadi” lanjutnya.

Aku mengangguk, tapi sebenarnya perkataan Jongwoon Oppa masih terngiang dipikiranku. “Coba saja Oppa datang lebi dulu, mungkin aku tidak akan  sakit hati seperti sekarang” ucapku dalam hati.

Sesampainya dirumah, aku memberikan makan siang dan obat untuk Ji Yeon, keadaannya cukup membaik setelah semalam panasnya tidak turun-turun.

“Gomawo Onnie” ucapnya lemah yang terbaring diranjangnya.

“Choenmaneyo Ji Yeon ah~ untung saja panasmu sudah turun” jawabku.

“Inikan karena Donghae Oppa menjengukku hari ini” ujarnya tersenyum senang.

“Jinjja? Syukurlah, sekarang habiskan makanmu, minum obatnya, dan segera istirahat agar besok kau bisa bersekolah lagi” kataku sambil mengelus kepalanya.

Aku beranjak dari ranjang Ji Yeon dan meninggalkan kamarnya. Saat aku turun, aku mendengar suara Soe Chan Onnie. Sepertinya baru datang.

“Selamat siang Ri Jung ah~ aku datang ingin menjenguk Ji Yeon, aku dengar dari Oppamu dia sedang sakit?” tanyanya.

“Silahkan saja langsung kekamarnya, tadi aku baru saja memberinya makan siang dan obat” jawabku.

“Oppa, mana Jongwoon Oppa?” tanyaku bingung pada Jungsoo Oppa.

“Tadi dia bilang tiba-tiba ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditunda, jadi dia pulang” jelas Oppa.

“Tanpa pamit padaku?” tanyaku kecewa.

“Dia hanya menitipkan salam untukmu, dia bilang,dia pasti akan mengunjungimu lagi” jawab Oppa yang masih melahap makan siang yang tadi aku beli.

“Apa Oppa masih memikirkan masalah tadi?” tanyaku dalam hati.

“Ri Jung, cepat makan. Oppa ingin berbicara denganmu” perintah Oppa dengan wajah seriusnya.

Aku menghabiskan makananku dengan cepat, dan membersihkan piring-piringnya.

“Oppa sudah tahu masalahmu dengan Kyu” ucap Oppa tiba-tiba saat aku kembali duduk di meja makan.

“Aku tidak mau membicarakannya sekarang Oppa, jebal” pintaku.

“Tidak ada gunanya menghindari masalah, masalah ini akan makin panjang jika kau selalu mengulurnya..” ujar Oppa.

“Kemarin Kyu menemui Oppa, dia menjelaskan kejadian sebenarnya. Orangtuanya menjodohkannya dengan Ri Ra tanpa sepengetahuannya. Saat itu Ri Ra sama sekali tidak mengetahui bahwa kau telah menjadi pacar Kyu. Kyu dan Ri Ra sama-sama menolak perjodohan itu sekarang” jelas Oppa panjang lebar.

Mendengar perkataan Oppa barusan, aku langsung beranjak pergi dari ruang makan, berjalan kekamaku, aku harus menghubungi Kyu dan Ri Ra. Aku tidak mengaktifkan Hpku sejak kemarin. Mungkin Kyu sudah berusaha menghubungiku dan menjelaskan yang sebenarnya, tapi aku malah menghindarinya, aku memang egois!

Saat aku mengaktifkan Hpku, ada 8 sms dari Kyu yang berisikan banyak kata maaf. Ada juga 4 sms dari Ri Ra yang meminta maaf dan juga menyesal. Aku membalas sms Ri Ra, aku sudah tidak apa-apa, dan aku memaafkannya. Aku juga mengirim sms untuk Kyu,

To: Kyu Jagiya~

Sunday, July 11, 2010 2:33 PM

Kyu, bisa kita bertemu sekarang?

Aku tunggu di taman dekat minimarket Neorobang sekarang.

SMS sent

“Oppa, aku pergi dulu!” ucapku pada Oppa yang sedang menonton TV dengan Soe Chan Onnie sambil berlari ke pintu.

Aku berjalan kaki dengan cepat. Sesampainya ditaman, aku melihat Kyu yang sedang duduk sendiri disalah satu ayunan dan motor Ninjanya.

“Kyu..hhhahh” panggilku dengan nafas yang masih belum teratur.

Kyu berdiri menghampiriku, “Ri Jung, kau duduk saja dulu, baru bicara”

Aku duduk dikursi taman, sedangkan dia memberiku air mineral yang ia beli barusan.

“Oppa sudah menceritakan semuanya, mianhae Kyu, aku tidak mau mendengar penjelasanmu dulu” ucapku menyesal.

“Sudahlah, aku juga tidak mempermasalahkannya, kau berhak marah. Aku sudah meminta Oemma untuk membatalkan perjodohan itu, dan aku juga sudah memberitahuka hubungan kita” kataku menenangkanku.

“Jinjja? Apa kata Oemmamu?” tanyaku penasaran.

“Oemma hanya tersenyum dan bilang kalau dia menyukaimu” jawab Kyu dengan wajah senang.

“Syukurlah kalau begitu, tapi, bagaimana dengan Ri Ra?” tanyaku lagi.

“Setelah Ri Ra mengetahui hubungan kita, dia juga langsung ingin membatalkan perjodohan kami, dia sangat menghargai perasaanmu” jelas Kyu.

Tiba-tiba air mataku mengalir, air mata bahagia.

“Kau kenapa?” tanya Kyu cemas.

“Ani, gwaenchanhayo. Aku hanya terlalu senang, ternyata banyak sekali orang yang menyayangiku” ucapku masih terisak.

Kyu memelukku, aku menangis di dadanya. Aku senang bisa kembali kepelukkannya. Sangat senang..

~TBC~

By: tyasung

One thought on “I Love You Both [Part 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s