I Love You Both [Part 2]

*Shin Ri Jung’s POV

“Whoaam..” aku bangun dengan senyum diwajahku, “kenapa aku bahagia sekali ya?” pikirku, aku mengedipkan mataku, menunggu kesadaranku pulih.

“Sejak kapan aku pindah ke kamar?” tanyaku heran. Sekarang baru pukul 5:30 pagi, aku tak bisa tidur lagi, lalu aku menyalakan komputerku, dan mengecek e-mailku. Ternyata ada 1 e-mail masuk, “Jongwoon Oppa!!” teriakku girang.

Ri Jung ah~!

From: shfly3424

To     : shinrijung06

Wednesday, July 7, 2010 6:55 PM

Akhirnya kau membalas e-mailku T.T

Aku juga rindu sekali~! Kau masih di Seoul? Aku sekarang sedang berada di Seoul kau tahu! Hahaha. Aku disini tinggal dengan Siwon, sepupuku yang tinggal di Seoul, bersama istri dan adiknya.

Aku minta alamatmu saja, mungkin beberapa hari lagi aku bisa mengunjungimu.

Ah, salam untuk Ahjussi dan Ahjuma disana ya!

Saranghaeyo Ri Jung ah~! (aku serius!)

Aku sebenarnya tidak mengerti apa maksud kalimat terakhir Jongwoon Oppa. Aku sudah menganggap Jongwoon Oppa seperti Oppaku sendiri dan keluarga kamipun sudah lama saling kenal. Aku segera membalasnya, dan juga mengirimkan alamat rumahku.

Jam sudah menunjukkan pukul 6, aku mematikan komputerku, dan beranjak ke kamar mandi. Selesainya berpakaian, aku turun untuk sarapan. Dibawah aku bertemu Jungsoo Oppa, “Oppa, kenapa aku bisa tidur dikamar? Bukankah tadi malam aku tidur dibelakang?” tanyaku.

“Oh, tadi malam Oppa suruh Kyuhyun menggendongmu sampai kamar. Kau pasti berat, kau harus berterimakasih padanya nanti disekolah. Hahaha oke Ri Jung? Sekarang cepat sarapan dan berangkat” jawab Oppa.

“MWO?! Kyuhyun menggendongku?! Yang benar saja Oppa?!” jawabku kaget.

Aissh, aku malu sekali, sekarang apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengannya nanti disekolah?

“Hei Ri Jung ah~ kau suka si Kyuhyun itu ya? Hahaha mukamu kenapa memerah?” ucap Oppaku membuyarkan lamunanku.

“MWO?! Aku suka dengan si sombong itu?! Apa Oppa gila?” teriakku sambil keluar rumah, “Aku berangkat!!”

Saat aku diluar, aku lagi-lagi terkejut dengan keberadaan seorang Cho Kyuhyun di depan pagar rumahku. “Mau apa dia?” gumamku sambil membalikkan badan hendak masuk lagi kerumah.

“Jamkkanman! Ri Jung ah~ aku mau bicara” ucap Kyuhyun yang membuatku menghentikan langkahku.

“Ada apa? Kemarin kau dingin padaku, sekarang kau ingin bicara padaku” jawabku marah.

“Sudahlah, ayo cepat berangkat, nanti kita terlambat!” perintah Kyuhyun sambil menarik tanganku.

“Aissh.. baiklah aku ikut, tapi lepaskan tanganku!!” dia diam. “Cho Kyuhyun!”

“Aku tidak mau melepaskan tanganmu sampai kita disekolah” katanya sambil menampakkan evil laugh nya.

Apa-apaan manusia ini, egois, sombong, membuatku kesal saja. Akhirnya aku biarkan tangannya yang sekarang menggenggam tanganku dengan lembut. “Sebenarnya apa maunya?” tanyaku dalam hati.

“Heh, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanyaku saat kami sudah ada didalam bis, tentu saja tanpa melepaskan tanganku dalam genggamannya, semoga dia tak menyadari kalau dari tadi jantungku sudah berdebar tak karuan karena ulahnya ini.

“Aku mau minta maaf, sikapku padamu dihari pertama aku masuk sekolah, saat kau bertanya padamu, aku malah mengataimu cerewet. Jeongmal mianhae.” Dia terlihat bersungguh-sungguh.

“Iya aku maafkan, aku juga merasa berhutang budi karena kau telah menggendongku ke kamar saat aku tertidur di halaman belakang. Tapi kenapa kau bersikap dingin padaku saat itu?” ucapku panjang lebar.

“Ah itu, aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Mian..” wajahnya terlihat merah. Aku makin bingung dengan orang ini, tiba-tiba dingin, tapi dia juga bisa semanis ini.

Aku hanya diam melihatnya tersipu malu.

Tak terasa bis sudah berhenti di depan sekolah dan Kyuhyun melepaskan genggamannya di tanganku. Entah mengapa hal itu membuatku kecewa, tapi memang itulah janjinya, ia akan melepaskan tanganku saat sudah disekolah.

Saat bel sekolah berbunyi, murid-murid mulai memasuki kelas dan duduk rapi. Aku dan Kyuhyun berjalan kearah bangku kami tanpa berkata apapun. Dan benar saja kami sama sekali tidak bicara satu katapun sampai Kyu melempar pelan sebuah gumpalan kertas kecil. Aku membuka dan membaca isinya,

“Tunggu aku saat pulang sekolah nanti! Aku akan mengantarmu sampai rumah sebagai permintaan maafku!”

Aku menuliskan sesuatu dibalik kertas itu,

“Mau apa lagi kau? Kau sudah meminta maaf dan aku juga sudah memaafkanku. Aku bisa pulang sendiri!”

Aku melemparkan kertas itu ke Kyuhyun. Dengan cepat ia menuliskan sesuatu dan melemparkannya lagi padaku.

“Aku ingin mengantarmu pulang! Kalau kau kabur, awas saja kau! Hahaha”

Hah, apa-apaan orang ini? Sudah memaksa, pakai mengancam pula. Aku melihat sinis kearahnya, dan dia hanya menampakkan evil laugh nya.

Sepulang sekolah, Chan Ji memintaku untuk menemaninya bertemu dengan teman wanitanya, “Ah, aku lupa kalau aku sudah janji dengan Chan Ji akan menemaninya pergi” gumamku dalam hati.

“Chan Ji, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu sekarang, mian..” kataku menyesal.

“Tolong aku Ri Jung ah~ teman-teman yang lain tidak ada yang bisa mengantarku, hanya kau satu-satunya harapanku..” katanya sedih.

Haah, aku tidak bisa membiarkan temanku sedih, “Baiklah, aku akan mengantarmu, khajja! Nanti keburu malam” ajakku. Soal Kyuhyun aku pikirkan nanti saja, toh aku belum bilang iya, lagipula dia bukan siapa-siapaku.

“Gomawo Ri Jung ah~”  “Choenmanayo Chan Ji” akihrnya kami meninggalkan sekolah dan pergi ke kedai es krim tempat mereka janjian.

***

*Kyuhyun’ POV

“Haah, kemana anak itu? Aku sudah menunggu terlalu lama disini” ucapku kesal.

Ah, bukankah itu Ri Jung, tapi dia tidak sendirian, dia bersama Park Chan Ji teman sekelas kami. Mau kemana mereka? Apa dia tidak lihat kalau aku sedang menunggunya disini? Baiklah, akan kutunggu dia, mungkin dia akan kembali kesekolah nanti.

…2 jam kemudian…

“Aissh.. sekarang sudah jam 5 sore, sedangkan jam pulang sekolah pukul 3. Apa aku pulang saja?” tanyaku kesal.

“Baiklah, aku akan pulang, mungkin aku akan bertemu dengannya dijalan, awas saja kau Ri Jung!” kataku smabil beranjak dari tempatku.

Saat melewati rumahnya, kuberanikan diriku mengunjungi rumahnya, dengan alsan ingin bertemu Leeteuk Hyung, padahal aku hanya ingin mengecek apa Ri Jung sudah pulang atau belum.

Aku memasuki ruang tamunya, aku langsung bertemu Ji Yeon yang sedang menonton TV dengan seorang lelaki, mungkin pacarnya.

“Ji Yeon, apa Oppamu ada? Aku ingin bertemu”

“Oppa ada dikamarnya sedang bersama Soe Chan Onnie, apa ingin aku panggilkan? Tunggu sebentar..” tawar Ji Yeon.

“Ah, boleh, gomawo Ji Yeon..”

Selama Ji Yeon memanggilkan Leeteuk Hyung, aku berjalan-jalan melihat apa Ri Jung sudah pulang atau belum. Ternyata belum.. “kemana dia? Ini sudah hampir jam 7”

“Kyu Oppa, Oppaku bilang dia sedang sibuk sekarang, dan aku mendengar suara aneh dari kamar Oppa, sepertinya itu suara Soe Chan Onnie, aku tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan.” Jawab Ji Yeon polos.

“Bagaimana dengan Ri Jung? Apa dia sudah pulang?” tanyaku memastikan.

“Belum, Onnie bilang mau pergi dengan teman” jawab Ji Yeon.

“Ji Yeon ah~ ayo cepat kesini, Oppa juga ingin mendengar suara-suara anehmu seperti Soe Chan Noona~” panggil pacar Ji Yeon.

“Ya! Donghae Oppa, apa maksudmu? Aku tidak mengerti” jawab Ji Yeon sabil beranjak ke sofa dimana Donghae duduk.

“Kalau begitu aku pulang dulu Ji Yeon..” pamitku.

Aku berjalan pulang kerumah dengan hati yang gelisah, tapi ya sudahlah, besok akan aku jemput dia kerumahny lagi.

***

*Shin Ri Jung’s POV

“Aku pulaang..” teriakku saat memasuki rumah. Dan lagi-lagi aku disambut oleh pemandangan yang membuat mataku terbelalak.

PLAKK!!! Aku memukul kepala Donghae yang sedang menindih Ji Yeon dibawahnya.

“Aaaw, apa-apaan kau? Mengganggu saja!” rintih donghae.

“Onnie, kenapa kau memukul Donghae? Kamikan hanya berciuman.” tanya Ji Yeon polos sambil mengusap-usap kepala kekasihnya itu.

“Bagaimana kalau yang datang tadi Appa dan Oemma? Bukan aku?” tanyaku marah.

“Mianhae Onnie, lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi” sesal Ji Yeon.

“Dan kau Donghae, kenapa kau belum pulang? Inikan sudah hampir jam 9 malam? Adikku harus belajar! Ji Yeon, masuk kekamarmu, lalu belajar yang benar!” aku memarahi mereka.

“Ne Onnie.. daah Donghae Oppa” jawab Ji Yeon lemas sambil berjalan ke tangga.

Saatku lihat Ji Yeon sudah masuk kekamarnya, aku turun menemui Donghae.

“Apa maksudmu? Kau tahu Ji Yeon akan menghadapi ujian akhir bulan ini, kenapa kau malah mengajaknya bermain saja? Aku tidak mau kau mempermainkan Ji Yeon! Awas kau. Sekarang kau pulang saja!” sambungku masih nada marah.

“Haah, Ri Jung, kau ini kenapa? Kau sirik padaku dan Ji Yeon kerena kau sampai sekarang belum mempunyai pacar? Hahaha.” ledek Donghae sambil berjalan kearah pintu.

“Cih, terserah kau sajalah!” gumamku dalam hati.

Hari ini aku terlalu lelah, tapi aku senang karena Chan Ji sepertinya menyukai gadis yang bernama Choi Soo Young itu, dia juga gadis yang manis, semoga saja hubungan mereka bertahan lama. Tiba-tiba aku teringat dengan Cho Kyuhyun, apa dia tadi menungguku di gerbang sekolah? Atau dia masih disana menungguku sampai sekarang? “Ah, apa yang kau pikirkan Ri Jung! Mana mungkin dia akan diam disitu hanya karena menungguku?” aku menepuk-nepukkan tanganku ke pipiku.

Aku mengganti seragam sekolahku menjadi piyama, aku ingin tidur nyenyak. Tapi aku mendengar samar-samar suara erangan Soe Chan Onnie dari kamar Jungsoo Oppa. “Haaah..” aku hanya bisa menghela nafas, mungkin Soe Chan Onnie akan menginap lagi malam ini. Appa dan Oemma memang bilang kalau malam ini mereka tidak akan pulang, dan ternyata ini adalah kesempatan bagus untuk Jungsoo Oppa dan Donghae. Aku jadi tidak yakin bisa tidur nyenyak atau tidak malam ini.

***

Benar saja aku bangun dengan lingkaran gelap dimataku, apa mereka tak kelelahan? Mereka ‘melakukannya’ semalaman penuh! Dan akulah yang menjadi korban, karena kamarku bersebelahan dengan kamar Oppa. Aku melihat Hpku, baru menunjukkan jam 6 pagi. Aku membaca SMS dari Appa yang berisi mereka tidak akan pulang untuk 5hari ini dikarenakan urusan pekerjaan. Pantas saja Oppa merasa bebas ‘melakukannya’ dengan Soe Chan Onnie. Apa?! 5 hari?! Matilah aku.. T.T

Setelah mandi dan berpakaian, aku turun untuk membuat sarapan.

“Selamat pagi Ri Jung” sapa Soe Chan Onnie yang sedang merapihkan piring di meja makan.

“Ah, selamat pagi Onnie, apa Onnie yang memasakkan ini semua?” tanyaku kagum dengan adanya banyak makanan di meja makan kami.

“Iya, tadi aku bangun kepagian, jadi aku menyiapkan ini semua.” Jawabnya tersenyum manis.

“Sepertinya yang dimaksud bangun kepagian itu tidak tidur semalaman” pikirku.

“Mana Oppa?” tanyaku.

“Dia masih tidur, maukah kau memmbangunkannya Ri Jung?” inta Soe Chan Onnie.

“Baiklah” kataku menaikki tangga.

“OPPAAA!!! Bangun!! Soe Chan Onnie sudah menyiapkan sarapan untuk kita” teriakku membangunkan Oppa.

“Sebentar lagi Ri Jung ah~ Oppa butuh tidur” kata Oppaku memeluk gulingnya.

“Haah, ya sudahlah, aku hanya disuruh untuk membangunkan Oppa, siapa suruh melakukkan ‘hal itu’ semalaman?” tanyaku frontal.

Oppa langsung bangun dengan wajah yang memerah. “Kenapa kau tahu?”

“Aku mendengar desahan Soe Chan Onnie semalaman, lihat lingkaran hitam dimataku” kataku sambil menunjuk mataku.

“Lain kali jika ingin melakukan ‘hal itu’ sepuas Oppa, sewalah kamar hotel, jangan dirumah” sambungku jengkel.

“Iya mian Dongsaeng Oppa yang cantik” bujuk Oppa.

“Aku akan membangunkan Ji Yeon, Oppa turunlah duluan, Soe Chan Onnie sudah menunggu”

“Iya Ri Jung~~”

Setelah membangunkan Ji Yeon dan sarapan, aku langsung berangkat sekolah.

“Aku berangkaaaat!!” “Hati-hati dijalan ya Ri Jung” balas Soe Chan Onnie.

***

*Kyuhyun’s POV

“Hei kau!” sapaku padanya. Dia terlihat kaget melihatku ada didepan pagar rumahnya. Haha wajahnya yang terkejut terlihat lucu.

“Sedang apa kau disini?” tanyanya heran.

“Tentu saja sedang menunggumu! Dasar babo!” kataku sambil menarik tangannya.

“MWO?! Apa kau bilang? Babo?! Lepaskan tanganku Kyu!” berontaknya.

“Kau sudah membuatku menunggu lama kemarin, sekarang kau mau memarahiku?”

“Kau menungguku? Untuk apa?” tanyanya dengan wajah polos.

“Tentu saja! Aku bilang aku akan mengantarmu pulang, tapi kau malah pergi dengan Chan Ji!”

“Kau melihatnya?”

“Tentu saja, Ri Jung babo!” dia terlihat ingin marah saat aku panggil babo lagi, tapi sepertinya tidak jadi.

“Mian Kyu, aku sudah berjanji untuk mengantarnya pergi kemarin” wajahnya terlihat sangat menyesal. Ya Tuhan, aku jadi tidak bisa memarahinya lagi.

“Haah, baiklah aku maafkan kau, tapi sebagai gantinya, aku tidak akan melepaskan tanganmu sampai sekolah, dan sepulang sekolah nanti, kau harus ikut denganku. Setuju?”

Dia hanya mengangguk pasrah, entah mengapa aku ingin memeluknya saat itu.

“Ayo pergi! Nanti kita terlambat!” ucapnya membuyarkan lamunanku.

Aku menggemgam tangannya lembut selama perjalanan, tiba-tiba dia memulai pembicaraan,

“Kyu”

“Hm?”

“Boleh aku pinjam bahumu? Tadi malam aku kurang tidur.”

Aku sangat kaget dengan apa yang di tanyakannya. “Ah, ya tentu..” jawabku gugup.

“Gomawo Kyu..” ucapnya, lalu beberapa saat kemudian ia terlelap.

***

*Shin Ri Jung’s POV

Aku mendengar seseorang memanggil-manggil namaku, aku membuka mataku. Ternyata Kyu yang membangunkanku.

“Apa kita sudah sampai?” tanyaku pada Kyu.

“Belum, sebentar lagi kita sampai. Bagaimana tidurmu?” tanyanya dengan senyum manis di bibirnya. DEG.

“Kenapa denganku? Apa aku menyukainya?” tanyaku dalam hati.

“Ah, nyenyak sekali, gomawo Kyu” kataku dengan wajah yang memerah, semoga dia tidak menyadarinya.

Sesampainya dikelas, aku langsung menduduki kursiku dengan dada yang masih berdebar.

“Ri Jung ah~” panggil Ri Ra sambil jalan kearahku.

“Hei, ada apa?” tanyaku lalu Chan Ji dan Min Young juga berjalan kearah kursi tempatku duduk. Min Young langsung duduk di kursi Kyuhyun karena ia sedang keluar kelas.

“Bagaimana perasaanmu duduk dengan seorang Cho Kyuhyun?” tanya Min Young menyelidik.

“Biasa saja, memangnya kenapa?” tanyaku heran.

“Omo~ kemana saja teman kita yang satu ini? Apa kau tidak tahu? Banyak sekali anak perempuan yang mengincarnya semenjak dia masuk sekolah ini, termasuk kakak kelas kita.” Jelas Ri Ra panjang lebar.

“Jinjja? Aku tidak tahu dia setenar itu, apa yang bagus dari seorang Cho Kyuhyun?” tanyaku polos.

“Apa kau buta Ri Jung ah~? Dia memiliki wajah yang sangat tampan bagaikan malaikat, dia juga jago matematika, aku dengar dia pernah memenangkan olimpiade matematika” jawab Ri Ra dengan wajah yang berbinar.

“Apa?! Malaikat?! Haha, kau bercanda? Dia itu sangat.. hmmph” kataku terputus karena tangan Kyu yang membekam mulutku.

“Sebentar lagi Hwang Seonsaengnim akan masuk kelas teman-teman!!” teriak ketua kelas dipintu yang membuat teman-temanku dan juga murid yang lain merapihkan duduknya. Termasuk Kyuhyun yang sudah melepaskan mulutku.

“Apa-apaan kau?” bisikku pada Kyuhyun.

“Apa?”

“Apa maksudmu memotong pembicaraanku tadi?” tanyaku mulai kesal.

“Tidak ada” jawabnya polos, dan hal itu makin membuatku kesal.

“Hari ini, sepulang sekolah, jangan menghilang lagi. Aku tunggu kau di gerbang sekolah” sambungnya.

“Iya-iya cerewet” jawabku yang masih kesal. Aku dengar dia tertawa kecil. Dasar orang aneh.

Beberapa saat kami diam. Dia melemparkan gumpalan kertas kecil lagi kepadaku.

“Aku minta no. Hpmu, agar aku bisa menghubungimu bila kau kabur lagi”

Aku membalasnya dengan cepat.

“Untuk apa? Aku tidak akan kabur”

Dia menuliskan no. Hpnya di kertas itu dan menyuruhku untuk menyimpannya.

“Yasudahlah, aku berikan saja no. Hpku” gumamku dalam hati.

Aku melemparkan lagi kertas itu yang sudah berisikan no. Hpku. Dia tersenyum senang dan mengacungkan jempolnya, “Haah..” aku hanya menghela nafas.

Bel pulang sekolahpun berbunyi, aku keluar duluan, agar tidak bertemu teman-temanku, aku bingung harus menjawab apa jika mereka bertanya aku mau kemana. Sesampainya di gerbang, aku menunggu Kyuhyun dibawah pohon halaman sekolah kerena hari sudah mulai mendung.

15 menit aku menunggu, akhirnya Kyu datang sambil berlari kecil.

“Kenapa lama sekali?” tanyaku ketus.

“Mian, aku piket hari ini” katanya menyesal.

“Yasudah, hari sudah mulai mendung, kita mau kemana?” tanyaku tak sabaran.

“Aku ingin mengajakmu ke taman hiburan. Sebagai permintaan maafku karena sudah bersikap seenaknya padamu” mimik mukanya terlihat serius sekali.

“Kau yang bayar?”

Dia mengangguk.

“Baiklah, ppalli! Nanti keburu hujan!” ucapku bersemangat.

***

*Kyuhyun’s POV

Aku berhasil mengajaknya pergi. Aku senang sekali melihatnya bersemangat. Apa bisa aku anggap ini kencan?

“Kyuhyun” panggilnya

“Ya Ri Jung ah~?”

“Kenapa kau mudah sekali berubah? Kadang dingin dan sombong, tapi kadang kau baik dan lembut padaku”

Aku diam, kenapa tiba-tiba dia menyakan hal itu?

“Kyu, apa kau mendengarku?” tanyanya lagi.

“Ah, sepertinya kita sudah sampai, ayo turun!” aku mengalihkan pertanyaannya dan memang bis yang kami naikki sudah hampir berhenti.

Dia hanya diam dan mengikuti langkahku turun dari bis.

“Kita sampai, permainan apa yang ingin kau mainkan pertama kali Ri Jung?” tanyaku padanya yang sedari tadi hanya diam.

“…”

“Kau baik-baik saja kan?”

Dia menggeleng.

“Apa kau ingin pulang?”

Dia menggeleng.

“Lalu kau kenapa?” tanyaku mulai cemas.

“Kau tidak pernah menjawab pertanyaanku” jawabnya lirih.

“Mianhae Ri Jung, jeongmal mianhae” kataku menyesal.

“Kalau begitu jawab pertanyaanku!” bentaknya.

“Haah.. baiklah kau ingin jawaban jujur atau bohong?” tanyaku menggodanya.

“Tentu saja jujur! Kyuhyun babo!” jawabnya marah.

Aku menarik nafas yang panjang.

“Aku melihat wajah terkejut dan bingungmu saat Hwang Seonsaengnim menyuruhku duduk di kursi kosong sebelahmu, kau sangat manis. Dan saat kau menyapaku, aku tak menjawabnya karena aku tak mau salah tingkah didepanmu. Aku senang melihat wajahmu yang salah tingkah saat aku melihatmu di balakon, kau juga sangat manis. Saat tidurpun kau manis, aku tulus ingin mengantarmu pulang-pergi sekolah dengan menggenggam tanganmu, tapi aku tidak tahu bagaimana aku mengatakannya. Jadi inilah aku, mian karena aku banyak menyusahkanmu, bersikap dingin padamu, aku tidak bermaksud sama sekali menyakiti hatimu atau mempermainkanmu Ri Jung ah~”

Dia diam mendengarkan satu demi satu perkataanku. Pasti mukaku sudah merah sekali. Tapi akhirnya aku lega, aku telah mengatakannya.

“Saranghaeyo Ri Jung” sambungku.

~TBC~

By: tyasung

Note: yang udah baca jgn lupa kasih comment ya J gomawo chingu~

One thought on “I Love You Both [Part 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s